TRANSFORMASI POLA PEKERJAAN DARI PETANI KE PENAMBANG TRADISIONAL (Studi atas aktivitas eksplorasi tambang mangan oleh masyarakat Desa Tukuneno, Kec. Tasifeto Barat, Kab. Belu, NTT)
DAMIANUS ROBINSON HALE, S.Fil, Krisdyatmiko, S.Sos., M.Si.
2011 | Tesis | S2 Sosiologi minat Kebijakan dan Kesejahteraan SosialDi pedesaan, kegiatan bertani merupakan ciri utama mata pencarian masyarakatnya. Sektor pertanian sangat penting, sebab sektor inilah yang paling diandalkan dalam menyerap tenaga kerja dan mengatasi pengangguran di Desa. Kondisi umum mata pencarian masyarakat Desa Tukuneno sebagian besarnya adalah petani lahan kering. Akan tetapi, adanya pertambangan batu mangan di wilayah tersebut membawa perubahan pada mata pencarian masyarakat. Masyarakat tidak lagi mengolah kebun karena lebih banyak waktu dan tenaga diarahkan pada penggalian batu mangan. Penelitian ini dilakukan untuk menemukan alasan-alasan yang menyebabkan masyarakat berubah dari petani ke penambang tradisonal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif untuk mendalami, memahami serta menjelaskan fenomena yang terjadi. Data yang gunakan berasal dari para penambang sebagai sumber data primer serta pihak perusahaan, pihak pemerintah dan dokumen-dokumen sebagai sumber data sekunder. Data-data tersebut diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi yang menunjang tema penelitian ini. Desa Tukuneno termasuk dalam wilayah Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu. Wilayah ini memiliki luas + 5.348,00 ha/m2 dan merupakan topografi daerah dataran rendah dan berbukit. Jumlah penduduk pada tahun 2010 secara keseluruhan sebesar 3.318 jiwa. Potensi yang ada dalam wilayah Desa Tukuneno antara lain di sektor pertanian, peternakan, perkebunan, industri rumah tangga dan pertambangan. Masyarakat Desa Tukuneno umumnya bermata pencarian sebagai petani. Jenis komoditas pertanian yang paling banyak diusahakan adalah jagung, padi dan tanaman pangan lainnya. Akan tetapi produksi pertanian mengalami penurunan setiap tahun. Dengan kondisi yang ada, masyarakat Desa Tukuneno yang umumnya adalah petani lebih memilih untuk mendahulukan kepentingan konsumsi dalam keluarga, dari pada menjual hasil pertanian yang mereka miliki untuk dapat meningkatkan pendapatan. Keberadaan tambang batu mangan telah menyedot begitu banyak perhatian masyarakat. Masyarakat yang terlibat dalam penggalian batu mangan umumnya adalah petani. Akibatnya, tidak saja lahan pertanian milik warga yang diubah menjadi lokasi pertambangan akan tetapi fenomena umum yang lebih menonjol adalah konsentrasi pekerjaan masyarakat yang mulanya ada pada pengolahan lahan pertanian, saat ini justru terkonsentrasi ke aktivitas penggalian batu mangan. Perubahan pola pekerjaan yang terjadi dalam masyarakat Desa Tukuneno sebagaimana yang dimaksud di atas dapat diketahui dari beberapa hal berikut yaitu, Penggunaan lahan, Porsi waktu bekerja dan tenaga yang dikeluarkan, Porsi waktu bekerja serta tenaga yang dikeluarkan dan Tingginya harapan masyarakat. Berdasarkan penelitian dan pembahasan, ada 4 (empat) hal yang menjadi penyebab terjadinya perubahan, yaitu pertama, hasil dari penggalian dan penjualan batu mangan lebih menjanjikan. Kedua, hasil pertanian tidak cukup untuk memenuhi berbagai kebutuhan dalam keluarga. Ketiga, pendapatan usaha tani yang bersifat musiman. Keempat, terbatasnya lapangan pekerjaan di Desa.
In rural areas, farming is the main feature of community livelihoods. The agricultural sector is very important, because this is the most reliable sector to absorb labor and to overcome unemployment in the village. General conditions Tukuneno Village livelihoods mostly dry land farmers. However, the manganese stone mining in the region to bring changes to the livelihood of the community. Society no longer cultivate the garden for more time and effort directed at the stone quarry manganese. This study aimed to discover the reasons that cause people to change from traditional farmers to miners. This study uses qualitative-descriptive methods to explore, understand and explain phenomena that occur. The data used came from the miners as a source of primary data as well as corporate parties, party and government documents as a source of secondary data. These data obtained through observation, interview and documentation supporting this research theme. Village Tukuneno included in the subdistrict of West Tasifeto, Belu regency. This region has an area of 5348.00 + ha/m2 and the topography of the lowlands and hilly areas. Total population in 2010 as a whole amounted to 3318 souls. The potential that exists within the Village area Tukuneno among others in the agriculture, animal husbandry, plantation, domestic industry and mining. Village Community Tukuneno eyed general search as a farmer. Type of agricultural commodity that most cultivated are corn, rice and other food crops. However, agricultural production has decreased every year. With the existing conditions, villagers are farmers Tukuneno generally prefer to put the interests of consumption within the family, rather than sell their agricultural products to increase revenue. The presence of manganese quarry have drawn so much public attention. Communities involved in stone quarrying of manganese typically are farmers. As a result, not only agricultural land owned by residents who converted to mining sites but the general phenomenon is more prevalent is the concentration of community work that was originally there in the processing of agricultural land, now it is concentrated to the manganese stone quarrying activities. Changes in employment patterns that occurred in the village of Tukuneno as mentioned above can be ascertained from the following namely, use of land, portion of working time and energy released, portions of time and effort spent working and high public expectations. Based on the research and discussion, there are 4 (four) things that become the cause of the change, the first, the results of the excavation and sale of manganese stones more promising. Second, agricultural output is not sufficient to meet the various needs within the family. Third, farm income that is seasonal. Fourth, the limited job opportunities in the Village.
Kata Kunci : Perubahan, Pertanian dan Pertambangan