Laporkan Masalah

PROGRAM PEMBERDAYAAN FAKIR MISKIN MELALUI MEKANISME BANTUAN LANGSUNG PEMBERDAYAAN SOSIAL (BLPS) Studi Kasus di Desa Glinggangan Kecamatan Pringkuku Kabupaten Pacitan

Aning Wulandari, S. Sos, Dr. Agus Pramusinto, MDA.

2011 | Tesis | S2 Magister Adm. Publik

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menggambarkan perbedaan tingkat perkembangan KUBE di Kabupaten Pacitan yaitu di Desa Glinggangan, berdasarkan tipologi perkembangan KUBE. Obyek penelitian adalah KUBE Sumber Mulyo dan KUBE Sejahtera yang telah menerima dana program Bantuan Langsung Pemberdayaan Sosial (BLPS) pada tahun 2005. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif melalui wawancara mendalam dengan berbagai informan dengan analisa terhadap data sekunder. Dari hasil penelitian memperlihatkan bahwa pelaksanaan Program BLPS di Desa Glinggangan mengalami kendala berupa pendampingan yang kurang optimal sehubungan dengan kesibukan pendamping sebagai kepala desa, sehingga mengakibatkan kurang focus terhadap program dan banyak penerima program yg tidak mampu mengembangkan KUBEnya secara maksimal. Implikasi lain adalah munculnya individualisme dan menjadikan kelompok tidak berkembang secara bersama. Hasil penelitian juga menunjukkan terdapat perbedaan pencapaian perkembangan pada kedua KUBE, meskipun pada awalnya kedua KUBE tersebut mempunyai kondisi dan kualitas yang relatif sama. KUBE Sumber Mulyo termasuk tipologi KUBE Berkembang sedangkan KUBE Sejahtera termasuk KUBE Tumbuh. Perbedaan tingkat pencapaian tersebut mengindikasikan ketimpangan yang dialami oleh KUBE dalam perkembangannya, yang dipengaruhi oleh beberapa faktor baik internal maupun eksternal. Untuk itu penulis merekomendasikan kepada pemerintah sebagai instansi penyelenggara program agar ke depan lebih memperhatikan proses seleksi penerima program terutama faktor kriteria calon penerima dan calon pendamping sosial agar program pemberdayaan masyarakat miskin dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran.

This study aimed at describing an analyzing the differences in levels of development of KUBE in Pacitan Regency, especially in Glinggangan Village, referring to the typology of development. The objects were KUBE Sumber Mulyo and KUBE Sejahtera which have received BLPS funding programme in 2005. Research was conducted with qualitative methods through in-depth interviews with various informants with analysis of secondary datas. The results of study showed that implementation of the BLPS programme in Glinggangan Village had less optimal of assistance in connection with his related work as village head so he was less focus on programme, and many beneficiaries were not able to develop KUBE optimaly. Another implication was the existence on individualism that made the group did not work together. The results also showed that there were differences in the achievement levels of development in both KUBE, even when those KUBE began to organize they were in the same condition and quality. KUBE Sumber Mulyo was in the developing typology and KUBE Sejahtera was in the growing typology. The differences of KUBE typology indicated the lameness in the achievement levels of development which influenced by several factors both internal and external. Finally it is recommended to the government as administering institutions to give more attentions in selecting the beneficiaries of programme in future, especially to the criteria of prospective beneficiaries and the social assistance, so the empowerment programme for the poor can work well and on target.

Kata Kunci : Pemberdayaan fakir miskin, Kabupaten Pacitan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.