Laporkan Masalah

PASAR OPSI SAHAM INDONESIA: AKANKAH KEMBALI AKTIF DAN MENDATANGKAN KEUNTUNGAN BAGI INVESTOR?

Bagus Panuntun, Prof. Dr. Jogiyanto Hartono, MBA, Ph.D.,

2011 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi apakah dengan melakukan transaksi perdagangan Kontrak Opsi Saham (KOS) di Bursa Efek Indonesia masih bisa mendatangkan keuntungan bagi pemodal. Disamping itu, penelitian ini juga bertujuan untuk Mencari penyebab hal-hal yang dapat membuat instrumen Kontrak Opsi Saham (KOS) menjadi kurang menarik bagi pemodal. Untuk menjawab tujuan tersebut, peneliti menggunakan seluruh data transaksi perdagangan Kontrak Opsi Saham (KOS) selama periode tahun 2007 & 2008 sebagai obyek penelitian. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data sekunder dalam arsip Bursa Efek Indonesia, dengan asset dasarnya yaitu, PT. Astra International Indonesia, Tbk (ASII), PT. Bank Central Asia, Tbk (BBCA), PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk (INDF), PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk (TLKM). Teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan data arsip dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transaksi perdagangan Kontrak Opsi Saham (KOS) di Bursa Efek Indonesia belum bisa mendatangkan keuntungan yang optimal bagi pemodal. Dengan keterbatasan sumber data yang ada dan mekanisme perdagangan yang berbeda pasar saham yang sudah lebih dikenal oleh masayarakat menambah kesulitan pemodal untuk mendapatkan keuntungan dalam bertransaksi KOS.

This study aimed to investigate whether to conduct a transaction of Stock Option Contracts (KOS) in Indonesia Stock Exchange can still be profitable for investors. In addition, this study also aims to finding the cause that can make the Stock Option Contracts (KOS) instrument become less attractive to investors. To answer these objectives, researchers using the entire transaction data of Stock Option Contracts (KOS) for a period of 2007 & 2008 as the object of research. The study was conducted using secondary data in the archives of Indonesia Stock Exchange, with the underlying assets of PT. Astra International Indonesia, Tbk (ASII), PT. Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT. Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) and PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk (TLKM). The sampling technique is using archival data with a purposive sampling method. The results showed that trading Stock Option Contracts (KOS) on the Indonesian Stock Exchange has not been able to bring optimum profit to the investor. With the limitations of published data sources and different trading mechanisms to stock market that has been better known by the investors increase the investors’ difficulties to get profit in the KOS deal.

Kata Kunci : opsi saham, kontrak opsi saham, premi opsi, keuntungan, KOS


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.