KAJIAN POTENSI PENGEMBANGAN EKOWISATA DI SUAKA MARGASATWA SERMO KABUPATEN KULONPROGO YOGYAKARTA
Sulistyo Widodo, Prof. Dr. Ir. Chafid Fandeli, M.S.
2011 | Tesis | S2 Ilmu KehutananPengembangan kawasan suaka margasatwa menjadi kawasan ekowisata memerlukan perencanaan yang matang karena dalam kawasan suaka margasatwa, wisata merupakan salah satu tujuan pengelolaan yang diperbolehkan apabila kondisi kawasan tersebut memungkinkan untuk dijadikan kawasan wisata. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui potensi kawasan suaka margasatwa dan faktor-faktor yang dapat mempengaruhinya, sehingga dalam upaya pengembangannya tidak memberikan peluang bagi terjadinya hal-hal yang dapat merusak kelestarian dan keseimbangan ekosistem di kawasan tersebut. Ada berbagai metode yang digunakan pada penelitian ini, antara lain untuk pengambilan data flora menggunakan metode transek dengan sistematik sampling dalam penentuan petak ukurnyadengan intensitas sampling 1%, pengambilan data fauna dengan metode line transek dengan pencatatan menggunakan Daftar MacKinnon, data lanskap diambil dengan pengamatan potensi visual dengan mengacu pada parameter Berau of Land Management (1986) dan pengambilan data persepsi wisatawan dan masyarakat menggunakan kuisioner secara random sampling dengan intensitas sampling 10%, serta interaksi antar ODTW terdekat dengan menggunakan model gravitasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas keanekaragaman flora sangat baik (Kriteria kualitas keanekaragaman flora (Fandeli,1992)) yaitu sebanyak 48 jenis flora. Kualitas keanekaragaman fauna sangat baik (Kriteria kualitas keanekaragaman fauna (Fandeli,1992)) yaitu sebanyak 44 jenis fauna. Potensi lanskap mempunyai kualitas visual A atau sangat baik. Persepsi wisatawan menunjukkan bahwa wisatawan setuju dengan pengembangan kawasan Suaka Margasatwa Sermo sebagai obyek ekowisata. Selain itu masyarakat sekitar juga mendukung kegiatan ekowisata yang diharapkan mampu melestarikan kawasan dan membuka peluang usaha. Peluang pergerakan wisatawan dari ODTW terdekat menunjukan bahwa terdapat pergerakan wistawan sebanyak 738 orang per tahun dari Candi Borobudur dan Pantai Glagah, sehingga secara keseluruhan Kawasan Suaka Margasatwa Sermo sangat potensial untuk dikembangkan sebagai obyek ekowisata.
The development of wildlife areas into ecotourism requires careful planning because at the wildlife area, tourism is one of the management goals that allowed if the condition of the region is possible to be a tourist area. Therefore, it is very important to know the potential of wildlife area and the factors that can influence it, so that in its development efforts does not provide opportunities for the occurrence of the things which can damage the preservation and ecosystem balance in the area. There were various methods used in this study, i.e. data collection of flora use transect method with a systematic sampling for the determination of plots (sampling intentity is 1%), data retrieval fauna use line transect method with a recording take from the List of MacKinnon, landscape data was taken by the potential for visual observation with reference to the parameters of Berau of Land Management (1986) and retrieval of data community and perceptions of tourists use questionnaires by random sampling (sampling intentity is 10%) and interaction between the nearest destination take the gravity model. The results show that the quality of flora diversity is very good (criteria by Fandeli (1992)) as many as 48 species of flora. The quality of fauna diversity is also very good (criteria by Fandeli (1992)), as many as 44 species of fauna. The potential landscape has visual A quality or very good. Perception of tourists show that tourists agree with the development of the Suaka Margasatwa Sermo as an object of ecotourism. In addition, the surrounding community also supports ecotourism activities which expected to conserve the area and be able to improve their welfare. The opportunity of tourists movement from nearest destination show that there are movements of tourists as many as 738 people per year from Borobudur Temple and Glagah Beach. Thus, overall Suaka Margasatwa Sermo is very potential to be developed as ecotourism object.
Kata Kunci : Suaka Margasatwa, Ekowisata, Potensi Kawasan, Persepsi.