KATA PENYUKAT DALAM BAHASA MANDARIN
Han Yanyan, Prof. Dr. Soepomo Poedjosoedarmo
2011 | Tesis | S2 LinguistikPenelitian yang berjudul Kata Penyukat Dalam Bahasa Mandarin ini bertujuan untuk mendeskripsikan kata penyukat yang terdapat dalam bahasa Mandarin dari aspek klasifikasi, distribusi, fungsi sintaksis, serta menjelaskan faktor penyebab bahasa Mandarin kaya dengan kata penyukat. Penelitian ini akan dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Pengumpulan dan penyediaan data dilakukan dengan metode observasi dan teknik pustaka. Metode yang digunakan dalam analisis data adalah metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara garis besar kata penyukat dalam bahasa Mandarin dapat dibagi menjadi kata penyukat nominal dan kata penyukat verbal. Kata penyukat nominal dapat dibagi lagi menjadi tujuh jenis, sedangkan kata penyukat verbal dapat dibagi atas tiga jenis. Distribusi kata penyukat nominal pada umumnya diletakkan di depan nomina, tetapi dalam konteks yang menegaskan jumlah, nomina yang diterangkan itu akan mendahului kata penyukat. Kata penyukat verbal kebanyakan terletak di depan verba. Bila dikolokasi dengan kata bilangan, kata penyukat verbal kebanyakan berada di belakang verba, tetapi dalam penekanan frekuensi kegiatan, kata penyukat berada di depan verba. Frase penyukat dalam kalimat dapat berfungsi sebagai subjek, predikat, objek, atribut, keterangan dan pelengkap. Adapun mengapa bahasa Mandarin kaya dengan kata penyukat, jika secara nonlingual, faktornya berkaitan dengan Hanzi yang membuat orang China lebih mementingkan bentuk dan fitur sesuatu, dan ingin langsung mendapat informasi lain, sehingga kata penyukat nominal selalu diperlukan, dan jumlahnya semakin bertambah. Secara lingual, kata penyukat fungsi pokoknya adalah membentuk frase penyukat, dan berperan penting dalam menghubungkan kata bilangan dan nomina atau verba. Selain itu, beradanya kata penyukat nominal membuat frase atribut untuk nomina menjadi padat, dan kata penyukat nominal juga merupakan salah satu penanda bagi nomina.
This research, titled Classifier in Mandarin, aims to describe classifier in Mandarin from the aspects of the classification, distribution, function syntax, and to explain the factors causing Mandarin language is rich with classifier. This research was conducted with a qualitative-descriptive approach. The collection and provision of data is done by the method of observation and technical literature. The method used in data analysis is descriptive. The results showed that, classifier in Mandarin can be divided into nominal classifier and verbal classifer. The nominal classifier can be divided again into seven types, whereas verbal classifer can be divided into three types. Generally, distribution of nominal classifier is placed in front of the noun, but in the context of emphasizing quantity, noun would precede the classifier. Verbal classifier is in front of the verb if collocated with demonstrative pronoun, interrogative pronoun and direction word. When used with numeral, verbal claasifier mostly behind the verb, but to emphasize the frequency of event, it would be in front of the verb. Classifier phrase in the sentence can serve as a subject, predicate, object, attribute, adverbial and complement. As for why Mandarin is rich with classifier, from aspect of non-lingual, factor is related to the Hanzi (Chinese character) that make people more concerned with form and features of something, and wanted to get other information about it immediately from the character or language, so that nominal classifier is always needed, and the quantity is growing. From aspect of lingual, classifier’s main function is to form classifier phrase, and play an important role in connecting the classifier and noun or verb. In addition, making use of classifier make the qualifier for the noun more briefly.
Kata Kunci : bahasa Mandarin, kata penyukat, klasifikasi, distribusi, fungsi sintaksis, Hanzi