Laporkan Masalah

PELESTARIAN DAN PEMANFAATAN BANGUNAN INDIS DI KAWASAN KOTABARU

Harry Trisatya Wahyu, Drs., Prof. Dr. Inajati Adrisijanti

2011 | Tesis | S2 Arkeologi

Kawasan Kotabaru, memiliki potensi sumberdaya arkeologi yang sebagian besar berupa bangunan-bangunan Indis. Bangunan tersebut dahulu merupakan fasilitas yang dibangun oleh pemerintah kolonial untuk permukiman. Dinamika yang berkembang dan seiring dengan tuntutan zaman, kawasan tersebut sekarang marak dengan makin giatnya kegiatan ekonomi. Akibatnya, terjadi banyak perubahan yang tidak dapat dihindari. Fenomena ini mengakibatkan bangunan Indis menurun kualitasnya bahkan terancam hilang. Sejak dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan, bangunan Indis memiliki keterbatasan berkenaan dengan sifat-sifatnya yang antara lain terbatas jumlahnya (finite), tidak dapat diperbaharui (unrenewable) dan rapuh (fragile). Oleh sebab itu, pemanfaatannya harus juga mengacu pada aspek-aspek pelestarian. Aspek-aspek pelestarian disini bukan hanya saja fisik melainkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Untuk itu, dalam pemanfaatan bangunan Indis sebaiknya tercipta keseimbangan dengan aspek pelestarian. Metode penelitian yang dilakukan meliputi tahap pengumpulan data, yang dilakukan melalui data pustaka, survei di lapangan, wawancara dengan nara sumber serta pengambilan sampel. Selanjutnya dilakukan tahap pengolahan data, kemudian analisis dan penyajian data, yang meliputi lima tahap, yaitu: 1) identifikasi bangunan Indis di kawasan Kotabaru; 2) pengelompokan bangunan dalam kluster blok; 3) perubahan fisik dan pemanfaatan yang terjadi; 4) penentuan nilai penting; dan 5) merancang strategi pelestarian dan pemanfaatan yang sesuai dengan kondisi setempat. Hasil penelitian menunjukan kelompok bangunan rumah tinggal merupakan kelompok bangunan yang paling banyak mengalami perubahan bentuk fisik arsitektur maupun pemanfaatan dari kondisi awalnya. Hal ini tidak dapat dihindari karena adanya kebutuhan ruang untuk dimanfaatkan berbagai kepentingan sehingga sebagian bangunan mengalami perubahan, namun sebagian bangunan lainnya masih mempertahankan ciri dan karakter khas sebagai kawasan perumahan zaman kolonial Belanda. Oleh karena itu, pelestarian dan pemanfaatan bangunan Indis merupakan bagian dari manajemen sumberdaya arkeologi

Kotabaru has rich archeological resources which are mostly Indis buildings. At the beginning, they were functioned as house facilities built by the Dutch colonial government. Nowadays, however, the area in Kotabaru has become increasingly crowded by economic activities. As a result, there are some significant changes in the area. This undesirable phenomenon has resulted in the decrease of the quality of the buildings, and some are in a state of critically endangered. Since the Indis buildings have been served as facilities for many functions, they have now finite number available, unrenewable, and fragile characteristics as well. Therefore, it is vitally important to apply conservation aspects in further utilization the buildings. This conservation aspect is not only applied to physical aspects, but also on the values within them. Thus the usage of the buildings is expected to apply balances in their further utilization. The method applied in this research covers obtaining primary data by tracing related literature, field survey, interviewing the key respondents, and choosing the samples. The next stage is data evaluation, data analysis and presentation, which cover five consecutive steps, namely: 1) identifying the Indis building in the area of Kotabaru; 2) group buildings in the cluster block; 3) identifying physical and usage changes; 4) determining important values; and 5) arranging a strategic planning for appropriate conservation and usage related to the local current condition. The result of this research shows that the housing facilities have the most significant changes in physical appearance, architecture, and usage from their original functions. This cannot be avoided as the need for space for difference variety usage is obviously increasing, so that some of the buildings have changed significantly. However, there are some which still bear their characters as a housing facility of the Dutch colonial period. Therefore, preservation and appropriate usage of these Indis buildings are obviously part of the archeological resource management.

Kata Kunci : Kawasan Kotabaru, bangunan Indis, pelestarian dan pemanfaatan, manajemen sumberdaya arkeologi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.