POSITIVE DEVIANCE PADA STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ASTANAJAPURA KABUPATEN CIREBON TAHUN 2010
Pepi Hapitria, Prof. dr. Djaswadi D., MPH., SpOG(K)., Ph.D.
2011 | Tesis | S2 Kesehatan Masyarakat/ELLatar Belakang: Positive deviance merupakan pendekatan yang berbasis pada “kekuatan†atau “modal†atas dasar keyakinan bahwa di setiap masyarakat ada individu-individu tertentu “pelaku positive deviance†yang mempunyai kebiasaan dan perilaku spesial, atau tidak umum. Hal tersebut memungkinkan mereka dapat menemukan cara-cara lebih baik untuk mencegah kekurangan gizi dibandingkan dengan masyarakat disekitarnya yang memiliki sumber daya dan menghadapi risiko yang sama. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh perilaku/kebiasaan positive deviance pada keluarga miskin terhadap status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Astanajapura Kabupaten Cirebon Metode penelitian: Merupakan jenis penelitian observasional dengan rancangan unmatched case control study dan pendekatan kuantitatif serta kualitatif. Subjek penelitian adalah balita usia 6-59 bulan. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner,melalui wawancara. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariabel, bivariabel menggunakan chi-square dan multivariabel menggunakan analisis regresi logistik untuk menentukan OR dan 95% CI dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil:. Status gizi baik pada balita mempunyai hubungan yang signifikan dengan perilaku positive deviance (OR=7,43; 95%CI=1,89-29,17). Faktor lain yang secara signifikan berpengaruh terhadap status gizi baik pada balita adalah tingkat pendidikan ibu (OR=6,63; 95%CI=1,63-23,90) dan umur balita (OR=4,05; 95% CI=1,16-14,10). Hasil analisis kualitatif pada keluarga miskin dengan balita status gizi baik diperoleh adanya kebiasaan mengkonsumsi sayur oyong dan ikan belanak sebagai makanan yang sering dikonsumsi ditunjang dengan kebiasaan pengasuhan, kebersihan dan perawatan kesehatan yang baik. Kesimpulan: Status gizi baik pada anak balita mempunyai hubungan yang signifikan dengan perilaku positive deviance.
Background: Positive deviance is a ‘power’ based approach having a belief that in each community there are certain individuals as the actors of ‘positive deviance’ that own specific habit and behavior. They might find out better ways to prevent nutritional deficiency compared to their surroundings that possess the same resource and face the same risk as well. Objective: To find out positive deviance behavior in poor family towards under-five children’s nutritional status in Astanajapura Health Center working area of Cirebon District. Method: The study used a case control study design and in-depth interview. Subjects were under-five children 6-59 months of age. Data collection used a questioner and interview. Data analysis used univariate, bivariate, and multivariate analysis with logistic regression to determine OR and 95% CI of the effect of positive deviance behavior towards underfive good nutritional status Results: Under-five good nutritional status was significantly related to positive deviance behavior (OR=7.43; 95%CI=1.89–29.17). The other factors affecting under-five good nutritional status were maternal education (OR=6.63; 95%CI=1.63–23.90) and under-five age (OR=4.05; 95% CI=1.16–14.10). Conclusion: Under-five good nutritional status had a significant relationship with positive deviance behavior.
Kata Kunci : Status gizi, perilaku positive deviance, balita