HUBUNGAN ANTARA PERILAKU RUMAH TANGGA DALAM PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK DEMAM BERDARAH DENGUE (PSN-DBD), PROGRAM JUMANTIK, DAN PROGRAM BAPAK/IBU ASUH DENGAN PREVALENSI DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KABUPATEN BANTUL YOGYAKARTA
WURI RATNA HIDAYANI, Dr. drh. Sitti Rahmah Umniyati, SU.
2011 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran TropisLatar Belakang : Kejadian demam berdarah di Kabupaten Bantul dengan case fatality rate (CFR) sebesar 1,41 persen tahun 2008 menunjukkan masih tingginya kasus DBD. Pemerintah Kabupaten Bantul mencanangkan program juru pemantau jentik dan bapak/ibu asuh guna memantau angka bebas jentik (ABJ) dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) DBD di Kabupaten Bantul. Berdasarkan survei Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul tahun 2007 dinyatakan bahwa partisipasi masyarakat dalam melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) masih rendah karena nilai angka bebas jentik sebesar 80 persen. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara perilaku rumah tangga dalam pemberantasan sarang nyamuk demam berdarah dengue (PSN DBD), program jumantik dan program bapak/ibu asuh dengan prevalensi DBD di Kabuputen Bantul. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Banguntapan I, Puskesmas Banguntapan II, Puskesmas Sewon II, Puskesmas Kasihan I dan Puskesmas Kasihan II secara purposive sampling, sampel terdiri dari 184 sampel. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat, analisis bivariat dan analisis multivariat menggunakan Regresi Logistik. Hasil : Hasil analisis bivariat (menggunakan tabel 2x2) bahwa secara statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara menguras tempat penampungan air (RR= 4,31, p=0,000), menutup tempat penampungan air (RR= 1,71, p=0,003), penyuluhan kesehatan oleh jumantik (RR=1,41, p=0,037), pemeriksaan jentik berkala oleh jumantik (RR= 3,96, p=0,000), penggerakan PSN DBD oleh jumantik (RR=2,84, p=0,000), penyuluhan kesehatan oleh bapak/ibu asuh (RR=2,52, p=0,000), pemeriksaan jentik berkala oleh bapak/ibu asuh (RR=3,59, p=0,000), penggerakan PSN DBD oleh bapak/ibu asuh (RR=2,82, p=0,000) dengan prevalensi DBD. Hasil analisis regresi logistik dengan memasukkan semua faktor secara bersama-sama untuk mengetahui faktor yang paling dominan diketahui hasil model akhir yaitu menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara menguras tempat penampungan air (RR= 19,375, p=0,000), pemeriksaan jentik berkala oleh jumantik (RR=5,450, p=0,001), penggerakan PSN DBD oleh jumantik (RR=1,192, p=0,015), pemeriksaan jentik berkala oleh bapak/ibu asuh (RR=3,898, p=0,005), penggerakan PSN DBD oleh bapak/ibu asuh (RR=3,883, p=0,014) dengan prevalensi DBD.
Background: The case fatality rate of dengue haemorrhagic fever (DHF) in Bantul was 1,41 percent in 2008, indicating still that DHF case is high. Bantul Regency Government established jumantik (larvae monitoring team) program and foster parents program to monitor the larvae free index (ABJ) and the elimination of larval habitats in Bantul. Based on a health survey by Bantul Regency Health Department in 2007, community participation in eradicating DHF mosquito nest in Bantul was still low because the larvae free index showed the rate of 80 percent. Objective: This research is aimed to find out the correlation among household behavior in the elimination of larval habitats, jumantik program, foster parents program with DHF prevalence in Bantul. Method: This research used analytic observational research with cross sectional design. The research sampling was carried out in the working area of Puskesmas (Public Health Center) Banguntapan I, Puskesmas Banguntapan II, Puskesmas Sewon II, Puskesmas Kasihan I, and Puskesmas Kasihan II using purposive sampling method. The sample consisted of 184 samples. The data was collected using questionnaires. Data analysis used was univariate analysis, bivariate analysis (Relative Risk (RR), Confidence Interval (CI), and P-value), and multivariate analysis using logistic regression. Result: The result of bivariate analysis (using 2x2 tables) statistically showed significant correlation between draining container (RR= 4,31, p=0,000), closing container (RR= 1,71, p=0,003), burying unsused thing (RR=1,10, p=0,516), health education by jumantik (RR=1,41, p=0,037), regular larvae monitoring by jumantik (RR= 3,96, p=0,000), the implementation of the elimination of larval habitats by jumantik (RR=2,84, p=0,000), health education by foster parents (RR=2,52, p=0,000), regular larvae monitoring by foster parents (RR=3,59, p=0,000), the implementation of the elimination of larval habitats by foster parents (RR=2,82, p=0,000). The result of multivariate analysis revealed that the variable of draining container (RR=19,375, p=0,000), regular larvae monitoring by jumantik (RR=5,450, p=0,001), the implementation of the elimination of larval habitats by jumantik (RR=1,192, p=0,015), larvae regular check by foster parents (RR=3,898, p=0,005), the implementation of the elimination of larval habitats by foster parents (RR=3,883, p=0,014) became the most dominant factor.
Kata Kunci : Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa menguras tempat penampungan air, pemeriksaan jentik berkala oleh jumantik, penggerakan PSN DBD oleh jumantik, pemeriksaan jentik berkala oleh bapak/ibu