VARIAN TEKNIK PENALAAN TALEMPONG LOGAM DI MINANGKABAU
Nursyirwan, S.Pd.,M.Sn., Profesor Dr. R.M. Soedarsono,
2011 | Disertasi | S3 Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni RupaPenulisan penelitian ini berjudul „Varian Teknik Penalaan Talempong Logam Di Minangkabau‟. „Teknik penalaan‟ yang dilakukan oleh kelompok seniman tradisi di Minangkabau dalam „membunyikan‟ talempong adalah menghandalkan rasa/mood/feeling yang mereka miliki. Di sisi lain „teknik penalaan‟ yang dilakukan oleh kelompok seniman modern di Minangkabau dalam „membunyikan‟ talempong pada umumnya dilakukan dengan mempedomani bunyi yang dihasilkan oleh alat musik diatonis Barat yang sudah standar. Disertasi ini bertujuan ingin meneliti dan menemukan cara penalaan musik talempong logam, yang dilakukan oleh masyarakat seniman tradisi dan masyarakat seniman modren di Minangkabau, yang akhirnya dapat dikelompokkan sebagai suatu model atau teknik yang bakal dipedomani dalam pertumbuhan dan perkembangan talempong logam. Kerja penelitian disertasi ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Penelitian kualitatif yang dikaji adalah mengenai konsep bunyi, sedangkan penelitian kuantitatif yang dikaji adalah masalah kejadian bunyi dan nada-nada yang dihasilkan. Perbedaan beragamnya bunyi yang dihasilkan oleh alat musik tradisi talempong memiliki beberapa penyebab, antara lain: (1) penalaan bunyi talempong ditentukan oleh tukang tala; (2) bahan baku yang digunakan untuk membuat talempong; (3) takaran atau ukuran campuran bahan baku dalam pembuatan talempong; (4) teknik pemukulan talempong; 5) alat yang digunakan untuk memukul talempong; (6) alat tuning yang dipergunakan; dan (7) situasi yang terjadi saat pengukuran bunyi. Musik talempong tidak bisa dibuatkan pola standardisasi, sebab musik talempong bukan benda suci dan bunyi talempong tidak dianggap sesuatu yang ritual, sehingga setiap orang atau suku manapun dapat memberikan penghargaan yang berbeda-beda. Penelitian ini dapat menyimpulkan bahwa secara keseluruhan seluruh grup tradisi talempong logam di Minangkabau, masih mempertahankan teknik penalaan dengan memakai cara penalaan tradisi atau non diatonis, dengan dua teknik dasar yaitu, variant five-tone scales, identik dengan tradisi musikal Minangkabau yaitu bunyi limo salabuan. Dan variant sixtone scales, identik dengan tradisi musikal Minangkabau yaitu bunyi onam salabuan.
The title of this research is “Variant of Metal Talempong Instrument Tuning Technique in Minangkabauâ€. „The tuning technique that has been implemented by Minangkabau tuners in producing the talempong instrument was traditionally determined by their own personal instinctive hearing. Meanwhile, a modern tuning technique has also been introduced in sounding the talempong instrument according to Western standard of diatonic scale. This dissertation aims to investigate various technical knowhow of the existing metal talempong instruments tuning system in Minangkabau, conducted by either tradition or modern tuners, in order to be able to set up an ideal system that appropriately suitable for both parties as a hand out guidance in developing the growth of Minangkabau metal talempong instrument. This dissertation consequently presents the research datas collected by using both qualitative and quantitative methodologies applied to Minangkabau metal talempong instrument, focused on its conception of sound, its state of the art, and its producing process. Any discrepancy in the sound of talempong instrument in Minangkabau produced by its variant in tuning technique should be tolerated due to certain condition that depending on: (1) the tuner instinctive hearing ability applied in tuning; (2) the mixed ingredients used for its mtal raw material; (3) the measurement of its body size; (4) the appropriate technique in hammering the instrument; (5) the adequate tools used in making the instrument; (6) the machine used in tuning the instrument; and (7) the environment where the instrument is being tuned. Talempong music cannot made his standard pattern, because talempong music is not holy object, and the sound of talempong is not reputed as a ritual, so each any people and any tribe can give to appreciation different . The research has so far concluded that all the traditional tuners of metal talempong instrument in Minangkabau today are still maintaining the local indigenous modality, devided into two groups, namely: (1) bunyi_limo salabuan, or variant of five-tones scale; and (2) bunyi_onam salabuan or variant of six-tones scale, the term that has been familiar amongst the Minangkabau traditional musicians.
Kata Kunci : Varian,Teknik Penalaan, Talempong Logam, di Minangkabau