Laporkan Masalah

KAJIAN POTENSI SATWA LIAR UNTUK PENGEMBANGAN EKOWISATA DI TAMAN NASIONAL BUKIT TIGAPULUH

Herturiansyah, Dr. Satyawan Pudyatmoko, S.Hut.,M.Sc.

2011 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan

Taman Nasional Bukit Tigapuluh dengan luas 144.223 ha memiliki keanekaragaman hayati flora dan fauna cukup tinggi. Satwa liar memiliki potensi yang tinggi untuk pengembangan ekowisata. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan metode strip transek dan metode daftar jenis Mackinnon, tercatat sebanyak 49 jenis burung dan 8 jenis mamal. Berdasarkan hasil penilaian daya tarik, jenis burung yang termasuk kategori menarik adalah Rangkong Gading (Buceros vigil), Rangkong Badak (B. rhinoceros), Kangkareng Hitam (Anthracoceros malayanus), Pelatuk Besi (Dinopium javanense), dan Kuaw Raja (Argusianus argus). Untuk jenis mamal yang termasuk kategori sangat menarik adalah Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) dan Siamang (Sympalangus syndactylus). Sedangkan Simpai (Presbytis melalophos) dan Ungko Tangan Hitam/Owa (Hylobates agilis) termasuk kategori menarik. Dari 3 jalur pengamatan yang dijadikan lokasi penelitian, Jalur Rumah Pohon merupakan jalur yang memiliki jumlah perjumpaan dengan satwa paling tinggi yaitu sebanyak 35 kali perjumpaan. Selanjutnya Jalur Bukit Lancang mempunyai jumlah perjumpaan sebanyak 29 kali, dan Jalur Anak Sungai Akar sebanyak 18 kali perjumpaan. Beberapa potensi obyek daya tarik pendukung ekowisata yang terdapat di lokasi wisata camp granit terdiri dari obyek alami dan artificial, yaitu antara lain : 1) panorama alam, 2) air terjun granit, 3) danau kecil/telaga, 4) pohon mersawa raksasa, 5) rumah pohon, 6) pusat informasi, 7) sungai, 8) kolam renang. Berdasarkan analisis SWOT, strategi pengembangan yang perlu dilakukan adalah: 1) menyusun “masterplan” secara komprehensif untuk pengembangan ekowisata, 2) meningkatkan promosi dan sosialisasi melalui media massa, bandara, event nasional, NGO, dan perguruan tinggi, 3) menekan tingkat kerusakan hutan akibat perladangan berpindah oleh masyarakat tradisional, 4) mengintensifkan pengelolaan ekowisata dengan melibatkan pihak swasta, dan 5) meningkatkan aksesibilitas menuju lokasi obyek ekowisata.

Bukit Tigapuluh National Park with an area of 144,223 ha has high biodiversity of flora and fauna. Wildlife possess high potential for ecotourism development. The Wildlife inventory conducted in the study area by using strip transect method and MacKinnon list species method recorded 49 birds and eight mammals species. Assessment on wildlife attractiveness showed that Helmeted Hornbill (Buceros vigil), Rhinoceros Hornbill (B. rhinoceros), Asian Black Hornbill (Anthracoceros malayanus), Common Flameback (Dinopium javanense), and Great Argus (Argusianus argus) were classified as attractive bird species. Sumatran Tiger (Panthera tigris sumatrae) and Siamang (Sympalangus syndactylus) were the most attractive mammal species, while the Mitre Leaf Monkey (Presbytis melalophos), the Black-handed Gibbon/Owa (Hylobates agilis) were included as attractive mammal species. Among three observed ecotourism tracks, Rumah Pohon track had the highest number of wildlife encountered with 35 records. The second higher encounter rate of wildlife was Bukit Lancang track with 29 times encounters, and the poorest was Anak Sungai Akar track with 18 encounters. Besides wildlife there was some ecotourism objects in the camp granit tourism location. There were : 1) the panorama of nature, 2) granit waterfall, 3) a small lake/pond, 4) mersawa giant tree, 5) tree house, 6) information center, 7) river, and 8) swimming pool. Based on the SWOT analysis, development strategies that needs to be conducted were : 1) development of \"masterplan\" for a comprehensive ecotourism management, 2) increase the ecotourism promotion and dissemination through the mass media, airports, national events, NGOs, and universities, 3) reduce the level of forest destruction due to shifting cultivation, 4) intensify the management of ecotourism by involving the private sector, and 5) improve accessibility to the location of the ecotourism object.

Kata Kunci : Taman Nasional Bukit Tigapuluh, ekowisata, satwa liar, burung, mamal, analisis SWOT.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.