KEBIJAKAN RUANG TERBUKA HIJAU PARTISIPATIF (STUDI RTH SASANDO KOTA KUPANG)
John Peter Palla, SSTP, Drs. Haryanto, MA.
2011 | Tesis | S2 Ilmu Politik minat Politik Lokal & Otonomi DaerahPermasalahan publik juga menjadi permasalahan pemerintah. Rendahnya tingkat ekonomi dan pendidikan masyarakat mendorong mereka untuk melakukan perambahan terhadap lahan yang menjadi milik negara. Hal ini diperparah lagi oleh ketidakkonsistenan instansiâ€instansi pemerintah dalam melakukan implementasi kebijakan. Masalah dan kepentingan stakeholders perlu diakomodasi dalam kebijakan sehingga penulis melakukan analisis kebijakan dengan pertanyaan penelitian: bagaimanakah formulasi kebijakan ruang terbuka hijau yang partisipatif di Kota Kupang? Penelitian ini menggunakan konsep agenda setting, formulasi kebijakan partisipatif dan pembangunan berkelanjutan. Metode penelitian adalah kualitatif. Informan ditentukan sesuai dengan kriteria menurut tujuan penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Dari fakta di lapangan dan analisis yang dilakukan penulis maka didapatkan jawaban penelitian: Menetapkan RTH Sasando tetap sebagai RTH, memberi status RTH private kepada para okupan dengan status tanah yang legal sesuai dengan ketentuan, membuat taman kota di lingkungan RTH dengan mengandeng pengusaha swasta dalam pembangunannya serta menyediakan ruang usaha didalamnya khusus bagi warga sekitar, pembuatan sarana prasarana yang mendukung RTH.
Public problems are also government’s problem. Low economic and educational level of society could motivate the community to penetrate into government properties. This was compounded by the inconsistency of government agency on their policy implementation. The problems and needs of stakeholders should be accommodated in the policy, therefore, writer make a policy analysis on the formulation of participatory green open space policy in Kupang city. This research is using agenda setting, formulation of participatory policy, and sustainable development concepts. Research method is qualitative. Informants in this research were determined according to the research goal criteria. Data collection was done through observation, depth interview, and documentation. From field data and analysis, the results are: to assign Sasando Green Open Space as a fixed green open space, gives a private green open space status to the occupant who have legal land status, together with private company build a city park around the green open space in which business space is provided for community around it, and build supporting infrastructure for green open space.
Kata Kunci : Kebijakan Partisipatif, Pembangunan Berkelanjutan.