POLA ASUH DAN STATUS GAKY SEBAGAI FAKTOR RISIKO TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK SEKOLAH DASAR YANG TINGGAL DI DAERAH ENDEMIK GAKY
Jumirah, Toto Sudargo, SKM., M.Kes.
2011 | Tesis | S2 Kesehatan Masyarakat/GK
Latar Belakang : GAKY pada anak sekolah dasar menimbulkan terjadinya tingkat kecerdasan yang rendah, terutama mereka yang tinggal didaerah endemik. Kecamatan Cangkringan merupakan salah satu kecamatan endemik GAKY dengan TGR 39,5% sedangkan tingkat siwa yang tidak naik tahun 2008-2009 mencapai 6,6%.
Tujuan : Untuk mengetahui pola asuh dan status GAKY sebagai faktor risiko terhadap kemampuan kognitif anak sekolah dasar yang tinggal di daerah endemik GAKY.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan kasus kontrol. Subyek penelitian sebanyak 210 anak. Data yang diambil umur, jenis kelamin, tinggi badan, berat badan lahir, pola asuh orang tua, tingkat pendidikan orang tua, pekerjaan ibu, jumlah anggota keluarga, pendapatan keluarga dan Status GAKY.Data kemampuan kognitif diukur dengan instrumen CFIT ( Culture Fair Intelligent Test). Analisis data dengan menggunakan distribusi frekuensi, analisis Bivariat dan regresi logistik. Semua analisis statistik dilakukan dengan tingkat kemaknaan α=0,05 dan interval kepercayaan (IK) 95%.
Hasil : Hasil Analisis bivariat pola asuh menunjukkan nilai odd ratio (OR) 1,2 dengan confidence interval (CI) 0,29 Background: IDD in elementary school children causes the prevalence for low intelligence, particularly in those living at endemic areas. Meta analysis of 18 studies shows that individuals suffering from IDD have average IQ 13.5 lower than those without IDD. Subdistrict of Cangkringan is IDD endemic area with Total Goitre Rate (TGR) 39,5% and 6.6% of elementary school children failed in school in 2008-2009.
Objective: To find ways parenting and status of IDD as risk factors of cognitive capability of elementary school children at IDD endemic areas.
Method: The study was analytic observational with case control design. Subject of the study were 210 children. The data obtained consisted of age, gender, height, birth weight, nutrition status (height/age), parenting of parents, education of parents, occupation of mothers, number of family members, family income and IDD status. Cognitive capability was measured using Culture Fair Intelligent Test (CFIT) instrument. Analysis used frequency distribution, bivariate analysis and logistic regretion. All statistical analysis were made at confidence interval (CI) 95%.
Result: The result of bivariate analysis showed the value of parenting odd ratio (OR) 1,2 Is with CI=1,11
Kata Kunci : Pola asuh bukan merupakan faktor risiko terhadap kemampuan kognitif. Subyek yang menderita GAKY berisiko untuk mempunyai kemampuan kognitif lebih rendah dibandingkan dengan anak yang tidak menderita GAKY pada anak sekolah dasar yang tinggal didaerah endem