Laporkan Masalah

HUBUNGAN KUALITAS UDARA RUANG PERAWATAN DENGAN GANGGUAN FUNGSI PARU PERAWAT DI RSUD UNDATA PALU - SULTENG

Herlina Susanto Sunuh, SKM, Prof. Dr. dr. Soebijanto

2011 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Kerja

Kualitas udara dalam ruang sangat mempengaruhi kesehatan manusia, karena hampir 90% hidup manusia berada dalam ruangan (Susanna, 1998). Sebanyak 400 sampai 500 juta orang khususnya di negara yang sedang berkembang berhadapan dengan masalah polusi udara dalam ruangan (Aditama, 1992). Di Amerika, isu polusi udara dalam ruang ini mencuat ketika Environmental Protection Agency (EPA) pada tahun 1989 mengumumkan studi polusi udara dalam ruangan lebih berat daripada di luar ruangan. Polusi jenis ini bahkan bisa menurunkan produktifitas kerja hingga senilai US $10 milyar (EPA, 2007). Penelitian yang dilakukan oleh Ratiah (2008) ternyata angka kuman ruang perawatan yang ber- AC menunjukkan jumlah diatas 8000 koloni/m3. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan kualitas udara ruang perawatan dengan kejadian obstruksi paru perawat di RSUD Undata Palu. Penelitian dilaksanakan dengan survei analitik dengan pendekatan crosssectional. Sampel penelitian adalah perawat di bangsal catelia, seroja dan bougenville pada RSUD Undata Palu yang berjumlah 35 orang. Data diperoleh melalui wawancara, observasi dan pengukuran yang selanjutnya dianalisis secara univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara kualitas udara terhadap penurunan nilai %FEV1 sangat lemah. Ternyata ada variabel lain yang mempengaruhi penurunan nilai obstruksi paru, yaitu umur, status gizi dan masa kerja sebesar 38,1%. Hal yang paling berpengaruh dari ketiga variabel kontrol tersebut adalah masa kerja, yaitu sebesar 34,2%, artinya semakin lama masa kerja seseorang maka semakin besar pula penurunan nilai %FEV1 nya. Kesimpulan : ada hubungan antara kadar debu, suhu, kelembaban dan angka kuman terhadap obstruksi paru perawat di RSUD Undata Palu namun secara statistik tidak signifikan. Ada variabel lain yang berpengaruh yaitu status gizi, umur dan masa kerja yang secara bersama-sama dapat menyebabkan obstruksi paru pada perawat di RSUD Undata Palu sebesar 38,1%.

Indoor air quality greatly affect to human health, because of nearly 90% of human life are in the room (Susanna, 1998). A total of 400 to 500 million people especially in developing countries dealing with the problem of indoor air pollution (Aditama, 1992). In US, the issue of indoor air pollution was raised when the Environmental Protection Agency (EPA) in 1989 announced a study of indoor air pollution is more severe than in the outdoors. Pollution of this type can even reduce the productivity of labor to the U.S. $ 10 billion (EPA, 2007). Research conducted by Ratiah (2008) found the number of germs that air treatment room - AC shows the number of over 8000 koloni/m3. The aim is to analyze the relationship of air quality room of treatment with the occurrence of lung obstruction nurses in RSUD Undata Palu. This research was carried out with the analytic survey with cross sectional approach. The research samples were nurses on the ward Catelia, Seroja and Bougenville in Palu Undata Hospital totaling 35 people. Data obtained through interviews, observations and measurements were subsequently analyzed by univariate, bivariate and multivariate. The results showed the relationship between air quality against decline in value of %FEV1 very weak. Apparently there were other variables that affect to the impairment value of lung obstruction, such as age, nutritional status and working period amounted to 38.1%. The most influential of the three control variables were years of service, that is equal to 34.2%, meaning the longer the working period a person the greater the decline in its value of %FEV1. Conclusion : The relationship between dust level, temperature, humidity and number of germ against of lung obstruction of nurses in RSUD Undata Palu are not significant.

Kata Kunci : kualitas udara ruang, rumah sakit, perawat, obstruksi paru


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.