Sistem Pengukuran Kinerja dan Pengaturan Keorganisasian yang Ideal bagi Unit Kerja Pengelola Risiko Kredit, Studi Kasus PT Bank Mega, Tbk
Andina, DR. Widigdo Sukarman, MBA, MPA
2011 | Tesis | S2 Magister ManajemenPenelitian ini mengupas secara normatif bagaimana pengaturan keorganisasian unit kerja pengelola risiko kredit yang melakukan analisa kredit, serta penyusunan sistem penilaian kinerja untuk mengetahui efektivitas unit kerja tersebut. Hal ini untuk memitigasi terjadinya risiko kredit pada perbankan yang dapat berdampak secara sistemik terhadap perekonomian suatu negara. Penelitian dilakukan secara kualitatif menggunakan teknik studi kasus pada unit pengelola risiko kredit di PT Bank Mega, Tbk, dengan content analysis untuk menganalisa data yang diperoleh dari internal subjek penelitian serta data eksternal yang relevan dengan penelitian ini. Hasil analisa menunjukkan secara ideal, pengaturan keorganisasian unit kerja pengelola risiko kredit di sebuah bank hendaknya dipisah dengan unit bisnis untuk menghindari intervensi dan konflik kepentingan. Fungsi dan wewenang dari unit kerja pengelola risiko kredit harus dijaga independensinya untuk menghindari bias dalam pengambilan keputusan berupa rekomendasi kredit. Implikasinya, sistem pengukuran kinerja unit kerja pengelola risiko kredit disusun berdasarkan empat perspektif Balanced Scorecard, yakni: (1) Financial, berupa minimalisasi biaya yang timbul akibat kredit bermasalah, (2) Customer, berupa peningkatan kepuasan strategic constituent unit kerja pengelola risiko kredit, (3) Internal Process, berupa akselerasi proses kredit di unit kerja pengelola risiko kredit, dan (4) Learning and Growth, berupa peningkatan kompetensi personel unit kerja pengelola risiko kredit.
This research will normatively reveal how credit analyst unit is set normatively in terms of its organization, and how its performance measurement system is developed in order to know its effectiveness, to mitigate credit risk of a bank which might cause systemic risk in the country. Research is done qualitatively, using case study technique in credit analyst unit in PT Bank Mega, Tbk, and content analysis to analyze relevant data gained from internal and external sources. Data analysis shows that in banking organization, credit analyst unit should not be put under the same supervision with business unit to avoid intervention and conflict of interest. Credit analyst unit’s function and authority should stay independent in order to let biases affect decision making in terms of producing credit recommendation. Thus, credit analyst unit’s performance measurement system is build based on four perspectives of Balanced Scorecard as follows, (1) Financial, which is problem loan cost minimization, (2) Customer, which is credit analyst unit’s strategic constituent satisfaction, (3) Internal Process, which is credit analysis process acceleration, and (4) Learning and Growth, which is credit analyst personal competence enhancement.
Kata Kunci : Perbankan, Kredit, Analis Kredit, Risiko, Strategi, Balanced Scorecard