KAJIAN KERUSAKAN LINGKUNGAN AKIBAT PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI KAWASAN CAGAR ALAM DANAU DUSUN BESAR KOTA BENGKULU
Abditama Srifitriani, S.Hut, Prof. Dr. H. Totok Gunawan, MS.
2011 | Tesis | S2 Magister Pengelolaan LingkunganCagar alam merupakan salah satu kawasan lindung yang memiliki fungsi konservasi atau lindung yang sangat penting, terutama sebagai sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa, dan pemanfaatan secara lestari sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji perubahan bentuk dan luas penggunaan lahan, mengkaji bentuk-bentuk kerusakan lingkungan, dan menyusun strategi pengelolaan lingkungan yang tepat guna pada kawasan Cagar Alam Danau Dusun Besar. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode interpretasi citra satelit (Foto Udara Hitam Putih Tahun 2003 dan Quickbird Tahun 2008). Analisis data menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kawasan Cagar Alam Danau Dusun Besar telah terjadi kerusakan lingkungan akibat perubahan penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan fungsi kawasan, yaitu: perambahan hutan, pengembangan permukiman, pembangunan ring-road Nakau-Air Sebakul, dan penggunaan lahan untuk budidaya pertanian dan perkebunan. Perubahan penggunaan lahan yang terjadi selama 5 tahun (2003-2008) yaitu permukiman meningkat seluas 25,25 hektar (4,38 %), sawah berkurang 2,7 hektar (0,47 %), lahan kosong berkurang 4,7 hektar (0,82 %), dan tegalan meningkat seluas 9,29 hektar (1,61 %). Dampak dari perubahan penggunaan lahan adalah degradasi hutan, pencemaran lingkungan, dan penurunan kualitas fisik kawasan. Strategi pengelolaan lingkungan untuk kawasan Cagar Alam Danau Dusun Besar, yaitu Pengelolaan cagar alam berbasis sosial budaya yang disesuaikan antara pemerintah pusat (BKSDA), pemerintah daerah Kota Bengkulu, dan masyarakat adat suku Lembak agar tidak berbenturan dengan hak ulayat yang dimiliki oleh masyarakat suku Lembak; Berdasarkan peta arahan fungsi pemanfaatan lahan, perlu dilakukan peninjauan kembali terhadap penataan ruang Kota Bengkulu terhadap penetapan kawasan yang dikhususkan menjadi salah satu kawasan lindung yaitu sebagai cagar alam, dan Peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat melalui kegiatan penyuluhan baik secara periodik/rutin sehingga masyarakat dapat turut menjaga kelestarian kawasan Cagar Alam Danau Dusun Besar.
Nature reserve is an area which has important role in wildlife reservation, moreover it becomes the stakeholder of this life, preservation of flora and fauna variety, and utilize the natural resources and its’ ecosystem. The purpose of this research is to review the change-over of the landform and the scale of the used land, to review the kinds of environmental damage, and to arrange the environment management strategy which is efficient to be apply in Danau Dusun Besar Nature Reserve area. The method that is used in this research is satellite imaging method (Aerial Photo Black and White, 2003 and Quickbird Satellite Imagery, 2008). The descriptive-quantitative method is used in this research to analyze the data. The result of the research showed us that Danau Dusun Besar Nature Reserve area has been covered by the enormous scale of environmental damage as a result of the alteration function of the area, those are: deforestation, housing expansion, Nakau-Air Sebakul ring-road project, and the changing of the land function become a farm and a plantation area. In the last 5 years (2003 – 2008) the field change-over are: housing expansion is increase up to 25.25 hectare (4,38%), 2,7 hectare (0,47%) ricefield were gone, free area was decrease around 4,7 hectare (0,82%), and the embankment go up 9,29 hectare (1,61%). The impact of field function change-over are forest degradation, environment provanation, and the area quality reduction. The strategy of environmental management in Danau Dusun Besar Nature Reserve area is socio-cultural based conservation management that adjusted to the central government (BKSDA), Bengkulu city government, and Lembak tribe people which function is to avoid the bump with the local landform rule that belong to Lembaknese. Based on the field utilization function guidance, it is necessary to review the Bengkulu’s city plan in order to determine the area which is used as the conservation or protecting area, and periodic counseling to the society which is aimed to increase society understanding and awareness to keep the preservation of the Danau Dusun Besar Nature Reserve area.
Kata Kunci : Kerusakan Lingkungan, Penggunaan Lahan, Cagar Alam