Laporkan Masalah

SISTEM NILAI ORGANISASI PADA PERUSAHAAN KELUARGA BATAK TOBA

PAULUS AGUS MALA SIHOMBING, Prof. Dr. Asip F. Hadipranata

2011 | Tesis | S2 Psikologi

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan sistem nilai yang berlaku dalam sebuah organisasi perusahaan keluarga, yang memiliki nilai budaya yang sama sebagai orang Batak Toba. Penelitian tersebut menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi-studi kasus. Etnografi dipakai untuk menjelaskan dan menginterpretasi budaya, atau sebuah kelompok sosial, di mana dalam penelitian tersebut, budaya yang dimaksud adalah budaya Batak Toba. Studi kasus dipakai untuk menjelaskan sebuah kasus tunggal yang berkaitan dengan sistem dalam perusahaan keluarga tersebut. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dan self report, sedangkan data sekunder diperoleh dari observasi dan wawancara terhadap the significant others. Subyek dalam penelitian ini berjumlah tiga orang, yang terdiri dari satu orang manajer dan dua orang adalah karyawan pada perusahaan keluarga tersebut, dengan catatan bahwa ketiga orang tersebut adalah bagian dari keluarga inti. Alasan pemilihan subyek tersebut karena mereka merupakan keluarga inti, sehingga asumsi peneliti memiliki nilai yang sama sebagai keluarga Batak Toba. Disamping itu, pemilihan berdasarkan hirarki puncak dan menengah dari manajemen perusahaan, akan membantu dalam melihat sejauh mana terjadi kesamaan pemahaman terhadap sistem nilai yang berlaku dalam organisasi perusahaan keluarga tersebut. Analisis data dilakukan sesuai dengan pengolahan data pada metode kualitatif yaitu open coding, axial coding dan selective coding. Hasil dari penelitian tersebut menjelaskan bahwa subyeksubyek didalam penelitian tersebut menyadari bahwa keberhasilan yang dimaknai dalam jumlah materi yang dimiliki merupakan sesuatu yang merupakan nilai yang diwariskan melalui pengajaran dan didikan keluarga, terutama orangtua. Nilai budaya tersebut merupakan nilai yang terutama dalam diri subyek-subyek dan dianggap sebagai nilai yang telah teruji dari generasi-ke-generasi. Berdasarkan nilai budaya tersebut, organisasi perusahaan kemudian dibentuk menjadi lebih mengutamakan atau berorientasi pada hasil yang dicapai. Asumsi akan penerapan nilai tersebut, berangkat dari kesadaran subyek-subyek bahwa keberhasilan seorang Batak Toba, hanya terlihat dari materi yang dihasilkan, berupa kemakmuran individu-individu dan berkembangnya perusahaan.

This research proposed to explain the system of values prevailing in the family organization, which has the same cultural values as the Toba Batak. This study used qualitative methods with an ethnographic-case study approach. Ethnography was used to explain and interpret the cultural, or social group, which in this study, the culture of Toba Batak. Case studies were used to describe a case associated with the system in the family business. Data collected in the form of primary and secondary data. The primary data obtained through in-depth interviews and self-reports, while the secondary data obtained from observations and interviews with significant others. The subjects in this study amounted to three persons, consisting of one manager and two men were employed in the family company with a note that the three men were part of the family. The reason for selecting these subjects because they are families, so researchers have assumed the same value with Toba Batak family. In addition, selection based on hierarchical top and middle management firm, will assist in seeing the extent to which there is shared understanding of the value system prevailing in the family organization. Data analysis was carried out in accordance with qualitative methods of data processing, namely open coding, axial coding and selective coding. The results explain that in this study recognized that success is marked on the amount of material is something that has passed through the teaching of values and family education, especially parents. Cultural value is a value particularly in subjects and considered as a value that has been tested from all generations. Based on cultural values, organization then formed into result oriented. The assumption of these values, set off from the consciousness of the subject that the success of the Toba Batak, can only be seen from the material produced, in the form of individual and corporate wealth grow.

Kata Kunci : Sistem nilai, perusahaan keluarga, Batak Toba, etnografi-studi kasus.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.