ANALISIS MANAJEMEN OBAT DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN BANYUMAS
NETY MURWATI, S.FARM., APT., Prof. Dr. Achmad Fudholi, DEA., Apt.
2011 | Tesis | S2 Mag.Manaj.FarmasiManajemen obat di Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas tidak dilaksanakan dalam sistem manajemen satu pintu. Tujuan penelitian untuk menganalisis manajemen obat di Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas dan menganalisis lingkungan internal dan eksternal manajemen obat Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, serta menentukan pilihan-pilihan strategi yang tepat untuk perbaikan dan pengembangan manajemen obat. Penelitian merupakan penelitian non eksperimental, menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara dan angket yang terkait dalam manajemen obat (data primer), sedangkan data kuantitatif diperoleh dengan penelusuran dokumen-dokumen terkait manajemen obat (data sekunder). Analisis data kualitatif dengan menginterprestasikan hasil wawancara dan untuk data kuantitatif dilakukan perhitungan masing-masing indikator kemudian dibandingkan dengan parameter. Dari beberapa indikator diketahui bahwa pelaksanaan manajemen obat menunjukan tidak baik. Indikator yang positif ada pada sistem penyimpanan , ketepatan distribusi dan kesesuaian jadwal kedatangan obat, sedang untuk indikator yang negatif ada pada indikator kesesuaian item obat dengan DOEN, ketersediaan obat dengan pola penyakit, biaya obat per penduduk, persentase alokasi dana pengadaan obat, persentase obat kadaluwarsa dan obat rusak, tingkat ketersediaan, metode penyimpanan, obat yang tidak didistribusikan selama satu tahun atau stok mati dan rata-rata waktu kosong. Penunjang manajemen belum mencerminkan dukungan untuk tercapainya manajemen yang baik. Dari segi organisasi dalam pelaksanaanya tidak menggunakan sistem satu pintu, sumber pembiayaan belum dikelola secara baik, informasi manajemen sebagai sumber informasi belum terintegrasi dari puskesmas, UPKF dan dinas kesehatan, serta sumber daya manusia belum memenuhi kebutuhan dan tidak berkompeten sebagai tenaga kefarmasian.
The drug management of the Health Agency of Banyumas District was not implemented one gate policy system . The study aimed at analyzing the drug management in the Health Agency of Banyumas District and the internal and external environments of the drug management of the Health Agency of Banyumas District and determining the proper strategy choices to improve and to develop the drug management. It was a non-experimental study that used both qualitative and quantitative methods. Qualitative data was collected through interview and questionnaire related to the drug management, which was primary data, while the quantitative data was collected using the examination of the documents related to the drug management, which was secondary data. The qualitative data was analyzed by interpreting the interview results and the quantitative data was analyzed by calculatating each of the existing indicators and then compared to the paramteters. Based on some indicators it was found that the implementation of the drug management was not good. Positive indicator was found in storing system, distribution accuracy and the schedule timeliness of drug arrival, while negative indicator was found in the appropriateness of drug items with DOEN, drug availability in accordance with disease pattern, drug cost per population, the fund allocation percentage of drug procurement, the percentage of expired or damaged drugs, the availability rate, storing method, undistributed druges in a year or deat stock and the average of idle time. The management support has not reflected the support for a good management implementation. The organization has not used one gate policy and the funding sources have not been well-managed, while the management information has not been integrated to the existing local government clinics, UPKF and the health agency. Also, the existing human resource has not fullfil the need and has not had pharmasis competency.
Kata Kunci : Manajemen Obat, Dinas kesehatan Kabupaten Banyumas