KAJIAN SISTEM PERTANIAN TERPADU TANAMAN - SAPI PERAH DI NGANTANG KABUPATEN MALANG
Rohmad Budiono, Prof. Dr. Ir. Djoko Prajitno, M.Sc
2011 | Tesis | S2 AgronomiTujuan penelitian ini adalah : (1) Mengetahui pelaksanaan sistem pertanian terpadu tanaman - sapi perah dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat integrasi pada sistem pertanian terpadu di Kecamatan Ngantang, (2) Mengetahui berapa kontribusi masing-masing usahatani tanaman-ternak dan interaksinya terhadap pendapatan total usahatani integrasi tanaman-ternak, dan (3) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan pada usahatani integrasi tanaman-ternak. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang yang meliputi desa Banjarejo, desa Sidodadi dan desa Simo-Sidodadi pada bulan April 2010 sampai dengan bulan Oktober 2010. Pengambilan sampel menggunakan metode stratified random sampling, data yang telah terkumpul dianalisis secara statistik baik diskriptif maupun inferensi untuk data kualitatif dan kuantitatif serta analisis varian klasifikasi hirarki (hierarchical classification) menggunakan program SAS 9.0 (Statistical Analysis System 9.0). Hasil penelitian adalah : Usahatani yang dilakukan oleh masyarakat petani Ngantang telah menerapkan sistem pertanian terpadu dengan tingkat integrasi yang berbeda. Pola integrasi padi-sapi perah mempunyai tingkat integrasi rendah, pola integrasi kentang-sapi perah mempunyai tingkat integrasi sedang dan pola integrasi kakao-sapi perah mempunyai tingkat integrasi tinggi. Masing-masing pola integrasi memberikan kontribusi yang berbeda terhadap pendapatan total petani. Kontribusi usahatani padi, kentang dan kakao berturut-turut sebesar 41,5%; 38,4% dan 11,2% terhadap total pendapatan usahatani. Aplikasi pupuk kandang memberikan kontribusi terhadap peningkatan produksi padi sebesar 1,01 t/ha atau meningkat sebesar 17,6%; pada kentang sebesar 5,53 t/ha atau meningkat sebesar 53,8% dan pada kakao dapat meningkatkan produksi sebesar 0,62 t/ha atau meningkat 23,47% dibandingkan dengan cara parsial. Keterpaduan pada pola integrasi padi-sapi perah diperoleh keuntungan hanya pada peran ekonomi, sedangkan keterpaduan pada pola integrasi kentang-sapi perah dan kakao-sapi perah telah diperoleh keuntungan dalam peran ekonomi dan peran biologi atau natural.
The purpose of this study were: (1) Determine the implementation of an integrated system of agriculture crop - dairy cows and determine the factors that influence the level of integration in integrated farming systems in Ngantang, (2) Find out how much contribution of each crop-livestock farming system and its interaction with total income of farm croplivestock integration, and (3) Determine the factors affecting farm incomes in croplivestock integration. The experiment was conducted in District Ngantang, Malang Regency which include Banjarejo, Sidodadi and Simo-Sidodadi village in April to October 2010. Sampling using stratified random sampling method, collected data were statistically analyzed both descriptive and inference to the qualitative and quantitative data and a hierarchical classification analysis of variance (hierarchical classification) using the program SAS 9.0 (Statistical Analysis System 9.0). The results were: farming is done by Ngantang farming communities have adopted integrated farming system with different levels of integration. Integration pattern of paddy-dairy cattle in low level of integration, integration patterns of potatoes-dairy cattle in medium level of integration and integration patterns of cocoa-dairy cattle in a high level of integration. Each pattern of integration gives a different contribution to total income of farmers. The contribution of rice, potatoes, and cocoa farming are 41.5%, 38.4% and 11.2% of total farm income, respectively. Manure application contributed to the increase in rice production amounted to 1.01 t / ha (increase 17.6%), in potatoes can increase about 5.53 t / ha (increase 53.8%), and in cocoa can increase production about 0.62 t / ha (increase 23.47%), compared with partial manner. The integration in rice-dairy cattle integration gains only on the economic role, while the integration on potato and cocoa-milk dairy cattle cows integration have been obtained advantages in the economic and biology or natural role.
Kata Kunci : Sistem pertanian terpadu, integrasi padi-sapi perah, integrasi kentangsapi perah, integrasi kakao-sapi perah, kontribusi