FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN DOKTER GIGI DALAM MENERAPKAN STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL PENCABUTAN GIGI PADA SARANA PELAYANAN KESEHATAN GIGI DI KOTA BUKITTINGGI DAN KABUPATEN AGAM
Minarni, Prof. drg. Niken Widyanti S., MDSc.
2011 | Tesis | S2 Kedokteran GigiLatar Belakang: Salah satu persyaratan yang mendasar dalam pelayanan kesehatan adalah menjamin bahwa tindakan medik yang diputuskan harus aman dan memenuhi standar. Keberadaan standar memberi manfaat mengurangi variasi proses, merupakan persyaratan profesi dan dasar untuk mengukur mutu. Ketidakpatuhan terhadap Standar Prosedur Operasional (SPO) pencabutan gigi masih banyak dijumpai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan dokter gigi dalam menerapkan SPO pencabutan gigi pada sarana kesehatan di kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan menggunakan rancangan cross sectional, responden berjumlah 52 orang dokter gigi. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner dan checklist untuk mengukur pengetahuan, sikap, umur dan jenis kelamin dokter gigi, ketersediaan sarana, sistem pelaksanaan SPO dan dukungan organisasi terhadap kepatuhan dokter gigi dalam menerapkan SPO pencabutan gigi. Analisis data dengan menggunakan analisis: univariart korelasi product moment dan regresi berganda. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil analisis regresi menunjukkan bahwa variabel bebas: pengetahuan, jenis kelamin, sistem pelaksanaan SPO, dukungan organisasi dan sikap kecuali variabel umur dan ketersediaan sarana berhubungan secara signifikan dengan kepatuhan dokter gigi dalam menerapkan SPO pencabutan gigi. Seluruh variabel bebas kecuali umur dan ketersediaan sarana memberikan kontribusi sebesar 68,4% (R² = 0,684) terhadap kepatuhan dokter gigi dalam menerapkan SPO pencabutan gigi dan sikap dokter gigi tentang SPO pencabutan gigi memberikan sumbangan sebesar 17,5% (Partial Eta Square = 0,175) terhadap kepatuhan dokter gigi dalam menerapkan SPO pencabutan gigi. Kesimpulan: 1). Semakin baik pengetahuan, sikap, sistem pelaksanaan SPO, dan dukungan organisasi institusi semakin patuh dokter gigi dalam menerapkan SPO pencabutan gigi. 2). Dokter gigi perempuan lebih patuh daripada dokter gigi laki-laki terhadap pelaksanaan SPO pencabutan gigi. 3) Variabel sikap mempunyai kontribusi terbesar terhadap kepatuhan dalam menerapkan SPO pencabutan gigi. 4). Umur dokter gigi dan ketersediaan sarana ternyata tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kepatuhan dokter gigi dalam menerapkan SPO pencabutan gigi.
Background: One fundamental requirement in dental services is to ensure that the decision for medical intervention should meet the standard and safety. Availability of standard gives the benefits of minimizing process variation, fulfilling professional requirement, providing the foundation of quality measurement. Non adherence to standard operational procedure of tooth extraction is still commonly found. The aim of the study to identify factors influencing adherence of dentists to the implementation of SOP of tooth extraction in health facilities at Bukittinggi Municipality and District of Agam. Method: The study was a survey that used a cross sectional approach. Respondents consisted of 52 dentists. Research instruments were questionnaire and checklist to assess knowledge, attitude, age and gender of dentists, availability of facilities, implementation system of SOP and organizational support for the adherence of dentists to SOP of tooth extraction. Data analysis used double regression test and product moment correlation. Result: The result of regression analysis showed that all independent variables: knowledge, gender, SOP implementation system, organizational support and attitude, except age and availability of facilities, were significantly associated with adherence of dentists in the implementation of SOP on tooth extraction. All independent variables, except age and availability of facilities, contributed as much as 68.4% (R2=0.684) to adherence of dentists in the implementation of SOP on tooth extraction and attitude of dentists toward SOP of tooth extraction contributed 17.5% (partial eta square=0.175) to their adherence in the implementation of SOP on tooth extraction. Conclusion: 1) Improved knowledge, attitude, implementation on system of SOP, and organizational support meant increased adherence of dentists to implement SOP of tooth extraction; 2) Female dentists tended to adhere to the implementation of SOP of tooth extraction than male dentists; 3) Variable of attitude had the greatest effect contribution of effect to adherence in the implementation of SOP on tooth extraction; 4) Age of dentists and the availability of facilities did not bring significant effect to the adherence of dentists to the implementation of SOP of tooth extraction.
Kata Kunci : kepatuhan, SPO pencabutan gigi, dokter gigi