Laporkan Masalah

EVALUASI PERTUNJUKAN TEATER TERHADAP RETENSI PENGETAHUAN DAN PENURUNAN STIGMA HIV/AIDS PADA WARGABINAAN DI LAPAS NARKOTIKA BANCEUY BANDUNG

Nisaa Nur Alam, Dra. Retna Siwi Padmawati, M.Si.

2011 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Tingginya prevalensi HIV di Lapas Banceuy, seiring dengan tinggi pula stigma terhadap HIV/AIDS. Hal ini akan memperburuk kondisi ODHA dan juga menghambat program pencegahan penularan HIV/AIDS. Teater sebagai program promosi kesehatan, merupakan salah satu upaya untuk menurunkan stigma HIV/AIDS selain untuk meningkatkan pengetahuan tentang HIV/AIDS. Teater ini telah dievaluasi secara kualitatif pada penelitian sebelumnya. Karena itu, untuk mendapat temuan yang optimal, dilakukan pengukuran kuantitatif pada penilaian dampak langsung, dan penilaian jangka panjang. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui efektifitas pertunjukan teater dalam peningkatan pengetahuan, memberikan retensi pengetahuan, dan penurunan stigma HIV/AIDS. Metode Penelitian: menggunakan rancangan mixed methods, eksperimen semu dengan pretest and posttest with control group design dengan menggunakan kuesioner yang diisi sendiri oleh responden dan wawancara mendalam. Penelitian kuantitatif menggunakan 300 sampel pada evaluasi dampak langsung, dan berkurang menjadi 144 pada evaluasi jangka panjang. Analisis statistik menggunakan independent t-test, paired t-test, chi-square test, stratifikasi, dan regresi logistik. Penelitian kualitatif menggunakan 15 sampel dan dianalisis menggunakan analisis thematic. Hasil Penelitian: Pada evaluasi dampak langsung, kelompok perlakuan mengalami peningkatan skor pengetahuan bermakna (p=0,005). Pada skor stigma tidak ada perbedaan antara pretest dan posttest (p=0,877) tetapi kelompok kontrol mengalami penurunan skor bermakna (p=0,003). Pada evaluasi jangka panjang, skor stigma meningkat secara signifikan pada kedua kelompok (p=0,000). Pengetahuan mempunyai hubungan yang signifikan dengan stigma HIV/AIDS p=(0,000) dengan OR=4,7. Pada hasil kualitatif, pertunjukan teater memberikan retensi pengetahuan pada warga binaan yang mempunyai pengalaman hidup yang sama, dengan aktor utama dan berkontribusi terhadap menurunnya stigma HIV/AIDS. Kesimpulan: Teater adalah salah satu program KIE dan tidak dapat berdiri sendiri dalam upaya penurunan stigma HIV/AIDS. Sehingga disarankan untuk memberikan KIE yang berkesinambungan dan bersinergi dengan berbagai pihak yang saling terkait.

Background: The high prevalence of HIV has in line with the high stigma of HIV/AIDS in Banceuy Prison. Stigma of HIV/AIDS will aggravate PLWHA’s (people living with HIV/AIDS) health and obstruct prevention of HIV/AIDS programs. Theatre as health promotion program is one of the efforts to reduce stigma of HIV/AID as well as to improve inmates knowledge of HIV/AIDS. The theatre has been evaluated qualitatively by previous research. Hence, to obtain optimal findings, the authors conducted quantitative study in short-term and long-term evaluations. Objectives: This study was aimed to determine the effectiveness of theatrical performance in the improvement of knowledge of HIV/AIDS, providing retention of knowledge, and reducing the stigma of HIV/AIDS. Methods: The study has used mixed methods design, quasi-experiment by pretest and posttest with control group design by self-administered questionnaires and in-depth interviews. The quantitative study used 300 sample in short-term evaluation, it decreased to 144 sample in long-term evaluation. Data analysis had used independent t-test, paired t-test, chisquare test, stratification, and logistic regression. The qualitative study used 15 sample and thematic analysis for data analysis. Results: In short-term evaluation, in the treatment group, the knowledge scores increased significantly (p=0.005), and the stigma scores has no different between pretest and posttest. However, the stigma scores decreased significantly (p=0.003) in the control group. In the long-term evaluation, stigma scores increased significantly in both groups (p=0.000). Knowledge had relationship with stigma (p=0.000) with OR=4.7. In qualitative results, the theatre provides knowledge retention on certain inmates who have the same story of their life as drug user with the main actor, and stigma had contributed to reduce stigma of HIV/AIDS. Conclusion: Theatre is one of IEC programs and it could not be used as a single effort for reducing stigma of HIV/AIDS. Hence, It is recommended to provide continuous IEC and to collaborate with related networks.

Kata Kunci : Teater, Stigma HIV/AIDS, Retensi pengetahuan, Lapas (Lembaga Pemasyarakatan)


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.