Laporkan Masalah

FAKTOR TEKNIS, ORGANISASI DAN PERILAKU YANG BERHUBUNGAN DENGAN MUTU REKAM MEDIS DI RSUD dr. M. HAULUSSY, AMBON

Dyah Paramita Indreswari, dr. Lutfan Lazuardi, M. Kes., PhD; Anis Fuad, S. Ked., DEA

2010 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang: Rumah sakit sebagai salah satu mata rantai pelayanan kesehatan yang mempunyai fungsi penyembuhan, pemulihan dan upaya peningkatan kesehatan serta pencegahan penyakit. Untuk mendukung proses ini, maka sistem informasi rumah sakit wajib terlaksana demi menjamin keputusan manajerial dan klinis yang tepat dan berbasis bukti.Inti dari sistem informasi rumah sakit terletak pada catatan rekam medis. Tujuan penelitian: mengeksplor faktor teknis, organisasi dan perilaku yang berhubungan dengan kelengkapan rekam medis di RSUD Dr. M. Haulussy, Ambon. Metode: Penelitian ini menggunakan mixed methods dengan design explanatory, yaitu kombinasi antara metode kuantitatif dan kualitatif. Penelitian kuantitatif menggunakan rancangan penelitian cross sectional survey dan penelitian kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam. Penelitian dilakukan di ruang rawat inap di RSUD Dr. M. Haulussy, Ambon yang memiliki kelengkapan rekam medis tertinggi yaitu ruang penyakit dalam wanita dan kelengkapan rekam medis terendah yaitu ruang kebidanan. Subjek penelitian adalah rekam medis, dokter serta paramedis. Hasil dan Pembahasan: Adanya hubungan erat dan pengaruh antara faktor teknis yaitu kompleksitas format rekam medis dan SOP pengisian rekam medis dengan kelengkapan rekam medis. Paramedis memandang rekam medis secara sektoral bukan sebagai satu kesatuan informasi yang utuh serta berguna untuk unit dan rumah sakit dalam pengambilan keputusan. SOP pengisian rumah sakit belum pernah disosialisasikan kepada paramedis di ruangan. Faktor organisasi tidak memiliki hubungan dengan kelengkapan rekam medis. Faktor perilaku memiliki hubungan dengan kelengkapan rekam medis. Kesimpulan dan Saran: Pemahaman rekam medis sebagai satu kesatuan yang utuh dan berguna untuk pengambilan keputusan rumah sakit perlu ditingkatkan dikalangan tenaga kesehatan. Sosialisasi dan pemberlakuan SOP pengisian rekam medis di setiap ruang rawat diperlukan untuk menunjang kelengkapan rekam medis. Sistem pembiayaan rumah sakit seperti INA-DRG untuk kelas 1 dan 2 diperlukan dalam menunjang kelengkapan rekam medis.Sistemkeuangan yang sehat juga dapat memotivasi paramedic dalam melengkapi rekam medis. Sosialisasi UU Praktik Kedokteran dapat diterapkan untuk menunjang kelengkapan rekam medis. Perencaaan sumber daya manusia dan evaluasi rutin kelengkapan rekam medis perlu selalu mendapat perhatian

Background: Hospital as one health service agent, had a function to curing, recovering, and effort to increasing a health as well as disease prevention. To support the process, a hospital information system need be administered to ascertain a proper management and clinical decision and evidenced based. The core of hospital information system located in medical record. Objective: To explore the technical factors, organization and behavior that correlated to medical record completeness in Dr. M. Haulussy Regional General Hospital, Ambon. Methods: The research used mixed methods by explanatory design, that is a combine of qualitative and quantitative methods. The quantitative research using research design a cross sectional survey and qualitative research using in depth interview. The research was done in inpatient room in Dr M. Haulussy Regional General Hospital, Ambon, which had highest medical record completeness, that was in woman internal disease room and lowest medical record completeness in midwifery room. The subject was medical record, physicians and paramedics. Results and Discussion: There were a close correlation and influence between technical factors, that was complexity of medical record format and Standard Operating Procedure to fill a medical record and medical record completeness. Paramedic considering a medical record as a partial not as one complete united information as well as benefit for unit and hospital in decision making. Standard Operating Procedure to fill a medical record not socialized yet to their paramedics. Organization factors have no correlation with medical record completeness. Behavior factors had a correlation with medical record completeness. Conclusions and Recommendation: An understanding on medical records as a complete united and benefit to decision making for a hospital, need to increasing in health staff. Socialization and implementation of Standard Operating Procedure in filling a medical record in each care room, was need to support a medical recored completeness. Hospital financing system as INA-DRG for First Class and Second Class, was needed to support a medical record completeness. Healthy financial system also could motivated a paramedics to made complete medical recored. Socialization of Medicine Practical Act could be implemented to support a medical record completeness. Human resource planning and routine evaluation of medical record completeness need get attention.

Kata Kunci : sistem informasi rumah sakit, rekam medis, faktor teknis, faktor organisasi, faktor perilaku


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.