Laporkan Masalah

Evaluasi Strategi Pemilihan Lokasi ATM Studi Kasus pada Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Utama Pecenongan

Desviyanto Heri Raharjo, Dr. Amin Wibowo, MBA.

2011 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemilihan lokasi ATM di BNI Kantor Cabang Utama Pecenongan terhadap usage ATM perbulan, sehingga memberikan masukan bagi Bank BNI Kantor Cabang Utama Pecenongan dalam menentukan strategi pemilihan lokasi yang akan digunakan untuk penempatan ATM sehingga dengan pemilihan lokasi tersebut dapat memaksimalkan usage ATM ≥ 3000 transaksi perbulan. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis kuantitatif dengan menggunakan Factor-Rating Methode, Break-Even Analisis dan analisis deskriptif dengan menggunakan SWOT. Hasil penelitian dengan membandingkan usage ATM BNI Kantor Cabang Utama Pecenongan selama tahun 2008 terhadap analisa factor rating method bahwa untuk lokasi ATM dengan hasil factor rating method sangat strategis menunjukan usage ≥ 3.000 transaksi perbulannya yaitu untuk ATM yang ada di lokasi Kantor Cabang Utama Pecenongan, Kantor Layanan Krekot, Lokasari, Plaza Gajah Mada, Galeria Pasar Baru, Biro Pusat Statistik, Dir. Anggaran Ged. L, Dir. Layanan Ged. A, Kantor Layanan Departemen Agama. Untuk lokasi dengan hasil analisa factor rating method cukup strategis memiliki usage ≥ 3.000 transaksi perbulannya yaitu pada ATM di lokasi Kantor Layanan Departemen Keuangan Ged. D, Kantor Layanan Pasar Baru 1 dan Kantor Layanan Pasar Baru 2 dan untuk lokasi dengan hasil analisa factor rating method cukup strategis dan kurang strategis dengan usage lebih kecil dari 3.000 transaksi perbulannya untuk ATM di lokasi Harco Pasar Baru, Kantor Layanan Sawah Besar, Metro Atom Pasar Baru, Pos Besar dan Stasiun Juanda. Berdasarkan hasil analisa menggunakan break even analysis diketahui bahwa terdapat beberapa ATM dengan total cost yang rendah tetapi dapat memberikan ATM usage yang tinggi yaitu seperti ATM di lokasi Kantor Cabang Utama Pecenongan, Kantor Layanan Departemen Keuangan Ged. D, Kantor Layanan Krekot, Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kantor Layanan Departemen Agama. Selain itu ada pula lokasi yang total costnya tinggi dan ATM usage yang diperoleh juga cukup tinggi yaitu untuk ATM di lokasi Gajah Mada Plaza, Lokasari Plaza, Galeria Pasar Baru, Kantor Layanan Pasar Baru 1 dan 2, Departemen Keuangan Ged. L dan Departemen Keuangan Ged. A dan untuk lokasi dengan total cost cukup tinggi tetapi ATM usagenya rendah yaitu untuk ATM di lokasi Pos Besar, Harco Pasar Baru, Stasiun Juanda, Kantor Layanan Sawah Besar dan Metro Atom Pasar Baru.

This research is aimed to analyze strategic of ATM location decision at Pecenongan Branch for ATM usages a month, so it can provide input to BNI Pecenongan Branch how to using strategic location decision for ATM placement, so it can maximizing ATM usage more than 3.000 transactions a month. Analyzing tools were used in this research are quantitative analysis using Factor Rating Method, Break-Even Analysis, and descriptive analysis using SWOT. The result of research compared between ATM BNI usages on Pecenongan Branch in 2008 with the result of factor rating method analysis. There are for ATM location with result more strategic shown usage ≥ 3.000 transactions a month are ATM’s on location Kantor Cabang Utama Pecenongan, Kantor Layanan Krekot, Lokasari, Plaza Gajah Mada, Galeria Pasar Baru, Biro Pusat Statistik, Dir. Anggaran Ged. L, Dir. Layanan Ged. A and Kantor Layanan Departemen Agama. For location with result enough startegic shown usage ≥ 3.000 transactions a month there are ATM’s on location Kantor Layanan Departemen Keuangan Ged. D, Kantor Layanan Pasar Baru 1 and Kantor Layanan Pasar Baru 2. And for location with the result enough startegic and less strategic shown ATM usage less than 3.000 transactions a month thera are ATM’s on location Harco Pasar Baru, Kantor Layanan Sawah Besar, Metro Atom Pasar Baru, Pos Besar and Juanda Station. Based on the result using break even analysis was knew that there are few ATM with less total cost but can gave ATM usage higher such as ATM’s on location Kantor Cabang Utama Pecenongan, Kantor Layanan Departemen Keuangan Ged. D, Kantor Layanan Krekot, Badan Pusat Statistik (BPS) and Kantor Layanan Departemen Agama. Beside that there are some location with higher total cost and gave higher ATM usage such as ATM’s on location Gajah Mada Plaza, Lokasari Plaza, Galeria Pasar Baru, Kantor Layanan Pasar Baru 1, Kantor Layanan Pasar Baru 2, Departemen Keuangan Ged. L and Departemen Keuangan Ged. A and for ATM location with highest total cost but gave less ATM usage are ATM’s on location Pos Besar, Harco Pasar Baru, Juanda Station, Kantor Layanan Sawah Besar and Metro Atom Pasar Baru.

Kata Kunci : strategi pemilihan lokasi, usage ATM, factor rating method, break even analysis, total cost.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.