ANALISIS SIKAP DAN PERILAKU KONSUMEN DALAM PEMILIHAN PERAWATAN KECANTIKAN DI LARISSA YOGYAKARTA
Dian Handayani., S.Farm, Dr. Sampurno, MBA., Apt.
2011 | Tesis | S2 Mag.Manaj.FarmasiKecantikan merupakan salah satu kontrol sosial terhadap perempuan. Perusahaan yang bergerak diperawatan kecantikan saat ini semakin berkembang pesat, sehingga memacu para pengusaha untuk memaksimalkan dalam meningkatkan perusahaan agar dapat bersaing dengan perusahaan sejenis lainnya diantaraya dengan berorientasi pada konsumen. Perilaku konsumen dapat dijelaskan dengan menggunakan teori sikap. Theory of Trying (TT) merupakan salah satu teor sikap untuk menjelaskan hubungan antara niat dan perilaku dengan menyelidiki orang-orang yang berupaya keras untuk melaksanakan suatu perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahu ifaktor-faktor yang mempengaruhi sikap dan perilaku konsumen terhadap pemilihan perawatan kecantikan diLarissa Yogyakarta dengan menggunakan Theory of tying. Penelitian ini dilakukan dengan desain survei. Data diperoleh dengan menggunakan instrumen berupa kuesioner serta setiap variabel dalam penelitian ini dinilai menggunakan skalaLikert. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan kriteria responden ialah orang-orang yang pernah melakukan perawatan kecantikan (facial) minimal duakali di Larissa Yogyakarta. Adapun jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 212. Data dianalisis dengan SEM (StructuralEquationModelling). Hasil analisis data menunjukkan bahwa sikap terhadap proses berpengaruh signifikan terhadap sikap perilaku coba, namun sikap untuk mencoba dan sukses serta ekspektasi atas percobaan dan sukses serta sikap untuk mencoba dan gagal serta ekspektasi atas percobaan dn gagal tida berpengaruh signifikan terhadap sikap perilaku coba. Sikap perilaku coba, norma sosial, serta frekuensi mencoba lampau berpengaruh signifikan terhadap niat mencoba. Norma sosial berpengaruh lebih besar dibandingkan dengan sikap perilaku coba terhadap niat mencoba, namun norma sosial berpengaruh lebih kecil daripada frekuensi mencoba lampau terhadap niat mencoba. Resensi mencoba lampau berpengaruh signifikan terhadap perilaku mencoba, namun niat mencoba dan frekuensi mencoba lampau tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku mencoba.
Beauty is one of social contro among women. Businesses involved in beauty treatment, nowadays, are rapidly developing, so it encourages businessmen to put best effort on the improvement of their businesses in order to compete with othe rsimilar businesses. One of the ways is to be consumer-oriented. Consumer behaviour can be explained by using attitude theory. Theory of trying (TT) is one of attitude theories to explain the correlation of intention and behaviour by investigating people who are putting effort to realize certain beaviour. The research aims to find out the factors that affect consumer attitude and behaviour in choosing beauty treatment at Larissa Yogyakarta by using Theoy of trying. The research was conducted by using designed survey. Data was collected by using an instrument which is questionnaires, and each variable in this research was evaluated by using Likert Scale. Sample taking was done by purposive sampling with respondent criteria of people who had done a beauty treatment (facial) at least twice at Larissa Yogyakarta. Moreover, the number of samples is 212. The data was analyzed by using SEM (StructuralEquationModelling). The data result has shown that attitude toward process significantly affected to the attitude toward trying. However, the attitude toward success and expectation of success and attitude toward failure and expectation of failure; did not affect significantly to the attitude toward trying. The attitude toward trying; social norm toward trying; and frequency of pasttrying, affected significantly to the intention to try. Recency of past trying affected significantly trying behaviour, but intention to try and frequency of past trying did not affect significantly. Social norm toward trying affected more compared to attitude toward trying, but it affects less compared to frequency of past trying in intention to try.
Kata Kunci : Larissa, perilaku konsumen, sikap, theory of trying