HUBUNGAN SOSIAL EKONOMI, POLA ASUH, POLA MAKAN DENGAN STUNTING PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN LUT TAWAR KABUPATEN ACEH TENGAH
Basri Aramico, Toto Sudargo, SKM., M.Kes.
2011 | Tesis | S2 Kesehatan Masyarakat/GKLatar Belakang: Masih tingginya prevalensi anak pendek yang menunjukkan masalah gizi di Indonesia merupakan masalah kronis yang berkaitan dengan kemiskinan, rendahnya pendidikan dan kurang memadainya pelayanan dan kesehatan lingkungan. Masalah gizi oleh banyak faktor yang saling terikat secara langsung dapat dipengaruhi oleh penyakit infeksi dan kurangnya asupan gizi secara kualitas maupun kuantitas, sedangkan secara tidak langsung dipengaruhi oleh jangkauan dan kualitas pelayanan kesehatan, pola asuh anak yang kurang memadai sanitasi lingkungan serta rendahnya ketahanan pangan di tingkat rumah tangga Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara aspek sosial ekonomi keluarga, pola asuh, pola makan dan stunting pada anak sekolah dasar. Metode: Penelitian observasional analitik menggunakan rancangan cross sectional dan metode kuantitatif, jumlah sampel 378 anak, yaitu siswa sekolah dasar kelas I-III pada 11 sekolah dasar. Sampel diambil berdasarkan proportional random sampling, pengumpulan data melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner, pengolahan dan analisis data menggunakan program komputer yaitu analisis univariate, bivariate dan multivariate. Hasil: Tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan status gizi (p=0,39) OR 1,22, tidak ada hubungan antara umur dengan status gizi (p=0,25) OR 0,73, tidak ada hubungan antara akses pelayanan kesehatan dengan status gizi (p=0,78) OR 0,93. Ada hubungan antara pendidikan ibu dengan status gizi (p<0,001) OR 4,06, ada hubungan antara pendidikan ayah dengan status gizi (p<0,001) OR 3,37, ada hubungan antara jumlah balita dalam keluatga dengan status gizi (p=0,007) OR 2,71. Ada hubungan antara pendapatan orang tua dan status gizi (p <0,001) OR 7,8. Ada hubungan antara pola asuh dengan status gizi (p<0,001) ) OR 8,07, ada hubungan antara pola makan dengan status gizi (p<0,001) OR 6,01.
Background: High prevalence of stunted children indicates that nutrition problem in Indonesia is a chronic problem associated with poverty, low education and lack of service and environmental health. The high and low birth weight infant malnutrition in children under five will have an impact on growth disorders in children new school entry age. Objective: To identify association between social economic aspect of the family, rearing pattern, eating pattern and stunting in elementary school children. Method: The study were analytic observational. It used cross sectional design and qualitative method. Data were obtained through observation and interview using questionnaire. Analysis used chi square at confidence interval 95%. number of samples 378 of children. Result: There were association between maternal education and nutritional status (p <0.001) OR 4.06; father education and nutritional status (p <0.001) OR 3.37; number of underfives and nutrition status with nutritional status (p = 0.007) OR 2.71; income of parent and nutritional status (p <0.001) OR 7.8; rearing pattern and nutritional status (p <0.001)) OR 8.07; eating pattern and nutritional status (p <0.001) OR 6.01. There were dominant association between rearing pattern and nutritional status with OR of 8, between eating patern, income of parent and nutritional status with OR of 6.01 There were no association between acces and utilization of health service and nutritional status (p=0,78) OR=0,93. Conclusion: There were significant association between social economi, rearing pattern, eating pattern and nutrition status.
Kata Kunci : Ada hubungan yang signifikan antara pola asuh, penghasilan orang tua dan pola makan dengan status gizi. Tidak hubugan antara jenis kelamin, umur dan akses pemanfaatan pelayanan kesehatan dengan status gizi.