Laporkan Masalah

KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL DAN MEKANISME PENGENDALIAN KONFLIK KEAGENAN

Leo Indra Wardhana, SE., Prof. Dr. Eduardus Tandelilin, MBA.

2011 | Tesis | S2 Manajemen

Penelitian ini menguji struktur kepemilikan di Indonesia dalam konteks teori keagenan untuk perusahaan non keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2000 – 2007. Karakter struktur kepemilikan di Indonesia yang unik, yaitu besarnya dominasi kepemilikan institusional memotivasi peneliti untuk meneliti dampak dan pengeruhnya pada konflik keagenan dan mekanisme pengendalian konflik keagenan yang lain. Pada kondisi yang demikian, kecenderungan konflik keagenan yang terjadi adalah antara mayoritas dan minoritas. Penelitian ini berargumen bahwa pada kondisi kepemilikan yang rendah, maka pemilik institusional pengendali melakukan ekspropriasi kepada minoritas. Namun, pada kondisi kepemilikan yang tinggi, pemilik institusional akan melakukan pengawasan untuk memaksimalkan nilai perusahaan. Pengawasan tersebut menjadi relevan karena terkait dengan kekayaan yang terikan dengan perusahaan yang dimilikinya. Dengan kata lain, penelitian ini menghipotesiskan bahwa pengaruh kepemilikan institusional pengendali memiliki pengaruh yang tidak linear terhadap konflik keagenan. Selain itu, kebijakan hutang dan kebijkana dividen juga merupakan mekanisme yang dapat mengurangi konflik keagenan. Kemudian, penelitian ini pada akhirnya menguji hubungan interdeoendensi di antara ketiga mekanisme pengendalian konflik keagenen tersebut. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa pada saat pemilik institusional pengendali memiliki kepemilikan pada tingkat yang tinggi, maka mereka akan mengawasi manajemen untuk memastikan terciptanya nilai perusahaan. Dengan demikian, semakin tinggi kepemilikan institusional, maka semakin tinggi kinerja perusahaan, atau semakin rendah konflik keagenan. Kedua, kebijakan hutang dan dividen juga berpengaruh negatif terhadap konflik keagenan. Terakhir, balancing off agency theory ttidak berlaku. Hanya kebijakan hutang dan kepemilikan saja yang memiliki hubungan interdependensi.

The research investigates ownership structure in Indonesia in context of agency theory for non-financial firms listed on the Indonesian Stock Exchange for 2000-2007 period. The uniqueness of characteristic of ownership structure in Indonesia which is dominated by large institutional shareholders motivated researcher to examine the impact and its relationship to agency conflict and balancing off agency theory in Indonesian companies. In this condition, it is certainly indicating that the existing conflict is not between managers and owners but majority and minority. The study argues that in low level ownership, controlling institutional shareholder expropriates the minority shareholders. However, when the ownerships comes to higher level, the controlling shareholder will make agency conflict lower since monitoring hypothesis becoming relevant in such level. In other words, the study argues that nonlinear relation between agency conflict which is proxied by firm’s performance ratios and controlling institutional ownership exist. Nevertheless, the study argues that debt and dividend policy can also be used to reduce the conflict. Thus, the study also examines the simultaneous relationships among the mechanisms used to reduce agency conflict. The result indicates that when institutional has a lot of shares, they will actively monitor the manager to ensure them making value. Therefore, the higher institutional ownership the better the performance of the firm and the lower agency conflict occurred. Second, debt policy and dividend policy can be used to reduce the conflict. The last, it is found that balancing off agency theory not applied among all policies. There just bidirectional relationship between institutional ownership and debt policy.

Kata Kunci : Kepemilikan institusional pengendali, konflik keagenan, balancing off agency theory, kebijakan hutang, dan kebijakan dividen.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.