PEMBERDAYAAN PESANTREN DALAM RANGKA KETAHANAN KOMUNITAS SOSIAL KEAGAMAAN (Studi Kasus di Pesantren Daarul Uluum Lido, Kabupaten Bogor)
Sya'roni, Prof. Dr. Djoko Soerjo, MA.
2011 | Tesis | S2 Ketahanan NasionalTujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah memotret kondisi Pesantren Daarnl Uluurn secara urnum, mengidentifikasikan kekuatan, kelemah~ peluang dan ancaman yang ada, untuk keperluan pemberdayaan pesantren dikaitkan dengan ketabanan sosial dan keagamaan. Penelitian menggunakan metode kualitatif yaitu metode yang menekankan pada pengumpulan data dan analisis, sedangkan anaIisis yang dipakai adalah analisis SWOT yang memiliki empat variabel yaitu; Kekuatan, Kelemahan, Kesempatan dan Ancamal1, dalam setiap variabel diambil beberapa aspek yang menonjol yang ditemukan dari kondisi riil pesantren Daarnl Uluurn. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah pesantren Daarnl Uluurn berada pada kuadran pertama sehingga metode pemberdayaan yang direkomendasikan adaIah melakukan ekspansi, menggllnakan peluang dan kekuatan semaksimal. Ketahanan sosial dan keagamaan sering dikaitkan dengan kemampuan dalam mengatasi resiko akibat pembahan sosiaL ekonomi dan politik yang mengelilinginya. Sebuah komunitas dikatakan memiliki ketahanan sosial jika pertama mampu melindungi secara efektif anggotanya termasuk didalamnya individu dan keluarga yang rentan terhadap pembahan sosial yang mempengaruhinya; kedna mampu melakukan investasi sosial dalam jaringan sosial yang menguntungkan; dan ketiga. marnpu mengembangkan mekanisme yang efektif dalam mengelola kontlik dan kekerasan. Pesantren bersama-sama dengan masyarakat sekitamya telah dan terns melakukan upaya-upaya pemberdayaan diri sendiri untuk kepentingan bersama dan saling menguntungkan.
The goal of this research are photographing condition of Daarul Ullum boarding school in general, identifying Strengths, Weaknesses, Opportunities and Threats that exist, for the purposes of the empowerment of Boarding School associated with religious and social resilience. Research using qualitative methods, it is a method that focuses on data collection and analysis, while the analysis used is SWOT analysis, which has four variables , namely: Strengths, Weaknesses, Opportunities and Threats. In each variable taken a few aspects that stand out are found protruding from the real condition of Daarul Uluum Boarding School. The results of this study was Daarul Uluum Boarding School located on the first quadrant so that the empowerment of the recommended method is to expand, using the opportunity and strength to the maximum extent. Religious and social resilience is often associated with the ability to cope with risk due to social changes, economics and politics that surrounds it. A community is said to have social security if in the first place able to effectively protect its members include individuals and families who are vulnerable to social changes that affect it; secondly able to make social invesment in social networks that benefit; and thirdly able to develop effective mechanisms to manage conflict and violence. Pesantren together with its surrounding community have been and continue to make efforts in self-empowerment for the common good and mutual benefit.
Kata Kunci : Pemberdayaan, Pesantren Daarul Uluurn, ketahanan sosial dan keagamaan.