FAKTOR-FAKTOR YANG MENGHAMBAT PENANDATANGANAN INDONESIA JAPAN ECONOMIC PARTNERSHIP AGREEMENT (Studi Komparasi Indonesia dan Negara-negara ASEAN)
ASTRID RAMADIAH WIJAYA, Dra. Siti Daulah Khoiriati, MA.
2013 | Tesis | S2 Ilmu Politik/Hubungan InternasionalTujuan dari penelitian ini adalah ootuk mengetahui keterlambatan Indonesia dalam penandatangan kerjasama kemitraan ekonomi dengan Jepang atau yang lebih dikenal dengan Economic Partnership Agreement (EPA). Keterlambatan ini dengan tolak ukur jika dibandingkan dengan Negara-negara di Kawasan Asia Tenggara, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Philipina, dan Brunei Darussalam. Kerjasama Kemitraan Ekonomi Jepang ini merupakan bentuk upaya meningkatkan kerjasama perdagangan bebas dan investasi. Tawaran kerjasama kemitraan ekonomi dengan Jepang kepada mitra kerjasama Negara-negara di Asia Tenggara sendiri telah bergulir dari tahoo 2000, Akan tetapi respon Pemerintah Indonesia terhadap upaya ootuk menindaklanjuti kerjasama tersebut cenderung lambat jika dibanding negara-negara tetangganya dikawasan Asia Tenggara. Keterlambatan tersebut kemudian berpengaruh terhadap kredibilitas Indonesia sebagai salah satu negara pendiri ASEAN dan memiliki peran strategis bagi Jepang. Keterlambatan Indonesia ini disebabkan faktor-faktor yang kecenderungannya berasal dari internal Negara Indonesia sendiri, baik permasalahan Infrastruktur, Sumber Daya Manusia, maupoo ditataran kinerja birokrasi Indonesia yang tidak efisien. Dengan adanya penelitian ini maka diharapkan Pemerintah Indonesia bisa melakukan perbaikan terhadap faktorfaktor yang melemahkan posisi daya saing Indonesia di kawasan Asia Tenggara maupoo Internasional.
The purpose of this study was to determine the delay of Indonesia in cooperation signing economic partnership with Japan, or better known as the EconomicPartnership Agreement (EPA). This delay benchmarks when compared withcountries in Southeast Asia, like Singapore, Malaysia, Thailand, Philippines, andBrunei Darussalam. Japan Economic Partnership is a form of efforts to improve free trade andinvestment cooperation. Bids economic partnership with Japan's cooperation tocooperation partner countries in Southeast Asia alone has rolled from 2000, but the Indonesian Government response to efforts to follow up such cooperation tends to be slow when compared to its neighboring countries of Southeast Asia region. The delaywill then affect the credibility of Indonesia as a founding member of ASEAN and has astrategic role for Japan. Delays in Indonesia is due to the factors that tendency comes from Indonesia's owninternal state, whether the problem Infrastructure, Human Resources, as well asperformance ditataran Indonesia inefficient bureaucracy. Given this research it isexpected that the Indonesian Government could make improvements to the factorsthat weaken the position of Indonesia's competitiveness in Southeast Asia and International.
Kata Kunci : Indonesia, Japan, EPA, ASEAN, Birokrasi, Keunggulan Komparatif, dan Keunggulan Kompetitif