EVALUASI PROGRAM PEMBELAJARAN PROBLEM-BASED LEARNING STUDI KUALITATIF PADA STIKES BETHESDA YAKKUM YOGYAKARTA
Yokhanan Muryadi, S.Pd., dr. Mubasysyir H., MA.
2011 | Tesis | S2 Kesehatan Masyarakat/MMPKLatar Belakang: Pembelajaran yang dialami mahasiswa lebih banyak pada “belajar tentang†dari pada “belajar menjadiâ€. STIKES Bethesda YAKKUM Yogyakarta sebagai lembaga pendidikan tinggi keperawatan menerapkan Problem Based Learning. Melalui proses pembelajaran Problem Based-Learning fungsi dosen berubah dari pengajar menjadi mitra dalam pembelajaran; mahasiswa belajar dalam kelompok, berdiskusi, bekerjasama, dan bertanggungjawab atas tujuan belajarnya sendiri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendapat gambaran tentang pelaksanaan program Pembelajaran Problem-based Learning di STIKES Bethesda YAKKUM Yogyakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus yang melibatkan pengelola program, dosen/tutor, unit pelaksana , dan mahasiswa STIKES Bethesda YAKKUM Yogyakarta melalui wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah. Hasil: STIKES Bethesda YAKKUM Yogyakarta memiliki statuta dan Panduan Akademik. Sumber dana 84 % berasal dari orang tua mahasiswa, rasio dosen/tutor 1 : 19; sarana-prasarana pembelajaran meliputi 10 ruang kuliah; 10 ruang tutorial, Unit Perpustakaan, Unit Laboratorium Keperawatan dengan 8 kelompok ketrampilan keperawatan; dan Unit Laboratorium Bahasa. Pengelolaan pembelajaran PBL diawali perencanaan kegiatan setiap awal semester oleh manajemen dan dosen, pelaksanaan koordinasi, pengarahan dan pengawasan dilakukan oleh pengelola program. Pembelajaran PBL menjadikan mahasiswa aktif, lebih kritis, dan lebih memahami masalah, serta lebih efektif dibanding model klasikal. Mahasiswa merasa dengan PBL dapat melatih berpendapat, berbicara, bekerjasama dalam kelompok. Terdapat tanggapan lain bahwa PBL membosankan kegiatannya mencatat dan tidak memahami maksudnya. Kesimpulan: Pelaksanaan program PBL mulai regulasi, dana, SDM, sarana-prasarana sudah sesuai ketentuan yang berlaku, pengelolaan sesuai fungsi-fungsi manajemen mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan. Sumber daya yang dimiliki sudah cukup memadai dan mendukung pelaksanaan pembelajaran PBL.
Background: Learning more experienced students to \"learn about\" rather than \"learning to be\". Bethesda STIKES YAKKUM Yogyakarta as an institution of higher education of nursing to apply Problem-Based Learning. Through the learning process of Problem Based-Learning functions changed from teaching faculty become partners in learning, students learn in groups, conversing, cooperation, and responsible for their own learning goals. Objective: This study aimed to get an idea about the implementation of Problem-based Learning program in Bethesda STIKES YAKKUM Yogyakarta. Methods: This study is a qualitative case study design involving program managers, lecturers / tutors, implementing units, and student STIKES YAKKUM Bethesda Yogyakarta through in-depth interviews and focus group discussions. Results: STIKES Bethesda YAKKUM Yogyakarta has statutes and Academic Guide. Source of funds 84% comes from parents of students, the ratio of lecturers / tutors 1: 19; learning infrastructure includes 10 lecture halls, 10 tutorial rooms, Library Unit, Nursing Laboratory Unit with 8 groups of nursing skills; and Language Laboratory Unit. PBL learning management activities of planning preceded the beginning of each semester by the management and lecturers, the implementation of coordination, direction and supervision conducted by program managers. PBL makes students active learning, more critically, and to better understand the problem, as well as more effective than classical models. Students feel with PBL to train the opinion, talk, work in teams. There are other responses noted that PBL activities boring and not understand his point. Conclusion: The implementation of PBL began regulatory programs, funding, human resources, facilities and infrastructure are in accordance with prevailing regulations, appropriate management of management functions ranging from planning, organizing, directing, and supervision. Its resources are quite adequate and support the implementation of PBL learning.
Kata Kunci : pembelajaran Problem-Based Learning, student centered, aktif, kerjasama, belajar mandiri