KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN BERDASARKAN TINGKAT KEPUASAN PENGGUNA UNIT RAWAT JALAN (Analisis Data Survai Aspek Kehidupan Rumah Tangga Indonesia (SAKERTI) 2007)
FEBRIANSYAH, Dr. Partini, S.U.
2011 | Tesis | S2 Mag.Studi KebijakanPermasalahan umum dan mendasar pada pelayanan kesehatan di Indonesia pada umumnya terjadi karena pemerintah cenderung hanya memfokuskan kebijakan pelayanan kesehatan pada hal teknis untuk mencapai pelayanan yang efektif dan efisien, pemerintah kurang memperhatikan faktor persepsi kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Padahal, tingkat kepuasan pasien merupakan ukuran hasil yang sesungguhnya dari suatu pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur persepsi (tingkat kepuasan) pasien berdasarkan karakteristik sosiodemografi dan status ekonomi pasien serta bagaimana tingkat kepuasan tersebut apabila diukur dan dikontrol oleh biaya pelayanan, waktu pelayanan dan jarak dari rumah ke fasilitas pelayanan. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari SAKERTI 2007, pendekatan yang digunakan adalah analitik kuantitatif. Responden berjumlah 4.459 individu yang menggunakan fasilitas rawat jalan di Indonesia dalam SAKERTI 2007. Metode analisis data yang digunakan adalah Chi Square dan T-test. Hasil analisis Chi Square dan T-test dengan nilai probabilitas 5 % menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat kepuasan pasien apabila diukur dengan domisili, jarak, waktu dan biaya pelayanan. Pada analisis dengan variabel kontrol, terdapat perbedaan tingkat kepuasan menurut domisili dan tingkat pendidikan pada biaya yang sama-sama murah serta terdapat perbedaan kepuasan pasien menurut tingkat pendidikan dan status ekonomi pasien pada jarak pelayanan yang dekat dan waktu pelayanan yang cepat. Berdasarkan hasil penelitian, dianjurkan kepada pemerintah dan pihak terkait untuk lebih memperhatikan program-program pemerataan fasilitas dan tenaga ahli pelayanan kesehatan antara pedesaan dan perkotaan, pemberdayaan kesehatan masyarakat, dan lebih fokus untuk menekan biaya kesehatan agar kesehatan dapat lebih mudah diakses oleh masyarakat semua golongan. Selain itu, pemerintah juga perlu memikirkan efek kultur masyarakat pada program-program yang mereka terapkan agar program-program tersebut dapat lebih terimplementasi dengan baik di berbagai daerah di Indonesia.
The general and fundamental problems in Indonesian health services basicly occur because of the government health care policy only focus on technical issues to achieve effective and efficient services, the government only have a little attention to people's satisfaction factors in health services. In fact, level of patient satisfaction is a actual measure of the health service outcome. Purpose of this study is to measure the perception (satisfaction) patients based on sociodemographic characteristics (domicile and education level) and and economic status of patients, and how these satisfaction levels if measured and controlled by the cost of service, service time and distance from home to service facilities. This study using a secondary data from SAKERTI 2007 and quantitative analytical approach. Respondents in this study is 4.459 individuals who use a Indonesian outpatient facilities in SAKERTI 2007. The data obtained were analyzed through Chi-Square test and T-test. The result of Chi-Square analysis with 5 % probability value is showed there are different levels of patient satisfaction when measured by domicile, distance, time and cost of service. In analysis with control variables, there are differences in satisfaction levels by domicile and level of education at the expense of equally cheap and there are differences in patient satisfaction according to educational level and economic status of patients at a near distance service and quick service time. Based on the results of this study, recommended to the government and related agencies for more focus to health care equal distribution programs in facilities and professionals resources between rural and urban areas, public health empowerment programs and pay more attention to reduce the cost of health care for giving more accessible health care to people of all classes. In addition, the government also needs to think about the effects of community culture for good implemented of these programs in various regions in Indonesia.
Kata Kunci : Pelayanan Kesehatan, Tingkat Kepuasan Pasien