Laporkan Masalah

KINERJA PENGELOLAAN EKOWISATA DI KAWASAN LERENG SELATAN TAMAN NASIONAL GUNUNG MERAPI DENGAN PENDEKATAN INSTITUTIONAL DEVELOPMENT FRAMEWORK (IDF)

Yudy Sunantri, Prof. Dr. Ir. Chafid Fandeli, MS.

2011 | Tesis | S2 Magister Kajian Pariwisata

Pembangunan pariwisata berbasis masyarakat adalah meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat yang tidak lepas dari dimensi ekonomi dalam kegiatan pembangunan pariwisata yang mampu menjadi sektor andalan dan mampu mendorong kegiatan ekonomi melalui kegiatan ekowsiata. Rencana pengelolaan diupayakan dapat mengakomodir berbagai peluang pembangunan. Dengan demikian, dalam persiapan dan penyusunan rencana pengelolaan, upaya pelibatan peran serta masyarakat merupakan prasyarat untuk efektif dan efisiennya rencana pengelolaan yang disusun. Secara umum metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yaitu analisa dengan mengacu pada data-data kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif didefinisikan sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang atau prilaku yang dapat diamati (Bagdan dan Taylor dalam moloeng, 2002, p3). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah IDF (Institutional Development Framework) Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat perkembangan kelembagaan organisasi pengelola ekowisata TNGM berada pada tahap pekembangan dan diperlukan upaya secara berkelanjutan untuk menuju tahap pemantapan dan dewasa dan masih dalam upaya perjuangan dalam meningkatkan efektifias kinerja untuk mencapai efektifitas dan tingkat perkembangan yang lebih tinggi. Faktor yang berkaitan dengan kelembagaan, kebijakan, perundang-undangan dan peraturan tentang pengelolaan ekowisata dimana kesiapan suatu organisasi yaitu Balai Taman Nasional adalah Unit Pengelolaan Teknis yang masih muda dan terus melakukan perjuangan untuk menuju tahap pengembangan kinerja Balai Taman Nasional. Orientasi dalam pengelolan ekowisata ini adalah pariwisata berbasis masyarakat.

Community-based tourism development is to improve the welfare and prosperity of the people which can’t be separated from the economic dimension in tourism development activities which could be the leading sectors and is able to encourage economic activity through ecotourism. The management plan attempted to accommodate a variety of development opportunities. Thus, in the preparation and drafting of management plans, an effort involving community participation is a prerequisite for effective and efficient management plan drawn up. In general, the methods used in this research is descriptive qualitative method with analysis based on qualitative and quantitative data. Qualitative method is defined as a procedure of research that produces descriptive data in the form of words written or spoken of people or behaviors that can be observed (Bagdan and Taylor in moloeng, 2002, p3). The method used in this study is the IDF (Institutional Development Framework) The result of this research showed that the level of institutional development of Mount Merapi National Park ecotourism management organization at the stage of developments and continuous efforts are needed to get to the stage of stabilization and maturity and still struggle in an effort to improve performance effectiveness to achieve effectively and higher levels of development. Factors relating to institutional, policy, legislation and regulations on the management of ecotourism where the readiness of an organization that is National Park Office which is still classified as a Technical Management Unit that was young and continues to struggle to get to the stage of National Park Office performance development. Orientation in this management of ecotourism is of community-based tourism.

Kata Kunci : Balai Taman Nasional, Pariwisata Berbasis Masyarakat, Kinerja Organisasi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.