PENGARUH KONSELING FARMASIS TERHADAP PENCAPAIAN TARGET TERAPI PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI RSUD SARAS HUSADA PURWOREJO
Wasilin,Drs.,Apt, Prof. Dr. Zullies Ikawati, Apt.
2011 | Tesis | S2 Mag.Farmasi KlinikHipertensi merupakan penyakit kronis, sehingga pasien hipertensi selama hidupnya selalu membutuhkan obat untuk mengendalikan tekanan darah. Penggunaan obat jangka panjang dapat berimplikasi pada ketidakpatuhan pasien dalam minum obat. Tekanan darah pasien yang tidak terkendali akan mengakibatkan penyakit jantung koroner, infark jantung, stroke, gagal ginjal dan kerusakan pembuluh darah. Kerusakan pada organ tubuh tersebut menyebabkan angka kematian yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konseling farmasis terhadap pencapaian target tekanan darah < 140/90 mmHg pada pasien hipertensi non diabetes melitus dan < 130/80 mmHg pada pasien hipertensi dengan diabetes melitus yang berobat rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Saras Husada Purworejo. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Subyek penelitian ditentukan secara random dan dikelompokkan menjadi kelompok intervensi (memperoleh konseling farmasis) dan kelompok kontrol (tanpa konseling farmasis). Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, pengisian kuesioner dan pengukuran tekanan darah pada awal dan akhir penelitian. Diperoleh 94 subyek penelitian yang mengikuti penelitian dari awal sampai akhir, terdiri dari 48 kelompok intervensi dan 46 kelompok kontrol. Pada pasien hipertensi non diabetes melitus maupun dengan diabetes melitus yang memperoleh konseling farmasis terjadi penurunan tekanan darah dan pencapaian target tekanan darah secara bermakna. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahhwa konseling farmasis berpengaruh secara bermakna pada pencapaian target tekanan darah < 140/90 mmHg pada pasien hipertensi non diabetes melitus (p = 0,000) dan < 130/80 mmHg pada pasien hipertensi dengan diabetes melitus (p = 0,001).
Hypertension is one of chronic diseases, so a hypertension patients always need drugs to control her/his blood pressure for the rest of her/his life. The use of drugs in a long term might cause the patient indiscipline in taking the drugs. Uncontrolled blood pressure might cause some diseases such as coronary heart disease, infarct heart disease, stroke, kidney failure and damages in blood-vessels. The damages in human body cause the high level of death. To investigate the effect of a pharmacist counseling toward the achievement target of < 140/90 mmHg blood pressure on a non-diabetes mellitus hypertension patients and < 130/80 mmHg blood pressure on patients with diabetes mellitus who are being outpatients of RSUD Saras Husada Purworejo. This was an experimental research. The subjects of the research were randomly selected and were divided into intervention group (that received a pharmacist counseling) and control group (without a pharmacist counseling). The data collecting was done through interviews, questionnaires filling, and blood pressure measurement at the beginning and end of the research. There were 94 subjects who had involved in the research from the beginning to the end, consisted of 46 (48.9%) of control group and 48 (51.1%) of intervention group. Both non-diabetes mellitus hypertension patients and with diabetes mellitus hypertension patients who had received a pharmacist counseling, there was a significant decrease in the blood pressure and the attaining of blood pressure target. The results showed that a pharmacist counseling had a significant effect toward the achievement target of < 140/90 mmHg blood pressure on the non-diabetes mellitus hypertension patients (p = 0.000) and < 130/80 mmHg on the hypertension patients with diabetes mellitus (p = 0.001)
Kata Kunci : konseling farmasis, hipertensi non diabetes melitus, hipertensi dengan diabetes melitus, penurunan tekanan darah, dan pencapaian target tekanan darah