Laporkan Masalah

KAJIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN SUNGAI ANCARAKIBAT LIMBAH CAIR TAHU INDUSTRI RUMAH TANGGAKEKALIK JAYA DI KOTA MATARAMPROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

Ambarsari, Prof. Dr. H. Sudarmadji, M.Eng., Sc.

2011 | Tesis | S2 Magister Pengelolaan Lingkungan

Penelitian ini dilaksanakan pada lokasi industri tahu rumah tangga di Kelurahan Kekalik Jaya Kecamatan Sekarbela Kota Mataram. Saat ini tercatat sebanyak 227 unit usaha yang beroperasi dalam setiap harinya. Limbah cair yang dihasilkan dari kegiatan tersebut tidak dikelola sebagaimana mestinya, hanya dibuang ke sungai Ancar baik langsung maupun melalui pipa paralon dari rumah ke rumah tanpa melalui pengelolaan terlebih dahulu, dan berpotensi terhadap terjadinya pencemaran sungai Ancar. Tujuan penelitian adalah mengkaji aktivitas dan perilaku pengrajin tahu dalam proses pembuatan tahu, mengkaji dampak aktivitas pengrajin tahu terhadap pencemaran lingkungan sungai Ancar serta merumuskan strategi pengelolaan lingkungan di lingkungan industri tahu rumah tangga Kelurahan Kekalik Jaya Kota Mataram. Data yang diperlukan merupakan data primer dan sekunder. Data primer berupa identifikasi pencemaran diperolah dari hasil pengamatan di lapangan dan laboratorium. Data primer meliputi data tentang kualitas air sungai Ancar dengan parameter: BOD, COD, TSS, NH3, NO3, NO2, pH, Bau, Warna, Kekeruhan, Suhu dan Keanekaragaman Plankton. Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari instansi terkait. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif yaitu hasil laboratorium dibandingkan baku mutu yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air Provinsi Nusa Tenggara Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi pencemaran air sungai Ancar akibat pembuangan limbah cair tahu. Hal ini ditunjukkan dengan pengambilan sampel dengan jarak 400 m setelah bercampur dengan limbah cair tahu, kondisi air sungai Ancar mengalami tingkat pencemaran sedang dengan nilai indeks pencemaran 5,22 pada titik 2, kemudian dengan jarak yang sama titik 3 indeks pencemaran 5,39 selanjutnya pada titik 4 dan 5 nilai indeks pencemaran mencapai 5,34 dan 5,37. Secara keseluruhan aktivitas dan perilaku para pengrajin tahu dalam proses pembuatan tahu masih belum dikelola dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengamatan dan wawancara dari proses produksi tahu, kebiasaan dan cara pembuangan limbah cair tahu yang langsung dibuang ke lingkungan perairan. Dengan kata lain, masih kurangnya kesadaran dan perilaku peduli terhadap kerusakan atau pencemaran lingkungan.

The research was conducted in the region tofu industry of households Kekalik Jaya Village Sekarbela District of Mataram. Currently there were 227 business units that operate in every day. The liquid waste generated from these activities are not managed properly, just thrown into the Ancar river either directly or through pipes paralon from house to house without going through management first, and potentially to the occurrence of Ancar river pollution. The goal is to assess the activity and behavior in the process of making tofu, assess the impact of tofu activity against Ancar river pollution and formulate strategies for environmental management in industrial environments tofu households Kekalik Jaya Village of Mataram. The data required is the primary and secondary data. The primary data in the form of the identification of pollution resulted from the observation in the field and laboratory. Primary data includes data on Ancar river water quality with parameters: BOD, COD, TSS, NH3, NO3, NO2, pH, Odor, Color, Turbidity, Temperature and Plankton Diversity. The secondary data collected from agencies related to the research conducted. The data analysis technique used is descriptive analysis of laboratory results compared with the quality standards Government Regulation No. 82 of 2001 on Water Quality Management and Control of Water Pollution Nusa Tenggara Barat Province. The results showed that Ancar river water pollution has occurred due to liquid waste tofu disposal. This is shown by taking samples with a distance of 400 m after mixing with tofu liquid waste, the condition of Ancar river water pollution levels are medium category with pollution index value 5,22 to point 2, afterward by a distance equal point 3 pollution index value 5,39 Futhermore to point 4 and 5 pollution index value to reach 5,34 and 5,37. Overall activity and behavior of tofu-making process is still not yet tofu well managed. This can be seen from the observations and interviews from the production process tofu, habits and way of disposal of liquid waste tofu directly discharged to the aquatic environment. In other words, there is still a lack of awareness and behavior of matter for damage or environmental pollution.

Kata Kunci : Pencemaran lingkungan, industri tahu, kualitas air sungai Ancar

  1. S2-GEO-2011-Ambarsari-Abstract.pdf  
  2. S2-GEO-2011-Ambarsari-Bibliography.pdf  
  3. S2-GEO-2011-Ambarsari-Tableofcontent.pdf  
  4. S2-GEO-2011-Ambarsari-Title.pdf