Laporkan Masalah

IMPLEMENTASI PILOT PROJECT ELEKTRONIK KTP DI KECAMATAN GONDOKUSUMAN YOGYAKARTA

NOVA AGUNG BUDIONO, S.SOS, Dr. Erwan Agus Purwanto, M.A.

2011 | Tesis | S2 Magister Adm. Publik

Upaya pemerintah memperbaiki sistem kependudukannya adalah dengan menertibkan administrasi kependudukan, dimana nantinya akan hanya ada KTP yang bersifat tunggal, data akurat dan terintegrasi secara nasional. Berdasarkan UU No. 23 Tahun 2006 Pasal 64 Ayat 3 yang berbunyi dimana KTP harus menyediakan ruang yang berisi kode keamanan dan rekaman elektronik peristiwa penting, maka dari hal tersebut lahirlah yang namanya elektronik KTP (e-KTP). Didalam e-KTP terdapat chip yang bisa memuat teknologi sidik jari dimana kekhasan sidik jari hanya bisa dimiliki satu orang sehingga nomor induk kependudukan (NIK) dan KTP bisa bersifat tunggal. E-KTP sendiri adalah salah satu bentuk aplikasi dari e-government kelas transact. Lalu penerapan kartu identitas elektronik (e-ID) ini sudah pernah dilakukan oleh beberapa negara di Eropa. Sebelum menerapkan program ini secara luas, pemerintah melakukan pilot project di beberapa daerah yang ditunjuk, salah satunya di Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Dengan belajar dari pengalaman negara yang sudah menerapkan terlebih dahulu maka penelitian ini ingin mengevaluasi pelaksanaan pilot project di Kecamatan tersebut. Dimana tujuannya untuk melihat kinerja pelaksanaan pilot project e-KTP di Kecamatan Gondokusuman dan faktorfaktor yang mempengaruhinya. Selanjutnya hasil dari penelitian ini bisa memperbaiki atau menambahkan kebijakan mengenai implementasi e-KTP di Indonesia. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Dimana data primer didapatkan melalui wawancara para pelaksana proyek dan beberapa warga yang diundang membuat e-KTP. Sedangkan data sekunder didapatkan melalui survei, untuk mendapatkan persepi kualitas pelayanan dari warga yang telah membuat e-KTP. Didapatkan sampel sebanyak 195 orang, menggunakan teknik simple random sampling, dengan tingkat kesalahan 7% dan tingkat kepercayaannya 95% Target yang harus dicapai pada pilot project ini yaitu 26.000 jiwa yang harus membuat e-KTP. Dalam jangka waktu selama empat bulan yang dimulai dari bulan Oktober ini, hasil yang tercapai hanya 10.162 jiwa per 10 Januari 2010 atau sebesar 39,08% lalu diperpanjang sampai akhir Ferbuari 2010 maka mencapai 83,23% Kesimpulan dari penelitian ini, menunjukkan bahwa kinerja pelaksanaan pilot project e-KTP di Kecamatan Gondokusuman kurang efektif. Masalah sosialisasi yang tidak mengajak stakeholder selain kelompok sasaran, pelaksanaan yang terbagi dalam dua tahap dan kurangnya infrastruktur. Selain itu bentuk pelayanan yang diberikan juga menjadi salah satu kekurangefektifan. Misalnya e- KTP diterima warga setelah menunggu waktu dua bulan, kualitas foto yang buruk dan penerimaan e-KTP di pihak berbankan yang awalnya masih diragukan.. Sedangkan faktor yang paling mempengaruhi keberhasilan pilot project e-KTP di Kecamatan Gondokusuman ialah sikap pelaksana.

Government's efforts to improve the residence system is using well regulated population administration, where there will be ID cards that are single, accurate and integrated with data nationally. Under Law no. 23 of 2006 Article 64 Paragraph 3, which reads where the ID card must provide a space that contains the security code and electronic recording important events, from this, born electronic ID (e-ID). In an e-ID cards have a chip that can contain the fingerprint technology in which the uniqueness of fingerprints that can only be owned by one person, so that the population number identity (NIK) and ID cards can be singular. E-ID card itself is one form of e-government applications, in transact class. This application of electronic identity cards (e-ID) has been done by several countries in Europe. Before implementing this program extensively, the government made a pilot project in some designated areas, one in District Gondokusuman, Yogyakarta. By learning from the experience of countries that have applied in advance, this study wanted to evaluate the implementation of pilot projects in that district. Where the goal is to see the performance of the implementation of e-ID card pilot project in District Gondokusuman and factors influencing it. The results of this research can improve or add to policies regarding the implementation of e-ID card in Indonesia. In this research uses a qualitative approach. Where primary data obtained through interviews the project implementers and some residents who were invited to make an e-ID card. While the secondary data obtained through surveys, to get a perception of quality of service from people who have made e-ID card. Obtained a sample of 195 people, using simple random sampling technique, with an error rate of 7% and 95% confidence level Target to be achieved in this pilot project is 26,000 who must make the e- ID card. Within a period of four months starting from October, then the results reached only 10. 162 per 10 January 2010, or 39.08% and then extended until the end of Ferbuari 2010 reached 83.23% The conclusion of this study, indicates that the performance of the implementation of e-ID card pilot project in District Gondokusuman less effective. The problem of socialization that does not invite stakeholders other than the target group, implementation of which is divided into two stages and the lack of infrastructure. In addition, services provided is also one of less effevtiveness. For example, residents received an e-ID card after a waiting period of two months, a bad photo quality and acceptance of e-ID card at the bank that still questionable. The most successful factor that influencing implementing of pilot project in District Gondokusuman is the executing agency.

Kata Kunci : e-government, e-KTP,implementasi, pilot project


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.