HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI MASYARAKAT MISKIN PESERTA JAMINAN KESEHATAN DAERAH DENGAN UTILISASI LAYANAN KESEHATAN DI KABUPATEN NGADA
Maria Bernadina Sada Nenu, Dr. Sigit Riyanto, S.H., LL.M.
2011 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Saat ini pemerintah sedang memantapkan penjaminan kesehatan bagi masyarakat miskin melalui program Jamkesmas sebagai bagian dari pengembangan jaminan secara menyeluruh. Untuk menjamin akses penduduk miskin terhadap pelayanan kesehatan, pemerintah kabupaten Ngada melaksanakan program upaya pemeliharaan kesehatan masyarakat miskin melalui program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Sasaran program ini adalah masyarakat miskin yang tidak termasuk kuota pusat dan tidak termasuk yang sudah mempunyai jaminan kesehatan lainnya. Jumlah masyarakat miskin kabupaten Ngada yang dijamin sebesar 8000 jiwa. Adanya jaminan tersebut diharapkan masyarakat miskin dapat menggunakan pelayanan kesehatan menurut kebutuhannya. Namun pada kenyataannya tingkat pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh masyarakat miskin masih rendah. Tujuan: Mengetahui pemanfaatan layanan kesehatan dan faktor-faktor yang berhubungan dengan utilisasi pelayanan kesehatan di kabupaten Ngada. Metode: Penelitian analitik dengan rancangan cross sectional menggunakan metode kuantitatif didukung kualitatif. Penelitian ini dilakukan di 4 puskesmas (2 puskesmas di daerah perkotaan dan 2 puskesmas di daerah pedesaan) dengan unit analisisnya adalah masyarakat miskin. Subyek penelitian adalah masyarakat miskin. Sampel penelitian adalah masyarakat miskin yang telah diseleksi. Instrumen penelitian adalah kuesioner dan panduan wawancara. Data kuantitatif dianalisa dengan analisa bivariat menggunakan uji statistik contingensi coefisient, analisa multivariat dengan uji regresi logistik. Hasil: Dari 344 responden, 60,5% telah memanfaatkan pelayanan kesehatan gratis dengan kartu miskin Jamkesda. Faktor yang secara signifikan berhubungan (p<0,05) dengan utilisasi layanan kesehatan adalah persepsi pasien miskin tentang manfaat kartu miskin Jamkesda, persepsi pasien miskin terhadap administrasi birokrasi, persepsi pasien miskin terhadap biaya tambahan, persepsi pasien miskin terhadap layanan dan akses. Faktor paling dominan yang berhubungan dengan perilaku pemanfaatan layanan kesehatan adalah persepsi terhadap biaya tambahan (Uji Wald=47,707). Alasan masyarakat miskin tidak memanfaatkan pelayanan kesehatan adalah besarnya biaya obat-obatan dan biaya transportasi. Kesimpulan: Sebagian masyarakat miskin peserta Jamkesda di wilayah kabupaten Ngada belum memanfaatkan pelayanan kesehatan gratis yang disediakan pemerintah. Faktor paling dominan yang berhubungan dengan utilisasi layanan kesehatan adalah persepsi tentang biaya tambahan berupa biaya obat-obatan.
Background: The government is currently emphasizing health insurance for poor community through community health insurance program as part of comprehensive health development. To ensure access of poor community to health service, district government of Ngada implements the program of poor community health maintenance through local health insurance program (Jamkesda). The target of the program is poor community not covered in the central government scheme and other health insurance mechanisms. The quantity of poor community at District of Ngada covered by this local scheme are as many as 8000 people. With the availability of the insurance poor community can utilize health service as necessary. However, in reality the utilization of health service by poor community is still relatively low. Objective: To identify factors associated with the utilization of health service by poor community at District of Ngada. Method: This analytical study used cross sectional design and quantitative as well as qualitative methods. The study was undertaken at 4 health centers (2 at urban area and 2 at rural area. The analysis unit were poor communities at the health centers of Kota, Waepana, Natarandang and Riung. Subject of the study consisted of poor communities. Samples were poor community that had been purposively selected. Data were obtained from questionnaire and interview guide. Analysis of quantitative data used bivariate with contingensi coefisient statistical test, multivariate with logistic regression. Result: Out of 344 respondents, 60.5% utilized free health service at District of Ngada. Factors significantly associated (p<0.05) with the utilization of health service by poor community were perception about the benefit of Jamkesda card for poor community, perception about bureaucracy administration, perception about extra cost, perception about service and access. Factor most dominantly associated with behavior in the utilization of health service is perception about extra cost (Wald= 47.707). The reason why poor community did not utilize health service were drug cost and the amount of transportation cost that had to be paid to reach health facilities. Conclusion: Half of poor community participants of Jamkesda at District of Ngada had not utilize free health service provided by the government. Factors most dominantly associated with the utilization of health service were perception about extra expenditure in the form drug cost.
Kata Kunci : utilisasi layanan kesehatan, masyarakat miskin