HUMANISME RELIGIUS TINJAUAN STRUKTURALISME GENETIK TERHADAP NOVEL KETIKA CINTA BERTASBIH KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY
RONIDIN, S.S., Dr. Novi Siti Kussuji I., M.Hum.
2011 | Tesis | S2 SastraPenelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pandangan dunia novel Ketika Cinta Bertasbih (KCB) karya Habiburahman El Shirazy (HES), mengungkapkan ekspresi pandangan dunia tersebut dalam struktur teks dan struktur sosial novel KCB. Untuk mencapai tujuan itu, penelitian ini menggunakan teori strukturalisme genetik Lucien Goldmann. Metode yang digunakan adalah metode dialektik. Metode dialektik bekerja dengan pemahaman bolak balik antara pandangan dunia, struktur teks, dan struktur sosial. Penelitian dapat dimulai dari mana saja. Karena itu, penelitian ini dimulai dengan memformulasikan pandangan dunia novel KCB, baru setelah itu diungkapkan ekspresi pandangan dunia tersebut dalam struktur teks dan struktur sosialnya. Pandangan dunia yang dapat diformulasikan dalam penelitian ini adalah humanisme religius. Pandangan humanisme religius merupakan suatu refleksi kesadaran dan ikhtiar manusia untuk menghidupkan rasa perikemanusiaan, serta mencita-citakan pergaulan hidup yang lebih baik antarsesama manusia. Nilai-nilai tersebut muncul dari dalam diri manusia secara personal, diwujudkan dalam pikiran, perkataan, maupun perbuatan yang utama. Nilai-nilai tersebut diharapkan membentuk identitas dan kepribadian manusia sebagai makhluk yang baik, sebagai khalifah Tuhan di muka bumi yang dapat membina hubungan yang harmonis dan penuh cinta antara sesama manusia (hablumminannas), serta berbakti kepada Tuhan semesta alam (hablumminallah). Berdasarkan formulasi pandangan dunia humanisme religius, diketahui bahwa struktur teks dan struktur sosial novel KCB tidak lain adalah ekspresi dari pandangan dunia tersebut. Struktur teks novel KCB berpusat pada tokoh Azzam yang mengekspresikan humanisme religius melalui pikiran, perkataan, dan perbuatannya. Karakter Azzam itu terbentuk dari relasi-relasinya dengan tokoh-tokoh lain maupun dengan objek-objek yang ada, serta medan-medan semantis yang terdapat dalam novel KCB. Struktur sosial novel KCB berhubungan dengan kehidupan sosiobudaya mahasiswa Indonesia di Mesir dan masyarakat muslim Indonesia pascareformasi. Kehidupan mahasiswa Indonesia di Mesir dengan dinamika keislaman yang kuat dibawa pulang ke Indonesia dan diperkenalkan kepada masyarakat di tanah air seperti ide-ide, metodologi gerakan, pakaian seperti jilbab dan jubah, atau kelompok– kelompok gerakan dakwah. Situasi itu menjadi bagian dari pengalaman sosiobudaya HES sebagai pengarang sehingga novel KCB lahir merefleksikan realitas tersebut, di dalamnya digambarkan kehidupan masyarakat Indonesia yang penuh dinamika dengan menjadikan Islam sebagai jalan hidup agar terciptanya kehidupan masyarakat yang lebih baik. Sementara itu, kelompok sosial yang mempengaruhi HES adalah Forum Lingkar Pena (FLP) yang berkembang pascareformasi dengan mengusung visi sastra dakwah, sastra yang tidak semata-mata berorientasi pada hal-hal yang profan dan duniawi, tetapi juga mengusung nilai-nilai kemanusiaan, mengembalikan keberadaan manusia dalam posisinya sebagai makhluk yang utuh lahir dan batin. HES dan FLP sama-sama berprinsip menjadikan karya sastra sebagai wadah untuk mencerahkan masyarakat.
The aim of this research is to reveal the worldview of Ketika Cinta Bertasbih (KCB) novel written by Habiburrahman El Shirazy, and to reveal the expressions of these world views in the text structure and social structure of the KCB. To achieve this goal, this study uses the theory of genetic structuralism by Lucien Goldmann. The method of this research is dialectical method which is proposed by the theory. The method works by understanding back and forth between the world view, textual structure, and social structure. This method enables the research to be started from any of those component. Therefore, it begins from the formulation of the novel’s world view and then the expressions of the world view within the textual and social structures. The world view formulated in this research is religious humanism. It reflects human’s awareness and efforts in reviving the sense of humanity and aspiring for better human relationship. The values stem within human being personally and expressed in his thoughts, words, and acts. They are expected to shape human being identity and personality as a good creature; a God’s caliph on earth capable of fostering harmonious and better human relationship (hablumminannas) and devoted to Allah the Almighty (hablumminallah). Judging from the formulation of religious humanism world view, it is found that the text and social structures of KCB are none other than the world view expressions. Text structure of the novel is centered on Azzam, the main character, who expresses the religious humanism in his thoughts, words, and acts. Azzam’s characterization is built by his relations to other characters, available objects, and semantic fields within the novel. Social structure of the novel is linked to sociocultural circumstance of Indonesian students in Egypt and Indonesian Muslim people in the post-reform era. The strong and dynamic Islamic life of Indonesian students in Egypt is then brought home and introduced to Indonesian people through their ideas, movement method, way of clothing, and Islamic missionary movement groups. The situation is a part of the author’s socio-cultural experience. The novel really suggests the reality that the dynamic Indonesians life which follows Islam as a way of life aims to create a better society. Meanwhile, the social circle exerting tremendous influence on the author is Forum Lingkar Pena (FLP) which mushroomed extraordinarily in the post-reform era movements. The organization vision of Islamic literature is not necessarily relying upon profane and worldly matters only, but also to defend humanitarian values, turn human being into his or her noble place as a holistic creature. Both HES and FLP are committed to transform literary works into a means of enlightening the society.
Kata Kunci : humanisme religius, struktur teks, struktur sosial, sosiobudaya, sastra islami, pascareformasi