Laporkan Masalah

KINERJA PUSAT MISI PEMELIHARAAN PERDAMAIAN TNI DALAM PENYIAPAN KEMAMPUAN PRAJURIT TNI GUNA MISI PERDAMAIAN DUNIA (Studi di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian/PMPP TNI)

I Gede Sumertha Kusuma, Prof. dr. Makmuri Muclas, Ph.D., Sp.Kj.

2011 | Tesis | S2 Ketahanan Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih mendalam tentang Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI dan kinerjanya dalam menyiapkan kemampuan prajurit untuk mengemban misi perdamaian dunia dibawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Penelitiannya dilakukan dengan metode kualitatif yaitu menekankan pada pengumpulan dan analisis teks tertulis (studi kepustakaan) dan terungkapkan (pernyataan, wawancara dan diskusi). , Semenjak berakhirnya perang dingin, cara pandang pemerintah negara-negara maju dan dunia ketiga telah mengalami perubahan dalam menghadapi situasi global dan memberi perhatian yang lebih serius terhadap penyelenggaraan misi pemeliharaan perdamaian. Indonesia sebagai negara yang berdaulat dan memiliki potensi, berupaya untuk meningkatkan kontribusinya dalam misi pemeliharaan perdamaian tersebut. Untuk itu, sebagai respon dari tantangan ini, maka Pemerintah Indonesia melalui TNI, telah membentuk Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI agar dapat menangani semua masalah yang terkait dengan misi pemeliharaan perdamaian secara lebih fokus, profesional dan terarah. c ruitment PMPP TNI berperan tidak hanya memilih personil yang eligible melalui sistim re yang profesional, tetapi juga berperan untuk meningkatkan kemampuan personil TNI melalui program latihan yang di design untuk menjawab kebutuhan operasional dalam menghadapi kompleksitas misi perdamaian saat ini dan yang akan datang. Mengintensifkan dialog melalui kerjasama yang dibangun dengan peacekeeping center regional dan organisasi yang relevan dapat juga meningkatkan kemampuan dan memperkecil perbedaan pemahaman, dalam melaksanakan koordinasi dan kerjasama yang terintegrasi, pada operational dan tactical level, sehingga mampu menjawab dinamika yang terjadi dilapangan secara efektif. Salah satu tantangan terberat PMPP TNI adalah melatih dan menyiapkan kemampuan para prajurit TNI, yang pada awalnya dibentuk sebagai fighter, namun kemudian harus mampu untuk mengemban misi perdamaian dunia di bawah bendera PBB sebagai Peacekeeper. Guna menyongsong tugas ini, sungguh tepat jika PMPP TNI memiliki keleluasaan untuk melakukan koordinasi langsung dan kerjasama dengan Peacekeeping Centre negara lain. Karena dengan bertukar informasi dan pengalaman, akan lebih mudah untuk menemukan standar kemampuan yang diharapkan oleh PBB. Dengan tegaknya PMPP TNI sebagai garda terdepan dalam menangani misi pemeliharaan perdamaian, diyakini peluang yang terbentang akan dapat dioptimalkan karena proses pengambilan keputusan menjadi lebih cepat, efektif dan tepat guna.

This research is aiming to find out more about the Indonesian National Defense Forces Peacekeeping Center and its performance in preparing soldiers for the mission capability of peacekeeping operation under the flag of the United Nations (UN). Research conducted with qualitative methods which emphasize the collection and analysis of written texts (literature study) and expression (statements, interviews and discussions). Since the end of the cold war, the government point of view of developed countries and third world has changed in the face of the global situation and give more serious attention to the implementation of peacekeeping missions. Indonesia as a sovereign state and has the potential, seeking to increase its contribution in the peacekeeping mission. For that, in response to this challenge, the Government of Indonesia through the military has established a Peacekeeping Centre (PMPP TNI), in order to deal with all issues relating to peacekeeping missions in a more focused and professional. PMPP TNI’s role is not only select personnel are eligible through recruitment system that professionally, but also serves to enhance the ability of military personnel through training programs that are designed to address operational needs in the face of the complexity of the current peacekeeping mission and future. Intensify the dialogue established through cooperation with regional peacekeeping center and relevant organizations can also improve the capability and reduce the gap of understanding, coordination and cooperation in implementing an integrated, on operational and tactical levels, so as to answer the dynamics of the field effectively. One of the toughest challenges PMPP TNI is to train and prepare ability TNI soldiers, which was originally formed as a fighter, but then must be able to carry out the mission of peacekeeping operation under the flag of the United Nations as a Peacekeeper. In order to meet this task, it is appropriate if the PMPP TNI has the discretion to conduct direct coordination and cooperation with other countries Peacekeeping Centre. Due to exchange information and experience, it's easier to find the standard capabilities that are expected by the UN. With the establishment of PMPP TNI as the front guard in dealing with peacekeeping missions, it is believed that extending opportunities will be optimized for decision-making process becomes more rapid, effective and efficient.

Kata Kunci : Kinerja, PMPP TNI, Kemampuan Prajurit TNI dan Misi Perdamaian Dunia.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.