Laporkan Masalah

Evaluasi kebijakan penyelenggaraan pendidikan luar biasa sebagai alternatif penuntasan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun bagi anak cacat :: STudi kasus di wilayah DKI Jakarta

SUWONDO, Dr. Zamroni

2001 | Tesis | Magister Administrasi Publik

Permasalahan dalam penelitian yang berjudul Evaluasi Kebijakan Penyelenggaraan Pendidikan Luar Biasa sebagai Alternatif Penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 tahun bagi anak cacat adalah bagaimana keberhasilan penyelenggaraan Pendidikan Luar Biasa dalam rangka Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 tahun dan faktor-faktor apa yang mempengaruhi dan menghambat penyelenggaraan Pendidikan Luar Biasa serta strategi apa yang harus dilakukan dalam penyelenggaraan Pendidikan Luar Biasa di DKI Jakarta dalam upaya penuntasan wajib belajar Pendidikan Dasar 9 tahun ba.gi anak cacat. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan penyelenggaraan Pendidikan Luar Biasa di DKI Jakarta sebagaimana yang dituntut dalam Peraturan Pemerintah nomor 72 tahun 1991 serta faktor-faktor yang mempengaruhi dan menghambat penyelenggaraan Pendidikan Luar Biasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Tehnik analisis yang digunakan adalah tehnik deskriptif analisis. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah meskipun berdasarkan data yang ada barn 6.628 anak (± 46,61%) anak cacat di DKI Jakarta memperoleh kesempatan mengikuti pendidikan namun upaya untuk menyediakan berbagai fasilitas yang diperlukan guna memberikan pelayanan pendidikan bagi anak cacat terus dilakukan bailc oleh pemerintah maupun masyarakat. Kesimpulan penelitian yang lain adalah bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat keberhasilan penyelenggaraan Pendidikan Luar Biasa dalam rangka wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun adalah belum meratanya kesempatan memperoleh pendidikan bagi anak cacat, dari berbagai jenis kecacatan yang ada, masih belum optimalnya kemampuan kepala sekolah dan guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar di sekolah yang berakibat mutu pendidikan dan mutu lulusan belum berhasil sebagaimana yang diharapkan. Selain itu kemampuan kepala sekolah dalam mengelola program dan sosialisasi program belum optimal, komunikasi yang tidak efektif dan terbatasnya sumber daya sebagai pendukung keberhasilan program wajib belajar bagi anak cacat. Agar penyelenggaraan Pendidikan Luar Biasa dapat berhasil dan mampu memberikan pelayanan pendidikan kepada anak cacat, perlu dilakukan kegiatan Publikasi dan Sosialisasi secara terus menerus kepada semua lapisan masyarakat khususnya masyarakat yang memiliki anak cacat, dan perlu adanya perubahan Struktur Organisasi Pembina PLB baik di tingkat pusat sampai daerah serta upaya peningkatan koordinasi dengan berbagai instansi terkait dalam upaya pemberian pelayanan pendidikan bagi anak cacat. Dengan demikian pemberian kesempatan seluas-luasnya bagi anak cacat untuk memperoleh pendidikan dapat diwujudkan, melalui pemberdayaan masyarakat. Hal tersebut nampak pada peran masyarakat dalam penyelenggaraan Pendidikan Luar Biasa mat ini cukup besar terbukti dari jumlah lembaga PLB yang ada sebagian besar diselenggarakan oleh masyarakat.

The research problems on Evaluation of Special Education Policy as alternative way of the 9 year-compulsory education completion are how the successful Special Education, what factors influence and obstruct Special Education as well as, what strategy should be done to hold it in Jakarta Special Area (DKI Jakarta) in the effort to complete the 9 year-compulsory education for handicapped and retarded students. The purpose of this research is to investigate how far the success of Special Education in DKI Jakarta as demanded by the decree of Government Policy no.72 in the year of 1991 and what factors will influence and obstruct it. The method used in this research is a case study while the Analytical Technique used is Analytical Descriptive Technique. The conclusion of this research is that just 6,628 children (± 46,61%) handicapped and retarded children in DKI Jakarta receive opportunity to have and take a part in education but the efforts to provide some kinds of educational facilities for the education of handicapped and retarded students are continously conducted by government or society. The other conclusion of this research is that factors influence the low success of Special Education in the 9 year-compulsory education are the opportunity of gething education has not been given to every place for the handicapped and retarded children of all kinds, the unoptimal of the headmasters and teachers abilities in carrying out the teaching learning process at school which affect the education quality and the graduates quality as we hope. Beside, their program management, the unoptimal socialization program and publication, in effective communication, and limited human resources which support the success of compulsary education program for them. In order that Special Education can be successful and able to provide education services to handicapped and retarded children, the activities of socialization and publication must continously be done to all levels of society, especially those who have handicapped and retarded children, and there must be a change of organization structure for the board of Special Education either in the center or local government ; and also the increase of coordination among attached institutions to provide education services for handicapped and retarded children. So, the wider opportunity given to handicapped and retarded children to obtain education can be realized through the society power. It can be seen in the role of society in carrying out Special Education at present is great enough, proved from the amount of these schools which are carried out by the society-not by the government.

Kata Kunci : Kebijakan Pendidikan, Wajib Belajar, Anank Cacat, DKI Jakarta


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.