Laporkan Masalah

STRATEGI MANAJEMEN ASET TANAH DAN BANGUNAN MILIK PEMERINTAH KABUPATEN INDRAGIRI HILIR

Efrizon, Drs. Wakhid S. Ciptono, M.BA., M.P.M., Ph.D.

2011 | Tesis | S2 Magister Ek.Pembangunan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan faktor-faktor penting manajemen aset tanah dan angunan, serta menganalisis strategi manajemen aset tanah dan bangunan yang perlu dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan sampel sebanyak 39 responden. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Peraturan Menteri Da Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah. Alat analisis untuk menjawab tujuan b lam Negeri pertama adalah Importance-Performance Analysis, yaitu untuk mengukur tingkat kepentingan dan kinerja pelaksanaan faktor kunci manajemen aset tanah dan bangunan (Martilla dan James, 1977). Untuk menjawab pertanyaan kedua menggunakan Analisa SWOT ( Freddy Rangkuti 2006) yaitu merumuskan strategi-strategi yang dapat dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Indragiri Hilir dalam mengelola aset tanah dan bangunan. Hasil penelitian untuk tingkat kepentingan didapat variabel proses kejelasan hukum terhadap aset tanah dan bangunan dianggap sangat penting oleh responden dengan rerata 4,4359 dan modus 5 (sangat penting). Hal ini dianggap sangat penting karena dapat mengurangi masalah hukum berupa penyerobotan tanah dan pemanfaatan bangunan oleh pihak yang tidak berhak. Variabel penting lainnya adalah pengawasan dan pemeliharaan terhadap aset tanah dan bangunan dilakukan dengan baik dan secara periodik (berkala) dengan rerata 4,2821 dan modus 4 (penting). Pada tingkat kinerja peringkat kinerja yang paling baik adalah setelah APBD ditetapkan daftar kebutuhan barang milik daerah dan daftar kebutuhan pemeliharaan barang milik daerah dijadikan dasar dalam pelaksanaan pengadaan dan pemeliharaan dengan rerata 3,9744 dan modus 4 (baik). Variabel dengan kinerja yang cukup dan berada pada urutan terakhir adalah keterlibatan pihak ketiga (swasta) dan masyarakat (kemitraan) dalam pemanfaatan aset tanah dan bangunan dengan rerata 3,0513 dan modus 3 (cukup). Hasil Analisis SWOT didapatkan beberapa strategi, antara lain : pengembangan sumberdaya manusia, pemanfaatan tanah dan bangunan dengan cara melibatkan pihak swasta dalam kerangka Public Private Partnership sehingga aset tanah dan bangunan dapat lebih optimal pemanfataannya. Selain itu, analisa studi kelayakan dan analisa kegunaan tertinggi dan terbaik perlu dilakukan untuk meminimalisir tanah dan bangunan yang idle.

This study aimed to analyze the implementation of the important factors of land and building asset management and asset management strategies that need to be implemented by the Government of Indragiri Hilir regency. This research used purposive sampling technique with the sample of 39 respondents. The variables used in this study were the Minister of Home Affairs Regulation No. 17 year 2007 on Technical Guidelines for Man e Region. The Analysis tool to answer the first objective was Importan e-Performance Analysis, which was to measur agement of th c e the level of importance and performance of the implementation of the key factors of land and building asset management (Martilla and James, 1977). To answer the second question, it used SWOT analysis (Freddy Rangkuti 2006) to formulate strategies that could be implemented by the District Government of Indragiri Hilir in managing land and building assets. The result obtained from the level of importance was the variable of legal clarity process to the land and buildings assets that was considered very important by the respondents with a mean of 4.4359 and mode 5 (very important). It was considered very important because it can reduce the legal problems of land grabbing and use of buildings by unauthorized parties. Another important variable was the supervision and maintenance of land and building assets that had been performed well and periodically (regular) with a mean of 4.2821 and mode 4 (important). From the level of performance, the best performance rating was after the budget was determined, the list of local property and property maintenance needs was the basis in the implementation of the procurement and maintenance with a mean of 3.9744 and mode 4 (good). The variable with adequate performance and was ranked last was the involvement of the third party (private) and community (partnerships) in the utilization of land and building assets with a mean of 3.0513 and mode 3 (adequate). SWOT Analysis Results obtained several strategies such as: human resource development and the utilization of land and buildings assets by involving the private sector in Public Private Partnership framework so that the utilization of the assets could be optimized. In addition, it is necessary to analyze the feasibility study and highest and best use of the assets to minimize the idle land and buildings.

Kata Kunci : Strategi, Manajemen aset, tanah dan bangunan, Pemerintah Daerah Kabupaten Indragiri Hilir.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.