Laporkan Masalah

Evaluasi Pengendalian Internal Siklus Kredit Studi kasus pada PT. Bank Pembangungan Daerah Sumatera Barat

Pebrinaldi, Taufikur Rahman, S.E., MBA.

2011 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi/Akuntansi Terapan

Bank senantiasa dihadapkan pada risiko bisnis dari kredit yang diberikan kepada nasabah. Untuk meminimalisir risiko bisnis tersebut maka perlu pengendalian internal yang handal. Sebagai perusahaan yang sumber utama pendapatannya dari bunga kredit maka pengendalian internal siklus kredit sangat penting bagi suatu bank. Desain pengendalian internal siklus kredit sangat tergantung dari perhatian manajemen terhadap pengendalian internal yang handal. Dalam laporan tahunan PT. Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat, yang lebih di kenal dengan “Bank Nagari” dikemukan bahwa Non Performing Loan berada pada level 3.30% padahal rata-rata industri (Bank Pembangunan Daerah seluruh Indonesia) berada pada level 1.71%. Dalam mengevaluasi efektivitas pengendalian internal siklus kredit PT. Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat tersebut penulis menggunakan kerangka pengendalian internal sesuai dengan pedoman sistem pengendalian internal bagi bank umum dari Bank Indonesia. Kerangka penilaian pengendalian internal yang penulis gunakan terdiri atas lima elemen yaitu; (1) Lingkungan Pengendalian, (2) identifikasi dan penilaian risiko, (3) kegiatan pengendalian dan pemisahan fungsi, (4) sistem akuntansi, informasi dan komunikasi, dan (5) kegiatan pemantauan dan tindakan koreksi penyimpangan. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan yaitu, (1) teknik kuesioner dan (2) teknik wawancara, dan temuan data auditor internal pada cabang x. Untuk mendapatkan pemahaman lebih penulis melakukan tanya jawab kepada responden terkait poin-poin penting dari kuesioner yang penulis gunakan. Data yang diperoleh dari responden selanjutnya penulis klasifikasikan lagi kedalam 5 elemen pengendalian internal siklus kredit. Dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa pengendalian internal siklus kredit cukup efektif. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa pengendalian internal siklus kredit bank telah efektif kecuali masalah komposisi kredit. Namun dari hasil wawancara dan temuan data auditor internal pada cabang x masih terdapat beberapa langkah perbaikan kedepannya. Langkah Perbaikan pengendalian internal siklus kredit yang dapat dilakukan yaitu; (1) Peningkatan pemahaman kerangka analisa kredit terhadap Account officer, (2) Menambahkan Analisa siklus konjungtur ekonomi dalam kerangka analisa kredit bank, (3) Peningkatan pengawasan melekat sesuai dengan struktur organisasi bank, (4) melakukan rekonsiliasi tiap bulan antara data akunting dan data sistem informasi manajemen pada satuan pekreditan di lingkungan internal bank.

The Bank constantly faced with the risk of business loans to customers. To minimize the risk that business will need a reliable internal control. As a company that the main source of income from loan interest credit cycle, the internal control is very important for a bank. The design of internal control depends on the credit cycle management attention on a reliable internal control. In the annual report of PT. Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat, which is more in the know with the \"Bank Nagari\", author discovered that non-performing loans at the level of 3.30% while the industry average (the Regional Development Banks throughout Indonesia) at the level of 1.71%. In evaluating the effectiveness of internal control of credit cycles PT. Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat, the author uses the framework of internal control in accordance with the guidelines for internal control systems to commercial banks from Bank Indonesia. Framework for assessing internal control that author use consists of five elements, that’s is: (1) Environmental Control, (2) identification and risk assessment, (3) control activities and segregation of duties, (4) accounting systems, information and communication, and (5) monitoring activities and corrective actions deviation. Data collection techniques that authors use that is, (1) questionnaire technique and (2) interview techniques, and findings of internal auditors in the branch X. To gain more understanding of the authors do question and answer to the respondents related the salient points of the questionnaire that author use. Data obtained from respondents further classified into finer writer 5 elements of internal control of credit cycles. From the results of data analysis can be concluded that internal control of credit cycle is middle effective. Questionnaire results showed that the internal control of bank credit cycle has been effective unless the problem of credit composition. But from the interview data and findings of internal auditors in the branch x, there are still several steps to improve the future. Step Improved internal control credit cycle that can be done, that is: (1) Improved understanding of credit analysis framework to the Accounts officer, (2) Adding the economic conjuncture cycle analysis within the framework of bank credit analysis, (3) Increased supervision inherent in accordance with the bank's organizational structure, (4) perform monthly reconciliation between accounting data and management information system data on units in the internal environment bank loans.

Kata Kunci : Evaluasi Pengendalian Internal Siklus Kredit, Standar Pedoman Pengendalian internal bagi bank umum tahun 2003, Data Temuan auditor internal pada cabang X, PT. Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.