KEDUDUKAN BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN (BAPEPAM SETELAH PENCABUTAN PROGRAM PASCASARJANA BAPEPAM-LK) SEBAGAI LEMBAGA PEMOHON PAILIT IZIN USAHA PERUSAHAAN EFEK
Damianus Herman Renjaan, SH, Dr. Tata Wijayanta, S.H., M.Hum.
2011 | Tesis | S2 Magister HukumPenelitian ini bertujuan memberikan kepastian hukum tentang kedudukan sebuah perusahaan efek setelah izin usahanya dicabut oleh BAPEPAM-LK dan memberikan kepastian hukum menyangkut kedudukan BAPEPAM-LK sebagai lembaga pemohon pailit terhadap perusahaan setelah mencabut izin usaha sebuah perusahaan efek. Penelitian hukum ini didasarkan pada penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Penelitian kepustakaan dilakukan untuk memperoleh data sekunder, sedangkan penelitian lapangan digunakan untuk memperoleh data primer dengan cara melakukan penelitian langsung ke lapangan. Dari pembahasan tesis ini dapat disimpulkan bahwa; pertama kedudukan perusahaan efek setelah izin usahanya dicabut oleh BAPEPAM-LK adalah bukan lagi sebagai sebuah perusahaan efek. Kedua, Kedudukan BAPEPAM-LK sebagai pemohon pailit setelah mencabut izin usaha sebuah perusahaan efek menjadi hilang dan tidak lagi berada dibawah pengawasan BAPEPAM-LK. Ketiga, bahwa dalam kasus PT. Antaboga Deltasekuritas menunjukan bahwa Hakim lebih condong untuk mengedepankan nilai kemanfaatan daripada kepastian hukum semata.
The Research aims to provide legal certainty on the position of a securities company after its operating license revoked by the BAPEPAM-LK and provide legal certainty regarding the position of BAPEPAM-LK as the applicant institution of bankruptcy against the securities company after revoked the business license of a securities company. The research is based on library research and field research. Library research carried out to obtain secondary data, while the field research were used to obtain primary data by conducting research directly to the field. From the discussion of this research can be concluded that: first, the position of a securities company after its operating license revoked by the BAPEPAM-LK is no longer as a securities company. Second, the status of BAPEPAM-LK as an applicant bankrupt after revoked the business license of a securities company to be lost and no longer under the supervision of BAPEPAMLK. Third, that in the case of Antaboga Deltasekuritas Company shows that the judge is more inclined to bring forward the value of mere expediency rather than legal certainty.
Kata Kunci : BAPEPAM-LK, Pemohon Pailit, Perusahaan Efek