FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN KEBIJAKAN PENURUNAN ANGKA KEMISKINAN DI KABUPATEN AGAM, SUMATERA BARAT
Ade Herlien, SSTP, Dr. Dewi Haryani Susilastuti, M.Sc.
2011 | Tesis | S2 Mag.Studi KebijakanBerbagai kebijakan telah diambil oleh pemerintah dalam rangka upaya penanggulangan kemiskinan. Program penanggulangan kemiskinan di Indonesia telah dimulai sejak lama dengan berbagai program seperti Kredit Usaha Tani (KUT), Inpres desa Tertinggal (IDT), Proyek Peningkatan Wanita Tani (P2WT), Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) dan berbagai program lainnya yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah. Keseluruhan Program Penanggulangan Kemiskinan yang telah dilaksanakan atau yang sedang dilaksanakan bertujuan untuk menurunkan angka kemiskinan.Pemerintah Daerah Kabupaten Agam melakukan terobosan berupa inovasi dalam penanggulangan kemiskinan dengan membuat kebijakan penanggulangan kemiskinan berbasis mesjid. Pemerintah daerah Kabupaten Agam menyatakan penurunan angka kemiskinan karena telah dilaksanakannya penanggulangan kemiskinan berbasis mesjid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan menurunnya angka kemiskinan di Kabupaten Agam. Dengan cara menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhinya implementasi kebijakan penanggulangan kemiskinan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode mixed method research. Data primer dan data sekunder diperoleh dari sumber data yang dibagi dalam tiga sumber yakni, Persons, Place dan Paper. Data tersebut diambil melalui observasi, wawancara dan dokumentasi dilapangan terhadap pembuat kebijkan dan pelaksana kebijakan. Hasil Penelitian menunjukan bahwa kebijakan penanggulangan kemiskinan ada beberapa faktor yang mempengaruhi. Hal ini dilihat dari hasil analisis terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan penanggulangan kemiskinan yakni Struktur Organisasi TKPK (Tim Koordinasi Penanggulanangan Kemiskinan), Sumber Daya, Komunikasi dan Disposisi. Struktur organisasi TKPK, khususnya mesjid sebagai basis penanggulangan kemiskinan belum berjalan optimal. Dalam hal sumber Daya, pemerintah Kabupaten Agam mengelompokan pendanaan melalui lima bidang yakni (Ekonomi, Sosial,Adat, Agama dan Lingkungan), Sarana dan prasarana pemerintah Kabupaten Agam memberdaya sarana dan Prasarana yang ada di Kabupaten, Kecamatan, nagari dan Mesjid. Komunikasi untuk tingkat kabupaten berjalan dengan baik, sedangkan komunikasi yang berada pada mesjid belum berjalan optimal. Komitmen Pimpinan dalam menunjang pelaksanaan penanggulangan kemiskinan sangat berpengaruh terhadap penurunan angka kemiskinan di kabupaten Agam. Untuk memperbaiki pelaksanaan kebijkan penanggulangan kemiskinan di kabupaten Agam kedepannya, disarankan Pemerintah Kabupaten Agam perlu meninjau ulang kembali pelaksanaan kebijakan penanggulangan kemiskinan berbasis mesjid. Dalam rangka menurunkan angka kemiskinan pemerintah Kabupaten Agam tidak hanya terfokus pada standar yang telah ditetapkan oleh BPS.
The government has issued various of poverty reduction programs. The Poverty Reduction programs in Indonesia have been started since a decade through a variety of programs such as Credit for farmers (KUT), Presidential Directive for Underdeveloped Villages (IDT), Project for Improvement of Women Farmers (P2WT), the Development of Underdeveloped Regions (PDT) and other programs implemented by the local government. These programs have been implemented with the aim to reduce the poverty rate in Indonesia. In order to improve the success of the existing programs both in the central and local government, the government of Agam district has create an innovation through mosque-based poverty reduction policies. The government claims the effectiveness of the program to reduce the poverty rate. The aim of this study is to determine the factors that affect the reduction of poverty rate in Agam district and analyze which factors that influence the implementation of poverty reduction policies. This study uses the descriptive mixed method research. The primary and secondary data obtained from three different sources which are Persons, Place and Paper. The data are collected through observation, interview and documentation from the policy makers and the implementers. The study shows that the poverty reduction policies have some important factors that affected its success. It can be seen from the analysis of the finding factors which is Organizational Structure of TKPK (Coordination of Poverty Reduction Team), Resources, Communication and Disposition. The organizational structure of TKPK, in this case the mosque, as the basis for poverty reduction is not optimal to support the program yet. The resources that has been analyze in this study are classified in five areas; economic, social, custom, religion and environment. The facilities to support the program are the existing facilities in each of region either in the district, sub district or the mosque itself. The government of Agam district involves the academics member to support the policies formulation together with the current human resource in the Organizational Structure of TKPK. The communication in the district level run very well, while the communication in the mosque has not run optimally. The leadership commitment to support the implementation of poverty reduction is a key to reduce the poverty rate in Agam district. The study suggests some points for the government of Agam district to improve the implementation of this poverty reduction policies by revitalizing the mosque-based poverty reduction program in the region. The government also suggest not only using the BPS (Central Bureau of Statistics) standard as the only standard for the programs.
Kata Kunci : Upaya penanggulangan kemiskinan, Kredit Usaha Tani (KUT), Inpres Desa Tertinggal (IDT), Proyek Peningkatan Wanita Tani (P2WT), Pembangunan Daerah tertinggal (PDT)