Laporkan Masalah

STRATEGI KELANGSUNGAN HIDUP GURU WIYATA BHAKTI SEKOLAH DASAR NEGERI DI KECAMATAN CIPARI KABUPATEN CILACAP

DEVI RAHMAN, Dra. Susi Daryanti, M.Sc.

2011 | Tesis | S2 Sosiologi minat Kebijakan dan Kesejahteraan Sosial

Meskipun secara umum perlindungan sosial sangat minim dan profesi guru wiyata bhakti termarginalisasi, namun profesi guru wiyata bhakti tersebut masih menjadi tumpuan harapan bagi sebagian masyarakat. Terdapat beberapa alasan bagi sebagian besar masyarakat untuk memutuskan menjalani profesi sebagai seorang guru wiyata bhakti. Beberapa Alasan tersebut adalah keinginan mendapatkan status sosial, persyaratan melanjutkan kuliah di Universitas Terbuka (UT), keinginan mendarmabaktikan ilmu yang telah diperoleh selama kuliah di perguruan tinggi, harapan berkarir di kampung halaman, dorongan dari pihak luar ataupun inisiatif sendiri, orientasi menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), orientasi gaji, memanfaatkan waktu luang, dan memanfaatkan aksesibilitas serta peluang. Salah satu daerah dengan guru wiyata bhakti yang mempunyai alasan-alasan tersebut adalah Kecamatan Cipari Kabupaten Cilacap. Penelitian ini pada dasarnya menjelaskan lebih jauh bagaimana strategi survival guru wiyata bhakti dalam menjaga eksistensi kehidupan bermasyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah para guru wiyata bhakti yang ditentukan dengan menggunakan teknik snow ball. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Jenis data dalam penelitian ini adalah segala pernyataan atau tindakan guru wiyata bhakti (data primer) dan data tentang guru wiyata bhakti beserta profil Kecamatan Cipari (data sekunder). Teknik analisis data dilaksanakan dengan cara reduksi, data display dan verifikasi/kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara fungsionalisme struktural, empat kebutuhan fungsional dalam sistem tindakan memberikan tekanan kepada guru wiyata bhakti dalam menjalankan strategi kelangsungan hidup. Kebutuhan fungsional adaptasi mengharuskan guru wiyata bhakti bekerja secara profesional dan juga mempunyai pekerjaan sampingan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Kebutuhan fungsional pencapaian tujuan mengharuskan guru wiyata bhakti untuk melanjutkan kuliah sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan. Kebutuhan fungsional integrasi mengharuskan guru wiyata bhakti untuk melaksanakan strategi kelangsungan hidupnya secara terpadu. Kebutuhan fungsional latensi menekan guru wiyata bhakti untuk menikah dan berbagi peran antar suami dan istri, menerapkan pola hidup hemat, kebiasaan menabung, sistem kredit untuk pemenuhan kebutuhan dan membangun keluarga sendiri secara mandiri. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti memberikan rekomendasi bahwa: (1) Diperlukan adanya evaluasi kebijakan pemerintah terkait dengan kinerja LPTK yang telah memproduksi tenaga kerja pendidikan tanpa adanya kendali dan lemahnya pengawasan kualitas pendidikan; (2) Diperlukan adanya kebijakan pemerintah yang mengatur tentang keberadaan guru wiyata bhakti; (3) Pemerintah harus mengoptimalkan kinerja lembaga ekonomi ditingkat bawah; (4) Diperlukan adanya materi kewirausahaan dalam kurikulum pendidikan perguruan tinggi keguruan. (5) Hendaknya guru wiyata bhakti lebih kreatif dalam memanfaatkan strategi ekonomi dalam upaya mendapatkan tambahan penghasilan.

Although in general the social protection is very minimal and the Wiyata Bhakti teacher profession is marginalized, but this is still become stepping stone of hope for some people. For most people, there are several reasons to decide undergoing profession as a Wiyata bhakti teacher. Some of the reasons were the desire to get social status, requirement to continue studying at the Open University (UT), the desire to subjugate knowledge that has been gained during in college, hope for career in his hometown, encouragement from an outside party or its own initiative, orientation of the Civil Servants (PNS), salary orientation, to benefit the leisure time, to use accessibility and opportunity. One areas with Wiyata Bhakti teachers who have the reasons are Sub district of Cipari, Cilacap Regency. Basically, this study explain further how the survival strategies of a Wiyata Bhakti teachers in maintaining the existence of the community life. The method used in this research is a qualitative method. Sources of data in this research are the Wiyata Bhakti teachers that determined by using the snow ball technique. The data collection techniques used were in-depth interviews, observation and documentation.The type of data in this research is any statement or action of the Wiyata bhakti teachers (primary data) and data on the Wiyata Bhakti teachers and profile of Cipari District (secondary data). The data analysis techniques are reduction, display data, and conclussion/verification. The results showed that the structural-functionalism, four functional in the action system requirements pressing the Wiyata bhakti teachers in implementing the survival strategic. The functional adaptation needs require the Bhakti Wiyata teachers to work in professional and also has a second job to meet the needs of the economy. The functional goal aatainment needs require the Wiyata bhakti teachers to pursue postgraduate studies in accordance with the specified qualifications. Functional integration needs require Wiyata bhakti teachers to perform survival in an integrated strategy. The functional latency needs Pressing of Wiyata bhakti teachers to marry and share roles between husband and wife, applying frugal lifestyle, savings habits, the credit system to meet needs and build their own families independently. Based on research results, the researchers recommend that: (1) It is necessary to the evaluation of government policies related to the LPTK performance wich has been producing educational workforce without control and the weak of education qulity control (2) It is necessary the presence of government policy that regulates on the Wiyata bhakti teachers, (3) The Government should optimize economic institutions performance at the bottom, (4) It is necessary the presence of entrepreneurship materil in the curriculum of the teacher education colleges. (5) the Wiyata bhakti teachers should be more creative in using economic strategies in an effort to get additional revenue.

Kata Kunci : Strategi Kelangsungan Hidup, Guru Wiyata Bhakti, Sekolah Dasar Negeri


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.