ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN SISA LEBIH PERHITUNGAN ANGGARAN DI PROVINSI MALUKU UTARA TAHUN 2009
Tri Adiyanto Baay, SSTP, Prof. Dr. Abdul Halim, MBA
2011 | Tesis | S2 Magister Ek.PembangunanPenelitian ini tentang analisis sisa lebih perhitungan anggaran (SiLPA). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) di Provinsi Maluku Utara tahun 2009. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari responden melalui penyebaran kuisioner yang berhubungan langsung dengan pengelolaan keuangan, sedangkan data sekunder diperoleh dari biro keuangan. Variabel yang digunakan yaitu pengendalian, pelaku kebijakan, kebijakan pengelolaan keuangan, kebijakan eksekutif daerah, dan kapasitas anggota dewan yang diukur dengan menggunakan skala likert dengan 17 pertanyaan. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa Faktor kapasitas anggota dewan, merupakan faktor tertinggi dengan nilai mean 4,109 dan modus 4 yang menyatakan bahwa responden setuju bahwa faktor kapasitas anggota dewan mempengaruhi adanya SiLPA, sedangkan Faktor kebijakan eksekutif daerah, merupakan faktor kelima dengan mean 2,218 dan modus 2 yang menjelaskan bahwa responden tidak setuju bahwa faktor kebijakan eksekutif daerah merupakan faktor yang mempengaruhi adanya SiLPA.
This research concern on Analysis of Budget’s Measurements Surplus (SiLPA). The objective of this research is to know some factors cause budget’s measurements surplus (SiLPA) in North Mollucas Province in 2009. The data used in the research are primary and secondary data. Primary data obtained by spreading questionnaires to respondents who are related directly to the financial management, while the secondary data obtained from financial bureau. Variables used in this research are controlling, policy actor, financial management policy, local executive policy, and local legislator’s capacity, which are measured by using Likert Scale represented in 17 questions. It can be conclude from the research results that local legislator’s capacity is the most significant factor with mean value 4,109 and modus value 4, means that respondents aggree that local legislator’s capacity affects the SiLPA. Whereas local executive policy is the fifth factor with mean value 2,218 and modus value 2, means that respondents do not aggree that local executive policy affects the existing of SiLPA.
Kata Kunci : pengendalian, pelaku kebijakan, kebijakan pengelolaan keuangan, kebijakan eksekutif daerah, dan kapasitas anggota dewan