PRODUKSI BIOGAS DARI SAMPAH BUAH DAN SAYUR: PENGARUH VOLATILE SOLID DAN LIMONEN
Piyantina Rukmini, Ir. Siti Syamsiah, Ph.D.
2013 | Tesis | S2 Teknik Kimia
Biogas merupakari salah satu sumber energi altematif yang sedang
dikembangkandan sumberenergiyangterbarukan. Penggunaanbahanbaku yang
berasal dari sarnpahbuah dan sayur merupakanusaha untuk mengkonversibahan
material organikmenjadi energi. Bahanbaku yang digunakanadalah kulitjeruk
busuk (jenis Citrus sinensis Osbeck)dan kobis (Brassicaoleracea). Kulit jeruk
busuk masih mengandungkarbohidrat, sehingga masih bisa digunakan sebagai
bahan baku pembuatan biogas. Pada penelitian sebelumnya,diketahui bahwa
kandungan kulit jeruk yaitu limonen dapat mengganggu pertumbuhan bakteri
methanogenpadafase methanogenesis.Penelitianini bertujuanuntukmengetahui
pengaruh volatile solid dan limonen terhadap produksi biogas dalam digester
anaerobikyang mengolahsarnpahbuah dan sayur.
Penelitian menggunakan erlenmeyer 500mL sebanyak 6 buah, waterbath,
manometer air, dan termometer. Volume total digester 350 mL. Penelitian
dilakukan dengan cara mengahneurkan bahan baku supaya lebih mudah
didegradasi oleh bakteri. Inokulum ditambahkan dalam digester untuk
mempercepatproses degradasi. PenambahanNaOHpada awal proses dilakukan
untuk menyesuaikan pH digester dengan pH optimum untuk pertumbuhan
methanogen(6,8-7,8). Oksigenyang bersifattoxic bagi bakterianaerobik,dapat
dihilangkandenganpenambahanN2dalamdigesterpada awal operasi. Penelitian
dilakukanpada kondisi suhu mesofilik(30-40oC),dan dilakukanselama 50 hari.
Pengumpulan data dilakukan berdasarkan analisis sebelum dan selama proses
degradasi.
Hasil penelitian menunjukkanbahwa pada digester yang memilikiVS sarna
(Tl dan T3 dengan 15%VS, and 1'2dan T4 dengan200ANS),dengankonsentrasi
kulit jeruk/limonenberbeda (Tl= 114ppm< T3= 17Oppm,and 1'2= 152ppm<
T4= 225ppm), maka digester dengan konsentrasikulit jeruk/limonenyang lebih
tinggi akan menghasilkanasam asetat yang lebih tinggi pada setiap minggunya.
Akumulasi asam asetat pada fase acethogenesis, menyebabkan bakteri
methanogen tidak dapat tumbuh dengan optimum pada fase berikutnya
(methanogenesis). Pada kondisi yang sarna, digesteryang memiliki konsentrasi
kulit jerukllimonen yang lebih besar (Tl Biogas is one of alternative enegy resources that is being developed and
renewable. Utilization of fruit and vegetable wastes are done to convert organic
material to be energy. The raw materials that used is rotten orange (Citrus
sinensis Osbeck) and cabbage (Brassica oleracea). Rotten orange content
carbohydrates that can be made to biogas, but it has limonene. Limonene can
inhibit the gowth of the bacteria in the methanogenesis phase in anaerobic
digester. This research aims to know the influence of volatile solid and limonene
to biogas production from fruit and vegetable waste.
This research uses 6 unit of erlenmeyers 500 mL, waterbath, water
manometer, and thermometer. Total volume of the digester is 350 mL.
Adjusment of the pH in the start up is done to make the optimum condition for pH
growth ofmethanogen ( 6,8 - 7,8). Toxicity of oksigen can be healed by spraying
N2 in the digester in the beginning. Research is done under mesophilic conditions
(30-40oC), during 50 days. The data is collected based on analysis before and
during the degradation process. .
The results show that the digester that has same VS (Tl and T3 with 15% VS,
T2 and T4 with 20%VS) with different concentration of rotten orange /limonene
(Tl = 114ppm < T3= 170ppm, and T2= 152ppm < T4= 225ppm), hence digester
with higher concentration of orang peel/limonen will produce higher acetic acid
every week. Accumulation of acetic acid in acidogenesis phase because of the
limonene cause the methanogen bacteria cannot growth in the next phase
(methanogenesis). At the same conditions, the volume of biogas that has higher
concentration of rotten orange /limonene (Tl
Kata Kunci : Biogas,digesteranaerobik,kulitjeruk, limonen