Laporkan Masalah

PERILAKU PETUGAS KESEHATAN DALAM PENANGANAN LIMBAH MEDIS DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK PEMERINTAH ACEH

Heriansyah, Prof. Dr. dr. Adi Heru Sutomo, M.Sc.

2011 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang: Limbah yang dihasilkan oleh kegiatan rumah sakit dapat membawa risiko yang lebih besar terhadap kesehatan bila tidak di kelola dengan baik dan benar, terutama limbah infeksius (15% s/d 25%) dari jumlah limbah yang dihasilkan rumah sakit. Pada Rumah Sakit Ibu dan Anak Pemerintah Aceh masih terlihat permasalahan bercampurnya limbah medis dan non medis, khususnya limbah medis yang infeksius, belum dikelola dengan baik. Pemisahan limbah berbahaya dari semua limbah pada tempat penghasil limbah adalah salah satu kunci pembuangan limbah yang baik dan ini sangat dipengaruhi oleh perilaku petugas kesehatan yang bekerja pada unit-unit penghasil limbah di rumah sakit. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap, kebijakan rumah sakit dan ketersediaan fasilitas penanganan limbah medis dengan perilaku petugas kesehatan dalam penanganan limbah medis di Rumah Sakit Ibu dan Anak Pemerintah Aceh Metode: Penelitian ini berjenis observasional yang menggunakan rancangan cross sectional survey dengan jumlah responden sebanyak 80 orang. Hasil: Terdapat hubungan positif dan signifikan antara pengetahuan, sikap, kebijakan rumah sakit dan ketersedian fasilitas dengan perilaku petugas kesehatan dalam penanganan limbah medis (p<0,05) dan tingkat keeratan hubungannya rendah. Kesimpulan: Variabel sikap memberikan kontribusi efektif yang sangat besar (17,858%) terhadap perilaku petugas kesehatan dalam penanganan limbah medis.

Background: Waste Produced by the activities of the hospital can bring out the high risk for health if can’t managed properly and correctly. The especially infectious waste (15% until 25%) from total of waste produced by the hospital. In Ibu dan Anak hospital Aceh Government still have problems of mixing medical and non medical waste. Particularly infectious medical waste is not managed properly. Separation of hazardous wastes from all wastes at the site of waste is one key for good waste disposal and this is strongly be affected by the behavior of health workers who work on waste-producing unit in the hospital. Goal: to know the relationship among knowledge, attitude, hospital policy and availability of medical waste treatment facilities with behavioral of health workers in handling of waste in Ibu dan Anak hospital Aceh Government. Method: the design of this study is observational using cross sectional survey design with the total of respondents was 80 persons. Result: there are positive and significant relationship of knowledge, attitude, hospital policy and availability facility with behavioral of health worker in the handling of waste (P<0.05) and low levels of closeness of relationship. Conclusions: attitude variables provide a very large effective contribution (17.858%) against the behavior of health workers in the handling of medical waste.

Kata Kunci : Limbah medis, pengetahuan, sikap, perilaku, kebijakan, fasilitas.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.