Laporkan Masalah

PEMAHAMAN MASYARAKAT DALAM MENGANTISIPASI BENCANA GEMPA BUMI Studi Kasus di Kelurahan Mangga Dua Utara Kec. Kota Ternate Selatan Kota Ternate

Andi Isah, Prof. Dr. Ir. Iman Satyarno, ME.

2011 | Tesis | S2 Mag.Pengl.Bencana Alam

Sebagian besar masyarakat Indonesia dinilai masih awam tentang gempa, padahal Indonesia merupakan daerah yang rawan terlanda bencana alam tersebut. Pulau Ternate merupakan kawasan rawan gempa, akan tetapi kesadaran dan pemahaman masyarakat khususnya masyarakat Kelurahan Mangga Dua Utara masih minim dalam mengantisipasi ancaman yang datang. Kerentanan fisik, sosial, dan lingkungan masyarakat menjadikan Kelurahan Mangga Dua Utara berisiko apabila terjadi gempa. Untuk mengurangi risiko dan menghadapi kemungkinan terburuk, maka diperlukan suatu kajian tentang pemahaman masyarakat dalam mengantisipasi bencana gempa. Upaya pembelajaran dan pemahaman kepada masyarakat dilakukan dalam bentuk sosialisasi. Dalam melakukan kajian, dibutuhkan data dan informasi mengenai karakteristik masyarakat setempat agar peserta kegiatan mencerminkan kondisi masyarakat yang ada. Pengukuran pemahaman masyarakat dilakukan dengan pengisian kuisoner oleh peserta yang hadir. Pemeriksaan rumah masyarakat dilakukan sebagai upaya untuk mengetahui potensi risiko rumah jika terjadi gempa. Data-data yang didapat selanjutnya dihubungkan dengan konsep mitigasi yang ada, serta evaluasi dilakukan untuk mendapatkan gambaran tingkat pemahaman tentang bencana gempa. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan dan pemahaman Masyarakat Kelurahan Mangga Dua Utara masih kurang dalam mengantisipasi bencana gempa. Masyarakat belum banyak mengetahui potensi daerahnya, penyebab, mekanisme, akibat dan upaya mitigasi bencana gempa. Masyarakat dan tukang bangunan juga belum mengetahui tentang bangunan tahan gempa. Pengetahuan dan pemahaman yang dimiliki tukang adalah berdasarkan pengalaman membangun, dan bukan suatu kesadaran maupun pemikiran terstruktur tentang ketahanan bangunan sebagai antisipasi bencana gempa, hal ini dibuktikan dengan hasil pemeriksaan rumah yang menggambarkan seluruh rumah memiliki risiko keruntuhan jika terjadi gempa. Tingkat keberhasilan kegiatan dikategorikan kurang berhasil sehingga ancaman Kelurahan Mangga Dua Utara terhadap bencana masih tetap tinggi. Faktor dominan yang menyebabkan pelaksanaan kegiatan kurang berhasil adalah sikap kurang disiplin dari peserta, keterwakilan unsur masyarakat tidak merata, tidak semua undangan hadir dan pemateri yang kurang menguasai materi.

Although Indonesia is situated on an earthquake-prone area, most of the people are considered lay about earthquake. Ternate Island is one of earthquakeprone areas in Indonesia but with minimum earthquake awareness shown by the people, especially the people in Kelurahan Mangga Dua. Physical, social and environmental vulnerability leads the people of Kelurahan Mangga Dua Utara in risky situation when earthquake occurs. In order to reduce the risk and to cope with the worst possibility, it is required to study the people’s understanding in anticipating earthquake hazard. Efforts to teach and give comprehension to the people were carried out in the form of socialization. In taking the study, it was required to obtain data and information about the characteristics of the local people in order to have participants who reflected the people’s existing condition. Measuring the understanding was carried out through questionnaires. Inspecting the people’s houses was an effort to identify the house risks in earthquake hazard. Obtained data were then related to existing mitigation concept and evaluated to have a brief description on earthquake hazard comprehension. Results of this research showed that people in Kelurahan Mangga Dua Utara were still lack of understanding and comprehension about earthquake hazard anticipation. The people have not been aware with the potential hazard contained in their area, the cause, the mechanism, the impacts and mitigation efforts of earthquake hazard. Either people or builders have not understood how to make earthquake resistant buildings. The builders understanding and comprehension were merely based on experience, not on awareness or structural comprehension about earthquake retention as anticipation of the hazard. This was proved by inspection results that in overall, houses were in risk to rumble when earthquake occurred. Success level was categorized as poor that the hazard threat in Kelurahan Mangga Dua Utara was still high. Dominant causing factors to this were indiscipline behavior of the participants, uneven representation, absence participants and incompetent mentors.

Kata Kunci : Gempa, mitigasi, sosialisasi, Masyarakat Kelurahan Mangga Dua Utara Kota Ternate


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.