Laporkan Masalah

KAJIAN POTENSI DAN PEMANFAATAN SUMBER DAYA AIR SUB DAS LUBUK PARAKU (Studi Kasus Taman Hutan Raya DR. Mohammad Hatta Padang)

Antonius Vevri, Prof. Dr. Ir. Djoko Marsono, M.Sc.

2011 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan

Telah dilakukan Penelitian tentang Kajian Potensi dan Pemanfaatan Sumber Daya Air di Sub Das Lubuk Paraku Kota Padang. Model Hidrologi tiruan (Model Mock) diterapkan untuk memprediksi potensi smber daya air. Enam parameter model dioptimasi dengan menggunakan metode trial and error. Hasil kalibrasi,verifiksi dan uji validasi secara statistik dan grafik menunjukan bahwa model dapat diterapkan untuk memprediksi sumber daya air Sub Das. Potensi sumberdaya air Sub DAS Lubuk Paraku diprediksi rata-rata sebesar 7,36553 m³/detik, setara dengan 0,001162 m3/detik/ha. Potensi debit simulasi pada saat musim hujan di atas rata rata (Rerata + STDEV) adalah sebesar 12,43948 m³/detik atau setara dengan 0.001963 m3/detik/ha.Potensi debit simulasi pada saat musim hujan di bawah rata-rata (Rerata + STDEV) adalah sebesar 2,24827 setara dengan 0.000355 m3/detik/ha. Potensi sumberdaya air Tahura DR Mohmmad Hatta diprediksi rata-rata sebesar 0.09517 m³/detik, setara dengan 0.000459 m3/detik/ha. Potensi debit simulasi pada saat musim hujan di atas rata rata (Rerata + STDEV) adalah sebesar 0,15470 m³/detik atau setara dengan 0.000747 m3/detik/ha.Potensi debit simulasi pada saat musim hujan di bawah ratarata (Rerata - STDEV) adalah sebesar 0,03516 setara dengan 0.00017 m3/detik/ha Kebutuhan air total rata rata di Kecamatan Lubuk Kilangan adalah sebesar 2.6495 m3/detik . Kebutuhan air tertinggi rata rata adalah untuk sektor Industri sebesar 1.8536 m3/detik dan yang terendah adalah untuk kebutuhan rumah sakit sebesar 0.0005 m3/detik. Tingkat kekritisan air di Sub Das Lubuk Peraku berdasarkan klasifikasi indeks kekritisan air Direktorat Bina Program Pengairan pada simulasi Rerata (normal) dan Rerata + Stdev (Curah hujan di atas rata rata) tidak mengalami kekritisan, pada saat curah hujan di bawah rata rata ( Rerata-Stdev) terdapat kondisi mendekati kritis (Januari dan februari) kritis ( November) dan sangat kritis(Maret, April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober dan Desember).

Research was done on potential study and utilization of Water Resources in Lubuk Paraku Padang Sub-watershed. One of the artificial hydrological model (model mock) is applied to predict the potential of water resources. Six of model parameters is optimized by using the method of trial and error. The result of calibration, verification and validation test are statistically and graphically show that the model can be applied to predict the potential of water resources I watershed. The simulation result of water potential Lubuk Paraku Subwatershed predicted an average of 7.36553 m3/sec (0.001162 m3/sec/ha). Potential flow simulation during the rainy season on average amounted to 12.43948 m3/sec/ha). Potential flow simulation during the rainy season in the below-average amounts to 2.24827 m3/sec (0.000355m3/sec/ha). Tahura water resource potential of DR Mohammad Hatta predicted an average of 0.09517 m3/sec (0.000459 m3/sec/ha). Potential flow simulation during the rainy season on average amount to 0.15470 m3/sec/ha). The potential for discharge simulation during the rainy season in the below-average amount to 0.03516 (0.000 m3/sec/ha). The need of the average total water in the District of Lubuk Kilangan amounted to 2.6495 m3/sec. The highest average water demand is for industrial sector amounted to 1.8536 m3/sec and the lowest was for the hospital needs of 0.0005 m3/sec. Criticality index of water Lubuk Paraku Sub-watershed water in the simulation mean and rainfall is above average do not experience critically, when the rainfall is below average there are close to critical conditions (January and February), critical (November) and very critical (March, April, May, Juni, July, August, September, Oktober and December).

Kata Kunci : Sub DAS Lubuk paraku, Potensi Air, Model Mock, Indek Kekritisan Air


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.