Laporkan Masalah

ANALISIS PENGARUH PENETRASI DISTRIBUTED GENERATION TERHADAP PROFIL TEGANGAN, SUSUT DAYA DAN KEANDALAN JARINGAN DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK

Didik Hadiyanto, S.T., Sarjiya, S.T., M.T., Ph.D.

2011 | Tesis | S2 Mag.Sist.Energi Elektrik

Distributed generation (DG) diharapkan dapat berperan penting pada sistem tenaga listrik di masa yang akan datang. DG memberikan alternatif bagi sistem tenaga listrik konvensional yang bersumber pada bahan bakar fosil seperti: batubara, minyak dan gas bumi dan energi fosil lainya. Dewasa ini perkembangan DG difokuskan pada ekploitasi sumber energi baru terbarukan seperti: biomassa, biogas, energi air, energi angin, energi surya dan lain sebagainya. DG yang berbasis pada sumber energi baru terbarukan berkembang sangat pesat dewasa ini, karena energinya selalu dapat diperbaharui, rendah emisi dan polusi, serta biaya operasi dan pemeliharaannya minimal. Dengan perkembangan pemanfaatan DG yang cukup pesat dan memberikan banyak kelebihan, sangat penting untuk mempelajari pengaruh penetrasi DG pada jaringan distribusi tenaga listrik. Penelitian ini mempelajari pengaruh penetrasi DG pada jaringan distribusi pedesaan. Penelitian difokuskan pada analisis pengaruh penerapan DG terhadap profil tegangan, susut daya dan keandalan pada jaringan distribusi tenaga listrik. Pada bagian pertama akan dipelajari pengaruh penerapan DG terhadap profil tegangan pada jaringan distribusi. Pada bagian kedua akan dilakukan analisis pengaruh penerapan DG terhadap susut daya pada jaringan distribusi. Dan yang terakhir evaluasi keandalan dengan menghitung berbagai indek keandalan (SAIFI, SAIDI, CAIDI, ENS, dan AENS) pada berbagai tingkat penetrasi DG. Objek penelitian berupa jaringan distribusi tenaga listrik yang terdapat di kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Jaringan distribusi digambar di dalam perangkat lunak ETAP versi 7.0.0 untuk analisis profil tegangan dan susut daya pada jaringan distribusi. Sementara untuk evaluasi keandalan digunakan perangkat lunak Microsoft Excel 2007 untuk menghitung indeks keandalan. Penelitian ini memanfaatkan potensi PLTA skala kecil sebagai DG. Potensi PLTA skala kecil tersebut berada pada saluran irigasi Kalibawang yang terletak di kabupaten Kulon Progo. Ada dua lokasi potensi PLTA skala kecil pada saluran irigasi Kalibawang dengan total kapasitas 1000 kW. Jaringan distribusi feeder 5 gardu induk wates merupakan jaringan distribusi yang menjangkau lokasi potensi PLTA skala kecil pada saluran irigasi Kalibawang. Pembangunan PLTA skala kecil di saluran irigasi Kalibawang sebagai DG dengan kapasitas 200 – 1000 kW dapat: a. Memperbaki profil tegangan jaringan sampai dengan 0,596 kV (2,98%). b. Menurunkan susut daya pada jaringan sampai dengan 92 kW (26,1%). c. Meningkatkan kehandalan sistem (SAIDI sebesar 14,31%, CAIDI sebesar 14,31% dan ENS sebesar 14,04%)

Distributed generation (DG) is expected to play a key role in electric power system in the future. Distributed Generation (DG) provides an alternative to the traditional electricity sources i.e. oil, gas, coal, etc. and can also be used to enhance electrical power system. Nowaday, the development of DG mostly focus on renewable energy i.e. small hydro power, solar thermal, photovoltaic, biofuel, biomass, biogass, wind turbines etc. The DGs are becoming increasingly popular for their renewable energy, low emission and pollutions, low operations and maintenance cost, but not in investment cost. One of the main applications of DG is providing positive impact to the power system. Since the use of DG is getting developed and giving many advantages, it is very important to study its impact on distribution network operation. This research explores the impacts of installing DG on a rural distribution system. And it focuses on analyzing the impact of DG installation on distribution network operation including voltage analysis, electric losses and reliability of the system. At the first section, the voltage impacts of various DG penetration levels are explored. Secondly, the losses of the system are analyzed. Finally, the reliability analysis (SAIFI, SAIDI, CAIDI, ENS, and AENS) of the system is performed by installing DGs. A rural distribution system in Kulon Progo, DIY Province will be the object of this research. This Distribution was built using its one-line diagram in ETAP version 7.0.0 (Electrical Transient Analysis Program) to perform detailed voltage profile analysis and power losses analysis. The other software is Microsoft Excel 2007 to perform reliability evaluation. This research uses smallhydro power potential on Kalibawang irrigation canal for DGs. There are two locations of small-hydro power potential on the Kalibawang irrigation canal which has total potential capacities up to 1000 kW. A rural distribution system is 5th feeder of Wates distribution substation which reaches small-hydro power potential on Kalibawang irrigation canal. The development of small-hydro power potential in Kalibawang irrigation canal as DG with capacities up to 1000 kW, will give positive impact to 5th feeder of Wates substation : 1. Improve voltage profile of the system by 0,596 kV (2,98%). 2. Reduce power losses of the system by 92 kW (26,1%). 3. Improve reliability indices of the system (SAIDI by 14,31%, CAIDI by 14,31% and ENS by 14,04%)

Kata Kunci : Distributed generation (DG), Profil Tegangan, Susut Daya, Keandalan.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.