PENGARUH JUMLAH KONSUMSI DAN METODE MEMASAK IKAN TERHADAP KEJADIAN DISLIPIDEMIA
Farida Nailufar, Martalena Br. Purba, MCN., Ph.D.
2011 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang : Beberapa penelitian menyatakan bahwa konsumsi ikan sedikitnya 200-400 g/minggu dapat menurunkan resiko terkena serangan jantung. Omega 3 yang terdapat pada ikan dapat mencegah penyakit jantung dan penyakit degeneratif lainnya. Akan tetapi konsumsi ikan yang tinggi namun diolah dengan cara yang salah tidak menunjukkan adanya hubungan dengan penurunan resiko penyakit jantung. Metode menggoreng menyebabkan terserapnya minyak goreng di dalam daging ikan dan lemak ikan justru terbuang keluar selama proses penggorengan, karena asam lemak omega 3 mudah sekali mengalami kerusakan akibat pemanasan seperti penggorengan akibat proses oksidasi. Tujuan Penelitian : Mengetahui pengaruh jumlah konsumsi dan metode memasak ikan terhadap kejadian dislipidemia. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan penelitian kasus kontrol pada pasien yang memeriksakan dirinya di Laboratorium Prodia Samarinda. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 152 pasien yang terdiri dari 76 kasus dan 76 kontrol. Kasus adalah penyandang dislipidemia dan kontrol adalah bukan penyandang dislipidemia dipadankan berdasarkan jenis kelamin dan usia. Uji statistik yang digunakan untuk menganalisis hubungan adalah uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil : Terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata jumlah konsumsi ikan pada kasus dan kontrol (164,86 ± 63,61 g vs 218,55 ± 62,21 g ; p<0,05). Perbedaan yang signifikan antara kasus dan kontrol juga terlihat pada variabel status gizi IMT (24,53 ± 2,4 vs 23,26 ±1,6), asupan SFA (34,58 ± 5,82 vs 28,27 ± 5,4), karbohidrat sederhana (63,86 ± 13,67 vs 49,35 ± 11,81), sayur dan buah (42,61 ± 20,17 vs 53,48 ± 23,47) serta lingkar pinggang (88,88 ± 9,08 vs 86,21 ± 7,8) ; (p < 0,05). Pada hasil akhir analisis multivariat jumlah konsumsi ikan tidak menunjukkan hubungan yang bermakna (p>0,05), sedangkan metode memasak menunjukkan hubungan yang bermakna terhadap kejadian dislipidemia (p<0,05 ; OR =10,836). Kesimpulan : Tidak terdapat pengaruh yang bermakna antara jumlah konsumsi ikan dengan kejadian dislipidemia. Pengaruh yang bermakna terdapat pada metode memasak, yaitu metode memasak yang tidak sesuai anjuran dapat meningkatkan resiko terkena dislipidemia sebesar 10,83 kali.
Background: Some studies state that consumption minimum 200-400 gram of fish per week can reduce the risk of coronary heart disease. Omega 3 (n3) polyunsaturated fatty acids in fish have cardioprotective effects. However, the cardiac effect of fish consumption are not primarily related to the amount of fish consumed but also it’s cooking method. The cooking method (eg, frying) may alter the fatty acid content of a fish meal by absorbing fatty acids from cooking oils and adding trans fatty acids. Non-fried fish consumption (eg, boiled or steamed) was associated with lower risk of coronary heart disease but fried fish was not. Objective: To identify quantity of fish consumed and the cooking method with the prevalence of dyslipidemia. Method: The study was observational with case control design in patients that checked themselves at Prodia laboratory of Samarinda. Respondents consisted of 152 patients, comprising 76 cases and 76 control. Cases were patients with dyslipidemia and control were those without dyslipidemia matched according to gender and age. Analysis used chi square statistical test at confidence interval 95% to find out the effect. Result: There was significant difference in average of fish consumed between case and control group (164.86 + 63.61 g vs 218.55 + 62.21 g; p<0.05). There was also significant difference between case and control group in variables of body mass index (24.53 + 2.4 vs 23.26 + 1.6), intake of saturated fatty acids (34.58 + 5.82 vs 28.27 + 5.4), simple carbohydrate (63.86 + 13.67 vs 49.35 + 11.81), fruit and vegetable (42.61 + 20.17 vs 53.48 + 23.47) and waist circumference (88.88 + 9.08 vs 86.21 + 7.8); (p<0.05). In the final multivariate analysis, quantity of fish consumed has no influences with dyslipidemia (p>0,05), but the influence is in the cooking method process (p<0,05 ; OR=10,83). Conclusion: There was no influence between quantity of fish consumption. The effect is in the cooking method process. Risk for the prevalence of dyslipidemia was 10,83 times greater in the subject who the cooking method is not suitable the recommendation.
Kata Kunci : konsumsi ikan, omega 3, metode memasak, dislipidemia