STUDY OF NAWAL EL SAADAWI’S THOUGHTS ON DENIAL OF MUSLIM WOMEN’S RIGHTS IN MARRIAGE
Neny Endah Istiqomawati, S.Pd.I., Dr. Zainal Abidin Bagir
2011 | Tesis | S2 Agama dan Lintas BudayaPenelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pemikiran Nawal el saadawi mengenai hak-hak perempuan dan protesnya terhadap ajaran agama yang telah digunakan untuk memanipulasi perempuan. Profesinya sebagai dokter memberinya kesempatan untuk bertemu langsung dengan perempuanperempuan yang membutuhkan pengobatan akibat luka sunat yang dilakukan saat masih kecil, deflorasi saat mau menikah, pemukulan suami, juga hymenorapy untuk memuaskan suami yang mengharapkan adanya darah pada malam pertama. Penelitian ini menggunakan riset perpustakaan karenanya saya menggunakan hampir semua buku Nawal dan buku lain yang membahas masalah Gender dan komentar yang ditujukan pada hasil karya Nawal apakah melalui seminar, wawancara ataupun artikel dari internet. Nawal dalam karyanya menunjukkan bahwa perempuan dalam ikatan perkawinan adalah korban dari masyarakat. Seorang istri terpenjara di rumah dan menjadi obyek kekerasan suaminya. Menutup muka, tuntutan atas keperawanan, sunat adalah kewajiban yang harus dijalankan tanpa peduli bahwa semua itu membahayakan hidup perempuan baik secara mental maupun fisik. Solusi yang ditawarkan Nawal untuk membebaskan perempuan adalah memisahkan agama dari Negara. Penelitian ini menemukan bahwa saran Nawal untuk berdirinya Negara secular adalah susah untuk diimplementasikan. Juga bahwa membenci agama, membenci laki-laki, membenci perkawinan bukanlah langkah yang bijak untuk menghapuskan diskriminasi pada perempuan. Dua cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi kekerasan dalam perkawinan adalah menikah hanya dengan laki-laki yang memposisikan perempuan sebagai patner sebagai langkah usaha pribadi dan kaum intelektual yang telah sadar gender itu mengupayakan diri untuk masuk dalam birokrasi agar penyemaikan ide persamaan itu lebih kuat pengaruhnya.
This study is aimed at describing Nawal’s thought concerning about women’s rights and her protest against religious decree that has been used to manipulate women. her profession as doctor gives her a chance to meet directly with the women who need to be cured from the wounds they suffer; circumcison on little girl, defloration for young adult about to marry, beating up from husband to wife, hymenorapy in order to satisfy husband who expect blood in the first copulation. This study used library research hence I utilize mostly from Nawal books, and other material that related to gender issue and comment that appointed to Nawal’s work whether in seminar, interview or articles from the internet. Nawal in her books tries to show that women in marriage are victims in their own community. Wives are imprisoned in their house and become object of violation. Veiling, virginity requirement and circumcision are obligation for women though those can jeopardize women’s life (mentally and physicaly). Nawal suggests that to liberate women the way is religion should be separated from the state. This study finds that her suggestion about secular state is hard to be implemented, especially in Muslim countries. Also hating religion, hating men, and hating marriage as promoted by Nawal in her books is not wise way to erase discrimination against women. Two ways can be implemented, getting married only if you find the right man as an individual’s effort and those intellectual must find a way to be the ones with authority so they can dissimenate the idea of equality more powerful.
Kata Kunci : Nawal el Saadawi, sastra, feminist, agama, Islam, perkawinan, penutupan muka, sunat, diskriminasi.